5 Dampak Penurunan Kesehatan Raja Salman bagi Masa Depan Arab Saudi

Rabu, 09 Oktober 2024 - 08:57 WIB
loading...
5 Dampak Penurunan Kesehatan...
Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud, kini berusia 88 tahun dan kondisi kesehatannya terus menurun. Foto AFP
A A A
Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud , raja Arab Saudi sejak 2015, kembali lagi menjalani perawatan medis setelah didiagnosis mengalami radang paru-paru. Menurut pernyataan resmi dari Istana Kerajaan Arab Saudi yang dilansir Saudi Press Agency (SPA), juga melaporkan bahwa Raja Salman telah menjalani serangkaian tes kesehatan pada Minggu, 6 Oktober 2024 lalu.

Beberapa tahun terakhir, Raja Salman yang berusia 88 tahun menghadapi berbagai masalah kesehatan, terakhir menjalani operasi kandung empedu pada tahun 2020 dan kondisi serupa dalam perawatan pada Mei 2024.

Dampak Kesehatan Raja Salman bagi Kondisi Kerajaan Arab Saudi:

1. Kesehatan Raja Salman terhadap Kepemimpinan Arab Saudi

Kesehatan Raja Salman yang menurun semakin menegaskan peran sentral Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), yang secara de facto telah memimpin kerajaan dalam beberapa tahun terakhir. MBS, yang diangkat sebagai Putra Mahkota pada 2017 setelah Raja Salman menggantikan Mohammed bin Nayef, telah mengambil alih banyak tugas kenegaraan, terutama dalam urusan kebijakan ekonomi dan luar negeri.

Sejak 2017, MBS telah mengambil alih banyak tugas kepemimpinan setelah Raja Salman mengeluarkan dekrit kerajaan yang memungkinkan Putra Mahkota untuk menggantikannya dalam mengawasi pemerintahan.

Dekrit memberi wewenang bagi anggota tertua dari keluarga Al Saud untuk memimpin rapat kabinet jika baik Raja Salman maupun MBS tidak dapat hadir. MBS, yang juga merupakan arsitek dari program reformasi Visi 2030, telah memainkan peran sentral dalam kebijakan dalam dan luar negeri Arab Saudi.

2. Dampak masa depan Kebijakan Dalam Negeri Arab Saudi

Seiring dengan menurunnya kesehatan Raja Salman, peran MBS dalam menentukan arah kebijakan domestik dan internasional menjadi semakin dominan. Program Vision 2030, yang dirancang untuk mendiversifikasi perekonomian Saudi, merupakan fokus utama pemerintahan MBS.

Dengan mempromosikan pembangunan sektor non-minyak, Arab Saudi berupaya untuk menciptakan masa depan ekonomi yang lebih stabil dan tahan terhadap fluktuasi harga minyak global. Di bawah arahan MBS, berbagai sektor seperti pariwisata, teknologi, dan hiburan mulai berkembang.

Dengan kesehatan Raja Salman yang menurun, masyarakat Saudi semakin melihat MBS sebagai pemimpin yang akan menentukan nasib kerajaan di masa mendatang.

3. Dampak bagi Masa Depan Kebijakan Internasional Arab Saudi

Di tingkat internasional, kesehatan Raja Salman juga berpengaruh pada dinamika hubungan Arab Saudi dengan negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat, Iran, dan negara-negara Teluk. Di bawah MBS, kebijakan luar negeri Saudi menjadi lebih aktif dan terkadang lebih konfrontatif, terutama dalam menghadapi Iran di Timur Tengah dan keterlibatan kerajaan dalam konflik Yaman.

Di sisi lain, MBS juga terlibat dalam upaya diplomasi yang lebih modern, seperti menjalin hubungan dengan Israel dan menggalang kerjasama ekonomi dengan negara-negara Barat, yang mencerminkan perubahan kebijakan di bawah pemerintahannya.

Sebagai salah satu negara penghasil minyak terbesar, Arab Saudi memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan pasar energi dunia. Kesehatan Raja Salman, dan transisi kekuasaan yang lebih lanjut ke MBS, diperkirakan akan mempengaruhi kebijakan minyak negara ini, baik dalam kerangka OPEC maupun hubungan bilateral dengan negara-negara produsen minyak lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Rekor! Adahi Bagikan...
Rekor! Adahi Bagikan 600 Juta Porsi Daging Dam Haji ke 25 Negara Islam
Letjen Al Bassami: Seluruh...
Letjen Al Bassami: Seluruh Sistem Siap Amankan Haji 2026
Pengamanan Haji 2026...
Pengamanan Haji 2026 di Arab Saudi Gunakan Teknologi Modern hingga AI
Menjejak Tanah Suci...
Menjejak Tanah Suci Jelang Puncak Haji 2026, Merasakan Layanan Optimal Pemerintah Saudi
Iduladha 1447 H di Indonesia...
Iduladha 1447 H di Indonesia dan Arab Saudi Berpotensi Serentak pada 27 Mei 2026
Diduga Langgar Hukum...
Diduga Langgar Hukum Haji, 19 WNI Diperiksa Otoritas Saudi
Rekomendasi
China Berhasil Abadikan...
China Berhasil Abadikan Ledakan Bintang Paling Terang di Alam Semesta
Mengapa Orbit Bumi Berputar...
Mengapa Orbit Bumi Berputar Tak Terkendali? Ternyata Ini Penyebabnya
Benua Mikro Baru Ditemukan...
Benua Mikro Baru Ditemukan Antara Greenland dan Kanada
Artikel Terkini
Apa Itu Ayat Salamun...
Apa Itu Ayat Salamun Rebo Wekasan?
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Infografis
Di Era Mohammed bin...
Di Era Mohammed bin Salman, Warga Arab Saudi Rayakan Halloween
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved