Syubhat, Syaikh Al-Qardhawi: Tidaklah Patut Mencari-cari Hal yang Lebih Sulit
Jum'at, 25 Oktober 2024 - 21:33 WIB
loading...
A
A
A
Ada sebuah hadis shahih dari Nabi SAW bahwa ada seseorang yang mengadu kepadanya tentang orang yang merasa bahwa dia, merasakan sesuatu, ketika salat atau ketika berada di masjid. Maka Nabi SAW menjawab, "Jangan kembali, sampai dia 'mendengar suara' atau merasa buang angin. "
Baca juga: Hadis Anjuran Bersikap Wara' dan Menjauhi Perkara Syubhat
Dari hadis ini para ulama menetapkan suatu kaidah: "Keyakinan tidak dapat dihilangkan dengan keraguan. Dan sesungguhnya orang itu harus berbuat sesuai dengan keyakinan asalnya dan menyingkirkan keraguannya." Inilah cara yang paling pasti untuk menyingkirkan keraguan.
Pada suatu hari Rasulullah SAW pernah menyambut undangan seorang Yahudi. Beliau memakan makanannya dan tidak bertanya apakah halal ataukah tidak? Apakah wadah-wadahnya suci ataukah tidak.
Nabi SAW dan para sahabatnya mengenakan pakaian yang diambil dari mereka, pakaian yang ditenun oleh orang-orang kafir dan wadah yang dibuat oleh mereka. Ketika kaum Muslimin berperang, mereka juga membagi-bagikan wadah, pakaian, kemudian mereka pakai semuanya. Ada riwayat yang shahih bahwa mereka juga mempergunakan air dari wadah air kaum musyrik. [Lihat Bukhari (344); Ibn Rajab, Jami' al-'Ulum wa al-Hikam,1:199.]
Sebaliknya, ada orang-orang yang sangat keras sikapnya karena berpegang kepada hadis shahih dari Nabi saw bahwasanya beliau pernah ditanya tentang bejana Ahli Kitab, yang memakan babi, dan meminum khamar.
Beliau menjawab "Jika kamu tidak menemukan yang lainnya, maka basuhlah dengan air, kemudian makanlah dengan bejana itu."[Muttafaq Alaih, diriwayatkan oleh Bukhari (5478): Muslim (1390) dari Abu Tsa'labah al-Khasyani].
Baca juga: Menilik Hadis tentang Syubhat dari Nu'man bin Basyir
Baca juga: Hadis Anjuran Bersikap Wara' dan Menjauhi Perkara Syubhat
Dari hadis ini para ulama menetapkan suatu kaidah: "Keyakinan tidak dapat dihilangkan dengan keraguan. Dan sesungguhnya orang itu harus berbuat sesuai dengan keyakinan asalnya dan menyingkirkan keraguannya." Inilah cara yang paling pasti untuk menyingkirkan keraguan.
Pada suatu hari Rasulullah SAW pernah menyambut undangan seorang Yahudi. Beliau memakan makanannya dan tidak bertanya apakah halal ataukah tidak? Apakah wadah-wadahnya suci ataukah tidak.
Nabi SAW dan para sahabatnya mengenakan pakaian yang diambil dari mereka, pakaian yang ditenun oleh orang-orang kafir dan wadah yang dibuat oleh mereka. Ketika kaum Muslimin berperang, mereka juga membagi-bagikan wadah, pakaian, kemudian mereka pakai semuanya. Ada riwayat yang shahih bahwa mereka juga mempergunakan air dari wadah air kaum musyrik. [Lihat Bukhari (344); Ibn Rajab, Jami' al-'Ulum wa al-Hikam,1:199.]
Sebaliknya, ada orang-orang yang sangat keras sikapnya karena berpegang kepada hadis shahih dari Nabi saw bahwasanya beliau pernah ditanya tentang bejana Ahli Kitab, yang memakan babi, dan meminum khamar.
Beliau menjawab "Jika kamu tidak menemukan yang lainnya, maka basuhlah dengan air, kemudian makanlah dengan bejana itu."[Muttafaq Alaih, diriwayatkan oleh Bukhari (5478): Muslim (1390) dari Abu Tsa'labah al-Khasyani].
Baca juga: Menilik Hadis tentang Syubhat dari Nu'man bin Basyir
(mhy)
Lihat Juga :