Hukum Tajwid Surat Saba Ayat 1-5, Lengkap dengan Penjelasan, Cara Membaca dan Tafsirnya

Rabu, 06 November 2024 - 09:57 WIB
loading...
A A A
وَلَاۤ اَكْبَرُ


Hukum tajwid pada kalimat diatas adalah Mad Jaiz Munfashil, sebab mad thabi’ bertemu hamzah pada lain kata. Panjang mad jaiz munfashil antara 2-5 harakat.

اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْن ۙ ٍ


Terdapat Tiga hukum tajwid pada akhir ayat ketiga surat saba : Pertama Mad thabi’i. Kedua Idgham bighunnah, sebab tanwin bertemu huruf mim. Ketiga Mad ‘aridl lissukun, sebab mad thabi’i bertemu huruf hidup kemudian bacaannya waqaf.

Ayat 4


لِّيَجْزِيَ الَّذِيْنَ


Terdapat dua hukum tajwid : Pertama Qolqolah sughra, sebab huruf Jim sukun asli. Kedua Mad thabi’i, sebab Ya disukun oleh kasrah.

اٰمَنُوا


Terdapat dua hukum tajwid yaitu mad : Pertama Mad Badal, sebab alif fathah berdiri. Panjangnya adalah 1 alif atau 2 harakat. Kedua Mad thabi’i, sebab huruf wawu disukun oleh dlommah.

وَعَمِلُوْا الصّٰلِحٰتِ ۗ 


Terdapat dua hukum tajwid : Pertama Alif lam syamsiyah, sebab alif lam bertemu huruf shad. Kedua Mad ashli.

اُولٰٓئِكَ


Hukum tajwid pada kalimat diatas adalah Mad wajib muttashil, sebab mad thabi’i bertemu hamzah dalam 1 kata. Panjang mad wajib muttashil adalah 5 harakat.

لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ


Terdapat empat hukum tajwid : Pertama Idgham mimi, sebab mim sukun bertemu huruf mim. Kedua Idgham bighunnah, sebab tanwin bertemu huruf wawu. Ketiga Ikhfa haqiqi, sebab tanwin bertemu huruf Kaf. Keempat Mad ‘aridl lissukun.

Ayat 5

وَا لَّذِيْنَ سَعَوْ فِيْۤ اٰيٰتِنَا


Terdapat empat hukum tajwid : Pertama Mad thabi’i, sebab ya disukun oleh kasrah, alif olah fathah. Kedua Huruf lin, sebab wawu disukun oleh fathah. Ketiga Mad jaiz munfashil, sebab mad thabi’i bertemu hamzah pada lain kata. Keempat Mad badal, sebab alif fathah berdiri.

مُعٰجِزِيْنَ اُولٰٓئِكَ


Terdapat dua hukum tajwid : Pertama Mad ashli. Kedua Mad wajib muttashil.

لَهُمْ عَذَا بٌ مِّنْ رِّجْزٍ اَلِيْمٌ


Terdapat enam hukum tajwid : Pertama Idzhar syafawi, sebab mim sukun bertemu huruf ‘ain. Kedua Mad thabi’i. Ketiga Idgham bila ghunnah,sebab nun sukun bertemu huruf ra. KeempatQolqolah sughra, sebab huruf jim sukun asli. Kelima Idzhar halqi, sebab tanwin bertemu huruf hamzah. Keenam Mad ‘aridl lissukun.

Tafsir Surat Saba

Ayat 1

Pada bagian pungkasan Surah al-Ahzàb Allah menegaskan pentingnya menunaikan amanat. Di sana Allah juga mengancam orang munafik dan kafir dengan azab yang pedih dan mengampuni dosa orang yang bertobat, karena Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Surah Saba’ lantas diawali dengan pujian kepada Allah, Pemilik apa saja yang ada di langit dan bumi. Segala puji bagi Allah yang memiliki, menguasai, dan mengatur apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan segala puji di akhirat juga bagi Allah karena Dialah Penguasa dan Pengendali kehidupan akhirat. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana dalam tindakan dan ciptaan-Nya, Maha Teliti sehingga mengetahui semua urusan secara rinci.

Ayat ini menegaskan bahwa Allah-lah yang berhak menerima segala pujian karena Dia yang menciptakan semua yang ada di langit dan di bumi. Dialah pemilik yang sebenarnya, tidak ada seorang pun yang bersekutu dengan Allah dalam menciptakan dan memilikinya.

Allah pula yang mengatur dan mengurusnya serta melimpahkan karunia-Nya agar semuanya berjalan dengan tertib dan teratur. Oleh sebab itu, tidak ada yang patut memperoleh pujian kecuali Allah, tidak ada yang patut disembah dan dipanjatkan doa kecuali kepada Allah. Adapun orang-orang yang menyembah dan memuja patung-patung atau yang lainnya adalah orang-orang yang tidak mempergunakan akal.

Ayat 2


Dengan kemahatelitian-Nya, Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, seperti binatang-binatang, air, dan lain-lain. Dia juga mengetahui apa yang keluar darinya seperti benih yang tumbuh, air yang memancar, dan lain-lain. Allah pun mengetahui apa yang turun dari langit seperti malaikat, hujan, dan sebagainya, dan apa yang naik kepadanya seperti uap, doa dan lain-lain. Dan Dialah Yang Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya, Maha Pengampun kepada siapa pun yang bertobat.

Pada ayat ini, Allah menjelaskan bagaimana luas dan dalamnya ilmu-Nya. Dia mengetahui semua yang masuk ke dalam bumi, semua yang keluar daripadanya, semua yang turun dari langit dan semua yang naik ke atasnya. Dengan kata-kata yang ringkas dan pendek ini, Allah menggambarkan betapa luas ilmu-Nya. Andaikata semua penghuni bumi ini menghabiskan waktunya untuk mengetahui apa yang terjadi di langit dan bumi dalam satu saat saja, niscaya mereka tidak akan sanggup mencatat untuk membuat statistiknya. Betapa banyaknya bibit dan benih tumbuh-tumbuhan yang masuk dan bersembunyi di dalam tanah. Betapa banyaknya binatang kecil seperti ulat, cacing, dan berbagai jenis serangga di dalam perut bumi yang amat luas ini. Betapa banyaknya bahan-bahan tambang yang selalu berproses dan berkembang di perut bumi seperti emas, perak, tambang minyak, gas, dan lain sebagainya.

Ayat 3


Demikianlah bukti luasnya ilmu Allah. Allah lalu menegaskan kepastian datangnya hari Kiamat, Betapapun orang kafir mengingkarinya. Dan orang-orang kafir berkata, "Hari Kiamat itu tidak akan datang kepada kami dan tidak juga kepada semua manusia." Katakanlah, wahai Nabi Muhammad! "Hari kiamat itu pasti datang, dan tidak ada seorang pun tahu kapan tepatnya. Demi tuhanku yang mengetahui yang gaib, Kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sekalipun seberat zarrah, yakni jenis terkecil dari semut atau sesuatu yang paling kecil, baik yang di langit maupun yang di bumi, yang lebih kecil dari itu atau yang lebih besar, semuanya tertulis dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfudz), yakni dalam pengetahuan Allah yang Maha luas"

Pada ayat ini, Allah menerangkan bagaimana kesesatan orang-orang kafir yang mengingkari hari Kiamat dan mengatakan bahwa hidup ini hanya sebatas di dunia saja. Mereka mengatakan bahwa kehidupan akhirat yang diberitakan Muhammad saw adalah omong kosong belaka, sesuatu yang tidak mungkin terjadi karena tubuh manusia setelah masuk kubur akan hancur luluh tidak berbekas apalagi setelah melalui masa yang panjang.

Ayat 4


Kedatangan hari Kiamat itu tiada lain agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan semasa di dunia. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia, yakni surga.
Adapun orang-orang yang beriman percaya kepada hari kebangkitan dan membuktikan keimanan mereka dengan mengerjakan amal saleh serta menjauhi perbuatan yang dilarang Allah. Mereka akan memperoleh ampunan dari Allah Yang Maha Pengampun. Allah akan mengampuni kesalahan mereka dan menghapuskan dosa mereka sesuai dengan firman-Nya:

Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah). (Hud/11: 114)

Ayat 5


Dan orang-orang yang berusaha untuk menentang ayat-ayat Kami, baik yang terbentang di alam raya maupun yang termaktub dalam Al-Qur’an, dengan anggapan mereka dapat melemahkan dan menggugurkan azab Kami—sungguh anggapan mereka salah—mereka itu pasti akan memperoleh azab sebagai hukuman atas kedurhakaan mereka, yaitu jenis azab yang sangat pedih.
Sebaliknya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah, berusaha menghalang-halangi orang lain untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mendustakan hari kebangkitan serta memperolok-olokkan orang yang mempercayainya, menyangka bahwa mereka akan luput dari azab Allah.

Karena kesombongan dan keingkaran, mereka akan memperoleh azab yang sangat pedih dan akan dilemparkan ke dalam neraka Jahim. Demikianlah hikmah kebijaksanaan dan keadilan Allah menyediakan hari kebangkitan supaya manusia menerima balasan sesuai dengan perbuatannya. Mustahil Allah akan menyamakan hamba-Nya yang berbuat baik dengan hamba-Nya yang berbuat jahat.

Itulah hukum tajwid surat saba ayat 1-5 serta tafsir yang terdapat dalam ayat tersebut. Semoga bermanfaat.MG/Salwa Puspita

Baca juga: Keistimewaan Surah Saba, Salah Satunya Terhindar dari Bencana
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Surat Al Ankabut Ayat...
Surat Al Ankabut Ayat 2-3, Mengingatkan Bahayanya Fitnah Akhir Zaman
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Surat Al Hajj Ayat 37...
Surat Al Hajj Ayat 37 : Rahasia dan Makna Sejati Ibadah Kurban
Mengintip Isi Tulisan...
Mengintip Isi Tulisan Ayat-ayat Al Quran di Kiswah Kakbah
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Perintah Haji, Beserta Hukum dan Tafsirnya
Inilah Dalil Naqli Ibadah...
Inilah Dalil Naqli Ibadah Haji dalam Beberapa Surat Al Quran dan Hadis Nabi SAW
Rekomendasi
Debu Gurun Sahara Diprediksi...
Debu Gurun Sahara Diprediksi Akan Menutupi Wilayah AS Minggu Ini
Inti Bumi Berputar Lambat,...
Inti Bumi Berputar Lambat, Ilmuwan Klaim 1 Hari Akan Bertambah Panjang
Dikaitkan dengan Kehidupan...
Dikaitkan dengan Kehidupan di Mars, Fosil Air Berusia 6 Juta Tahun Ditemukan di Italia
Artikel Terkini
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Asal-usul Nama Suro...
Asal-usul Nama Suro Asyura? Simak Penjelasannya di Sini!
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Malam 1 Suro dan Muharram:...
Malam 1 Suro dan Muharram: Sejarah, Tradisi, serta Keutamaannya dalam Islam
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Infografis
5 Negara Muslim dengan...
5 Negara Muslim dengan Kekuatan Mengerikan di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved