Masalah Takwil Menurut Kaum Kebatinan dan Sufi

Selasa, 19 November 2024 - 17:18 WIB
loading...
Masalah Takwil Menurut...
Oleh kaum Sunni istilah itu juga secara khusus digunakan untuk kelompok Islam tertentu, terutama kaum Ismaili, penganut aliran Ismailiyyah. Ilustrasi: AI
A A A
KAUMkebatinan (Ahl al-Bawathin) atau al-Bathiniyyundigunakan secara longgar untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok Islam yang orientasinya berat ke arah paham keagamaan yang lebih mengutamakan usaha menangkap makna dalam (batin) dari suatu teks atau ajaran agama.

"Karena itu istilah tersebut berlaku untuk hampir semua kelompok esoteris Islam, termasuk kaum Sufi," tulis Cendekiawan Muslim, Prof. Dr. Nurcholish Madjid, M.A. (17 Maret 1939 – 29 Agustus 2005) atau populer dipanggil Cak Nur dalam tulisannya berjudul "Masalah Tak'wil sebagai Metodologi Penafsiran Al-Quran" dalam buku "Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah" (Editor: Budhy Munawar-Rachman).

Menurutnya, oleh kaum Sunni istilah itu juga secara khusus digunakan untuk kelompok Islam tertentu, terutama kaum Isma'ili, penganut aliran Isma'iliyyah, yaitu suatu pecahan aliran Syi'ah yang muncul sesudah wafat Isma'il ibn Ja'far al-Shadiq sekitar 148 H (765 M).

Mereka juga dinamakan kaum Syi'ah Sab'iyyah (Syi'ah Tujuh), karena kepercayaan mereka pada imam-imam yang tujuh (yaitu sejak Hasan ibn 'Ali sampai Muhammad ibn Isma'il (ibn Ja'far al-Shadiq ibn Muhammad al-Baqir).

Baca juga: Kaum Sufi Maroko: Obat Penangkal Radikalisme

Dalam hal paham keimanan itu mereka berbeda dengan umumnya golongan Syi'ah Itsna 'Asy'ariyyah atau Syi'ah 12, karena kepercayaan mereka pada imam-imam yang 12 jumlahnya. Yaitu sejak dari Hasan ibn 'Ali sebagai imam pertama, melalui Ja'far al-Shadiq seperti kaum Isma'ili, tapi menyimpang ke Musa al-Kadhim ibn Jafar--dan bukannya ke Muhammad ibn Isma'il-- kemudian berakhir dengan Muhammad al-Muntadhar, yang dipercayai sekarang sedang bersembunyi dan akan kembali sebagai Imam Mahdi .

Menurut Cak Nur, adalah al-Bathiniyyun ini yang menjadi salah satu sasaran karya-karya polemis pemikir Sunni al-Ghazali dalam rangka usahanya menghancurkan filsafat. Sebab dalam melakukan takwil terhadap fakta-fakta tekstual agama, para pengikut Syi'ah Isma'iliyyah ini memang banyak sekali menggunakan sumber-sumber filsafat, khususnya Neo-Platonisme.

Mereka memang masih memiliki persamaan dengan orang-orang Muslim lain, seperti pandangan tentang kewajiban melakukan ibadat-ibadat tertentu. Tapi mereka juga berpegang pada paham tentang adanya ajaran-ajaran esoteris (bathin) yang membentuk sistem filsafat kaum Isma'ili.

Dalam gabungannya dengan semangat keagamaan mereka, sistem filsafat itu menyediakan penyimpangan kandungan batin ajaran-ajaran agama yang antara lain, bagi mereka, memberi dukungan pada usaha pembuktian bahwa lembaga imamat (keimaman) adalah langsung dari Tuhan.

Baca juga: Instruksi dan Tradisi Chisytiyah: Misteri Kaum Sufi?

Pembuktian itu diperoleh antara lain karena doktrin, semua ajaran agama (Islam) selalu mengandung makna lahir dan makna batin. Tapi karena orang awam, seperti juga menjadi pandangan kaum filsuf, tak mampu menangkap makna batin yang sulit itu, malah berbahaya bagi mereka, maka makna batin itu ditujukan hanya pada orang-orang istimewa tertentu saja.

Makna dan kebenaran agama, khususnya kandungan al-Qur'an, yang tersembunyi dan dirahasiakan itu hanya diberikan Nabi kepada 'Ali, kemenakan, menantu dan sahabat yang menjadi kepercayaan beliau. Maka hanya mereka yang memiliki kemampuan spiritual yang tinggi sajalah yang mampu mengakui peranan khusus 'Ali, dan hanya mereka inilah yang dapat menangkap makna-makna batiniah agama.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Momen Vicky Shu Belajar...
Momen Vicky Shu Belajar Al-Fatihah Bahasa Isyarat Bersama Disabilitas Tunarungu
Berapa Lama Seluruh...
Berapa Lama Seluruh Ayat Al Quran Diturunkan? Ini Fakta di Balik 22 Tahun Perjalanannya!
Dukung Pemenuhan Kebutuhan...
Dukung Pemenuhan Kebutuhan Al-Qur'an, Sinar Mas Wakafkan 2.000 Mushaf kepada ICMI
Ijtimak Ulama Hasilkan...
Ijtimak Ulama Hasilkan Delapan Rekomendasi Penyempurnaan Tafsir Al-Quran Kemenag
Gelar Uji Publik Penyempurnaan...
Gelar Uji Publik Penyempurnaan Tafsir Al Qur’an, Kemenag: Menjawab Kebutuhan Umat
Tadabur 10 Ayat Terakhir...
Tadabur 10 Ayat Terakhir Surat An-Nazi’at: Perbedaan Kehidupan Penghuni Neraka dan Surga
Rekomendasi
Sejarah dan Asal Usul...
Sejarah dan Asal Usul Pemalang, Kabupaten yang Terkait Kejayaan Kesultanan Mataram Islam
Ketika AI Mulai Melakukan...
Ketika AI Mulai Melakukan Penelitian Ilmiah, Gimana dengan Ilmuwan?
Apakah Ada Gunung Pelangi...
Apakah Ada Gunung Pelangi di Indonesia? Ternyata Ada di Daerah Ini
Artikel Terkini
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Infografis
Fakta Putin Sangat Menghargai...
Fakta Putin Sangat Menghargai dan Ramah Terhadap Umat Islam Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved