11 Surat Pendek untuk Anak yang Mudah Dihafal dan Diajarkan, Yuk Simak!
Jum'at, 01 November 2024 - 06:37 WIB
loading...
A
A
A
qul a’ụzu birabbin-nas
Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhannya manusia
Malikin-nas
Raja manusia
Ilāhin-nās
sembahan manusia
Min syarril-waswāsil-khannās
dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi
Allażī yuwas wisu fī ṣudụrin-nās
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia
Minal-jinnati wan-nās
Dari (golongan) jin dan manusia
Li iilaafi quraiisy
Karena kebiasaan orang-orang Quraisy
Ilaafihim rihlatasy syitaa i wash shoiif
Yaitu kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas
Falya’ buduu robba haadzal baiit.
Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka’bah)
Alladzii ath’ amahum minjuu 'iw wa aamanahum min khouf
Yang telah memberi makanan mereka dari kelaparan dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan
Alam tara kaifa fa’ala rabbuka bi`aṣ-ḥābil-fīl
Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?
A lam yaj’al kaidahum fī taḍlīl
Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?
Wa arsala ‘alaihim ṭairan abābīl
dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong
Tarmīhim biḥijāratim min sijjīl
yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar
Fa ja’alahum ka’aṣfim ma`kụl
lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)
Qul yā ayyuhal-kāfirūn
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang kafir”
Lā a‘budu mā ta‘budūn
aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
Wa lā antum ‘ābidūna mā a‘bud
Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah
Wa lā ana ‘ābidum mā ‘abattum.
Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah
Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhannya manusia
مَلِكِ النَّاسِۙ
Malikin-nas
Raja manusia
اِلٰهِ النَّاسِۙ
Ilāhin-nās
sembahan manusia
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ
Min syarril-waswāsil-khannās
dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ
Allażī yuwas wisu fī ṣudụrin-nās
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Minal-jinnati wan-nās
Dari (golongan) jin dan manusia
7. Al-Quraisy (4 ayat)
لِإِيْلٰفِ قُرَيْشٍ
Li iilaafi quraiisy
Karena kebiasaan orang-orang Quraisy
إِلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَآءِ وَالصَّيْفِ
Ilaafihim rihlatasy syitaa i wash shoiif
Yaitu kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas
فَلْيَعْبُدُوا۟ رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِ
Falya’ buduu robba haadzal baiit.
Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka’bah)
الَّذِىٓ أَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ وَءَامَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ
Alladzii ath’ amahum minjuu 'iw wa aamanahum min khouf
Yang telah memberi makanan mereka dari kelaparan dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan
8. Al-Fill (5 Ayat)
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ
Alam tara kaifa fa’ala rabbuka bi`aṣ-ḥābil-fīl
Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?
أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ
A lam yaj’al kaidahum fī taḍlīl
Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?
وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ
Wa arsala ‘alaihim ṭairan abābīl
dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong
تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ
Tarmīhim biḥijāratim min sijjīl
yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar
فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ
Fa ja’alahum ka’aṣfim ma`kụl
lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)
9. Al-Kafirun (6 ayat)
قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ
Qul yā ayyuhal-kāfirūn
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang kafir”
لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ
Lā a‘budu mā ta‘budūn
aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ
Wa lā antum ‘ābidūna mā a‘bud
Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah
وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ
Wa lā ana ‘ābidum mā ‘abattum.
Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah
Lihat Juga :