Penduduk Spanyol Sebelum Islam Masuk: Kaum Yahudi Sering Memberontak
Rabu, 02 Oktober 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kekuasaan Daulah Andalusia di Spanyol dan Keruntuhannya
Afrika Utara
Begitulah kondisi penduduk Spanyol sebelum ditaklukkan Islam. Di sisi lain, kondisi penduduk Afrika Utara hidup dalam keadaan sejahtera sewaktu berada di bawah kekuasaan Islam yaitu Daulah Umaiyah yang memerintah dengan adil. Maka tidaklah mengherankan bila penduduk Spanyol berharap agar mereka dapat membebaskan diri dari kekejaman bangsa Ghathia tersebut.
Badri Yatim dalam "Sejarah Peradaban Islam" (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1993) menyebut Afrika Utara dikuasai Daulah Umayyah pada masa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan (685-705) dan mengangkat Hasan bin Nu’man al-Ghassani sebagai gubernur di daerah itu.
Pada masa Khalifah al-Walid bin Abdul Malik, gubernur Afrika Utara telah digantikan oleh Musa bin Nusair. Dia memperluas daerah kekuasaannya dengan menduduki Aljazair dan Marokko.
Sewaktu kawasan ini dikuasai kerajaan Ghathia, dia sering menghasut penduduk untuk melakukan kerusuhan-kerusuhan dan menentang kekuasaan Islam. Akan tetapi setelah kawasan ini benar-benar dapat dikuasai umat Islam, mereka dapat memusatkan perhatiannya untuk menaklukkan Spanyol.
Dengan demikian, Afrika Utara menjadi batu loncatan bagi umat Islam dalam menaklukkan Spanyol.
Baca juga: Reconquista: Kisah Pasukan Salib Ingin Merebut Kembali Andalusia
Afrika Utara
Begitulah kondisi penduduk Spanyol sebelum ditaklukkan Islam. Di sisi lain, kondisi penduduk Afrika Utara hidup dalam keadaan sejahtera sewaktu berada di bawah kekuasaan Islam yaitu Daulah Umaiyah yang memerintah dengan adil. Maka tidaklah mengherankan bila penduduk Spanyol berharap agar mereka dapat membebaskan diri dari kekejaman bangsa Ghathia tersebut.
Badri Yatim dalam "Sejarah Peradaban Islam" (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1993) menyebut Afrika Utara dikuasai Daulah Umayyah pada masa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan (685-705) dan mengangkat Hasan bin Nu’man al-Ghassani sebagai gubernur di daerah itu.
Pada masa Khalifah al-Walid bin Abdul Malik, gubernur Afrika Utara telah digantikan oleh Musa bin Nusair. Dia memperluas daerah kekuasaannya dengan menduduki Aljazair dan Marokko.
Sewaktu kawasan ini dikuasai kerajaan Ghathia, dia sering menghasut penduduk untuk melakukan kerusuhan-kerusuhan dan menentang kekuasaan Islam. Akan tetapi setelah kawasan ini benar-benar dapat dikuasai umat Islam, mereka dapat memusatkan perhatiannya untuk menaklukkan Spanyol.
Dengan demikian, Afrika Utara menjadi batu loncatan bagi umat Islam dalam menaklukkan Spanyol.
Baca juga: Reconquista: Kisah Pasukan Salib Ingin Merebut Kembali Andalusia
(mhy)
Lihat Juga :