Perkembangan Ilmu Matematika, Astronomi dan Fisika di Era Daulah Abbasiyah
Kamis, 24 Oktober 2024 - 13:45 WIB
loading...
Karya-karya Ibn Sina, Ibn al-Haitsham, al-Biruni, al-Khazin dan sarjana-sarjana muslim lainnya tetap menjadi karya-karya standar dan dipelajari oleh sarjana-sarjana Barat sampai akhir abad ke 17. Ilustrasi: Ist
A
A
A
ILMUpengetahuan mengalami perkembangan pesat pada masa Daulah Abbasiyah , melalui tiga pengembangan ilmu: diskusi ilmiah , penerjamahan buku-buku dan perpustakaan.
Syamruddin Nasution dalam bukunya berjudul "Sejarah Peradaban Islam" menyebut di antara ilmu-ilmu umum yang berkembang pada masa Daulah Abbasiyah adalah ilmu matematika .
Perkembangan ilmu matematika dalam Islam terjadi pada masa Khalifah al-Mansur karena perencanaan pembangunan kota Baghdad didasarkan pada perhitungan matematis, sebab banyak berkumpul matematikawan untuk meneliti rencana tersebut.
Salah satu sumbangan besar matematikawan muslim adalah penemuan dan penggunaan angka 0 (nol) dalam bahasa yang disebut sifir. Tanpa angka ini akan menyulitkan manusia dalam membuat simbol-simbol bilangan.
Baca juga: Abbas bin Firnas, Ilmuwan Islam Penemu Pesawat Terbang Sebelum Wright Bersaudara
Dalam hal ini barat ketinggalan 250 tahun dari Islam. Di antara matematikawan muslim yang terkenal adalah Muhammad bin Musa al-Khawarizmi.
Dialah yang paling berjasa dalam memperkenalkan angka-angka dalam perhitungan sebagai ganti alfabeta dan dia pula orang pertama yang membicarakan aljabar secara sistematis.
Ilmu Astronomi
Syamruddin Nasution mengatakan ilmuwan-ilmuwan muslim merupakan pakar astronomi. Ilmu astronomi diperlukan untuk tujuan-tujuan keagamaan, seperti menentukan waktu salat, waktu fajar dan munculnya bulan di bulan Ramadan serta menentukan arah kiblat.
Para astronom muslim mempelajari karya-karya Yunani dan Iskandariyah khususnya Al-Magnestya Ptolemius, di samping karya orang-orang Chadea, Syria, Persia dan India.
Syamruddin Nasution dalam bukunya berjudul "Sejarah Peradaban Islam" menyebut di antara ilmu-ilmu umum yang berkembang pada masa Daulah Abbasiyah adalah ilmu matematika .
Perkembangan ilmu matematika dalam Islam terjadi pada masa Khalifah al-Mansur karena perencanaan pembangunan kota Baghdad didasarkan pada perhitungan matematis, sebab banyak berkumpul matematikawan untuk meneliti rencana tersebut.
Salah satu sumbangan besar matematikawan muslim adalah penemuan dan penggunaan angka 0 (nol) dalam bahasa yang disebut sifir. Tanpa angka ini akan menyulitkan manusia dalam membuat simbol-simbol bilangan.
Baca juga: Abbas bin Firnas, Ilmuwan Islam Penemu Pesawat Terbang Sebelum Wright Bersaudara
Dalam hal ini barat ketinggalan 250 tahun dari Islam. Di antara matematikawan muslim yang terkenal adalah Muhammad bin Musa al-Khawarizmi.
Dialah yang paling berjasa dalam memperkenalkan angka-angka dalam perhitungan sebagai ganti alfabeta dan dia pula orang pertama yang membicarakan aljabar secara sistematis.
Ilmu Astronomi
Syamruddin Nasution mengatakan ilmuwan-ilmuwan muslim merupakan pakar astronomi. Ilmu astronomi diperlukan untuk tujuan-tujuan keagamaan, seperti menentukan waktu salat, waktu fajar dan munculnya bulan di bulan Ramadan serta menentukan arah kiblat.
Para astronom muslim mempelajari karya-karya Yunani dan Iskandariyah khususnya Al-Magnestya Ptolemius, di samping karya orang-orang Chadea, Syria, Persia dan India.
Lihat Juga :