Merangkul Kearifan Lokal, Membumikan Semangat Keislaman

Minggu, 20 Oktober 2024 - 08:46 WIB
loading...
Merangkul Kearifan Lokal,...
Ketua MUI Kalteng, Prof Khairil Anwar menyatakan, muslim yang kaffah dapat menjalankan agama dengan penuh keyakinan, sambil tetap menghargai kearifan lokal. Foto/Ist
A A A
PALANGKA RAYA - Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang kaya dengan budaya. Tercatat, lebih dari 360 suku bangsa yang tersebar di seluruh negeri. Keberagaman inilah yang menjadi identitas dan daya tarik.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Prof Dr H Khairil Anwar MAg menyatakan bahwa seseorang dapat menjadi muslim yang kaffah apabila ia dapat menjalankan agama dengan penuh keyakinan, sambil tetap menghargai kearifan lokal yang menjadi identitas tanah airnya.

Baca juga: Tradisi Kearifan Lokal Mampu Dorong Moderasi Beragama

Ia mencontohkan bagaimana falsafah Huma Betang (Rumah Betang) mampu memberikan solusi pada berbagai tantangan masyarakat. Rumah Betang merupakan rumah panjang yang dihuni oleh beberapa keluarga Suku Dayak di Kalimantan Tengah.

“Dalam falsafah tersebut terkandung makna kekerabatan, dan kesetaraan. Mereka mampu hidup rukun dan harmoni dalam satu atap meskipun terdiri dari beberapa keluarga dengan latar belakang dan agama yang berbeda. Di sana terdiri dari beberapa agama, termasuk juga tradisi-tradisinya, nah di sana ada kesetaraan antara keluarga,” ungkap Khairil di Palangka Raya, dikutip Minggu (20/10/2024).



Khairil menambahkan, meskipun dikenal bukan etnis yang berasal dari budaya Timur, namun kearifan lokal Suku Dayak mengandung nilai nilai luhur yang bisa diterapkan oleh seorang muslim dalam beribadah dan bernegara.

Misalnya, bermusyawarah, gotong royong dan saling menghargai meskipun bukan pemeluk agama yang sama.

Baca juga: Islam, Budaya, dan Moderasi Beragama

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalimantan Tengah menganggap ketakutan adanya deislamiasi dan pendangkalan aqidah dalam menjaga kearifan lokal bukanlah alasan logis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
MUI Ajak Umat Islam...
MUI Ajak Umat Islam Jadikan Iduladha Momentum Perkuat Persatuan dan Tingkatkan Kepedulian
Beda Pandangan soal...
Beda Pandangan soal Dam Haji, DPR Sarankan Kemenhaj dan MUI Cari Titik Temu
KH Cholil Nafis Resmi...
KH Cholil Nafis Resmi Menjadi Ketua Badan Pengurus DSN-MUI
225 Dai Dilepas Laznas...
225 Dai Dilepas Laznas Dewan Dakwah ke Daerah Terpencil
Milad ke-50 MUI, Wamenag...
Milad ke-50 MUI, Wamenag Apresiasi Kiprah Menjaga Kerukunan Bangsa
Konferensi Internasional...
Konferensi Internasional di Makkah Perkuat Persatuan Umat Islam
Rekomendasi
3.000 Gletser Hilang...
3.000 Gletser Hilang Setiap Tahunnya Bukti Bumi Tak Bisa DIselamatkan
Patung Yesus Ini Diyakini...
Patung Yesus Ini Diyakini Mesin Waktu Tertua, Ini Buktinya
Ulasan Lengkap Riset...
Ulasan Lengkap Riset Potensi Gempa dan Tsunami di Selatan Jawa
Artikel Terkini
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Libatkan Anak...
Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Infografis
Lakukan Isolasi Lokal,...
Lakukan Isolasi Lokal, Patuhi Protokol Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved