Kisah Kegagalan Romawi Menguasai Mesir Kembali di Era Khalifah Utsman bin Affan
Kamis, 17 Oktober 2024 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
Dalam perjalanan mengejar musuh pihak Muslimin tidak menemui kesulitan. Perjalanan mereka tidak teralangi oleh keberanian musuh menghancurkan jembatan-jembatan dan merusak beberapa jalan.
Orang-orang Kopti Mesir sudah cukup menderita oleh kebengisan pasukan Romawi, yang telah merampok harta mereka di setiap desa yang mereka lalui, sesudah pendaratan mereka di Iskandariah. Mereka tidak melupakan penindasan agama yang dilakukan pihak Romawi selama bertahun-tahun sebelum Mesir dibebaskan pasukan Arab. Juga mereka ingat bahwa pembebasan itu telah menyelamatkan mereka dari berbagai penindasan.
Baca juga: Kisah Tragis Utsman bin Affan (4): Prestasi Selama Menjadi Khalifah
Sesudah pasukan Romawi hancur di Naqyus dan mereka lari mencari perlindungan di benteng-benteng Iskandariah setelah menghancurkan jembatan-jembatan dan merusak jalan-jalan, orang-orang Kopti penduduk desa itu bergegas tatkala melihat pasukan Arab mengejar pasukan Romawi yang kejam itu.
Infrastruktur yangdirusak pihak Romawi segera mereka perbaiki dan mereka memberikan bantuan kepada pasukan Arab berupa perlengkapan dan bahan makanan, dengan memperlihatkan kegembiraan atas bencana yang telah menimpa pihak Rumawi. Pihak Arab makin merasa yakin akan hari depannya, dan bahwa mereka tidak akan datang lagi menyerang dari belakang.
Penyesalan Amr bin Ash
Amr bin Ash sudah sampai di tembok-tembok Iskandariah. Pihak Romawi berlindung di dalam benteng-benteng itu menutup semua pintu rapat-rapat. Mereka memasang beberapa manjaniq di tingkat-tingkat atas dan menembaki siapa saja yang berani mendekati kota.
Amr merasa menyesal sekali tatkala tampak di hadapannya ibu kota yang sudah memperkuat diri begitu kukuh. Dia pikir bahwa dia telah melakukan kesalahan dengan membiarkan tembok-tembok itu tetap tegak tatkala pertama kali ia membebaskan kota itu.
Baca juga: Kisah Pemberontakan Azerbaijan dan Armenia di Era Utsman bin Affan
Ia bersumpah, kalau Allah memberikan kemenangan kepadanya tembok-tembok itu akan dihancurkannya. Kala itu ia dan pasukannya bermarkas di sebelah timur kota untuk mengepungnya dari suatu tempat, antara laut dengan terusan Su'ban, sehingga tak ada lagi orang yang akan dapat keluar dari sana.
Komandan Romawi Terbunuh
Pasukan muslim memasuki kota itu dengan paksa. Mereka masuk dengan membunuh dan membakar, dan bahwa sebagian pasukan Romawi yang di kota melarikan diri ke laut, bahwa sebagian mereka terbunuh di kota, dan komandannya, Manuel yang kebirian itu termasuk di antara yang terbunuh.
Dengan terus membunuh dan mengambil rampasan perang pasukan Arab masuk ke tengah-tengah kota dan sudah tak ada lagi tentara yang akan dilawan. Ketika itulah Amr memerintahkan agar mereka yang masih ada mengangkat tangan. Setelah itu di tempat terselamatkannya pertumpahan darah itu dibangun sebuah mesjid, yakni Masjid ar-Rahmah.
Orang-orang Kopti Mesir sudah cukup menderita oleh kebengisan pasukan Romawi, yang telah merampok harta mereka di setiap desa yang mereka lalui, sesudah pendaratan mereka di Iskandariah. Mereka tidak melupakan penindasan agama yang dilakukan pihak Romawi selama bertahun-tahun sebelum Mesir dibebaskan pasukan Arab. Juga mereka ingat bahwa pembebasan itu telah menyelamatkan mereka dari berbagai penindasan.
Baca juga: Kisah Tragis Utsman bin Affan (4): Prestasi Selama Menjadi Khalifah
Sesudah pasukan Romawi hancur di Naqyus dan mereka lari mencari perlindungan di benteng-benteng Iskandariah setelah menghancurkan jembatan-jembatan dan merusak jalan-jalan, orang-orang Kopti penduduk desa itu bergegas tatkala melihat pasukan Arab mengejar pasukan Romawi yang kejam itu.
Infrastruktur yangdirusak pihak Romawi segera mereka perbaiki dan mereka memberikan bantuan kepada pasukan Arab berupa perlengkapan dan bahan makanan, dengan memperlihatkan kegembiraan atas bencana yang telah menimpa pihak Rumawi. Pihak Arab makin merasa yakin akan hari depannya, dan bahwa mereka tidak akan datang lagi menyerang dari belakang.
Penyesalan Amr bin Ash
Amr bin Ash sudah sampai di tembok-tembok Iskandariah. Pihak Romawi berlindung di dalam benteng-benteng itu menutup semua pintu rapat-rapat. Mereka memasang beberapa manjaniq di tingkat-tingkat atas dan menembaki siapa saja yang berani mendekati kota.
Amr merasa menyesal sekali tatkala tampak di hadapannya ibu kota yang sudah memperkuat diri begitu kukuh. Dia pikir bahwa dia telah melakukan kesalahan dengan membiarkan tembok-tembok itu tetap tegak tatkala pertama kali ia membebaskan kota itu.
Baca juga: Kisah Pemberontakan Azerbaijan dan Armenia di Era Utsman bin Affan
Ia bersumpah, kalau Allah memberikan kemenangan kepadanya tembok-tembok itu akan dihancurkannya. Kala itu ia dan pasukannya bermarkas di sebelah timur kota untuk mengepungnya dari suatu tempat, antara laut dengan terusan Su'ban, sehingga tak ada lagi orang yang akan dapat keluar dari sana.
Komandan Romawi Terbunuh
Pasukan muslim memasuki kota itu dengan paksa. Mereka masuk dengan membunuh dan membakar, dan bahwa sebagian pasukan Romawi yang di kota melarikan diri ke laut, bahwa sebagian mereka terbunuh di kota, dan komandannya, Manuel yang kebirian itu termasuk di antara yang terbunuh.
Dengan terus membunuh dan mengambil rampasan perang pasukan Arab masuk ke tengah-tengah kota dan sudah tak ada lagi tentara yang akan dilawan. Ketika itulah Amr memerintahkan agar mereka yang masih ada mengangkat tangan. Setelah itu di tempat terselamatkannya pertumpahan darah itu dibangun sebuah mesjid, yakni Masjid ar-Rahmah.
Lihat Juga :