Kisah Sufi: Jalan yang Ditempuh Sungai Kehidupan Terpatri di Atas Pasir

Rabu, 20 November 2024 - 19:33 WIB
loading...
Kisah Sufi: Jalan yang...
Sungai itu yakin bahwa sudah takdir baginya untuk melintasi gurun itu, tetapi sejauh ini usahanya gagal. Ilustrasi: Ist
A A A
SEBUAHsungai, dari sumbernya di pegunungan yang nun jauh di sana, mengalir melewati berbagai pelosok negeri hingga akhirnya sampai di gurun pasir. Sama seperti ketika ia menyeberangi setiap rintangan sebelumnya, ia mencoba yang satu ini, namun sia-sia sebab secepat ia berlari menuju pasir, secepat itu pula airnya lenyap.

Sungai itu yakin bahwa sudah takdir baginya untuk melintasi gurun itu, tetapi sejauh ini usahanya gagal. Lalu, terdengarlah suara teredam berbisik, datangnya dari arah gurun: "Angin bisa menyeberangi gurun, sungai pun bisa."

Sungai tidak sepakat, sebab keluhnya: meski dengan cepat ia menyeberangi pasir, ia mendapati dirinya hanya terserap; angin bisa terbang melintas, itu sebabnya angin bisa menyeberang.

"Dengan caramu menyeberang selama ini engkau takkan bisa melewati gurun. Kalau tidak lenyap, paling-paling engkau akan jadi rawa-rawa. Biarkan angin membawamu menyeberang, menuju sasaranmu."

Tetapi bagaimana hal itu mungkin terjadi? "Dengan memasrahkan dirimu menguap bersama angin."

Baca juga: Kisah Sufi: Ketika Setan Kehilangan Pekerjaan

Sungai itu menolak gagasan itu. Bagaimanapun, sebelumnya ia belum pernah terserap oleh angin. Ia tak mau kehilangan dirinya. Lagipula, sekali dirinya hilang, siapa yang bisa memastikan ia akan memperolehnya kembali?

"Angin," kata pasir itu, "memerankan fungsi semacam itu. Ia mengangkat air, membawanya melintasi gurun, dan lalu menjatuhkannya kembali. Jatuh sebagai hujan, air itu pun akan menjadi sungai."

"Bagaimana saya bisa percaya bahwa perkataanmu benar adanya?"

"Begitulah kebenarannya, dan jika engkau tidak percaya, toh engkau tetap akan jadi rawa-rawa yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun; tentu saja saat itu engkau tidak menjadi sebuah sungai."

"Tetapi, bisakah aku tetap seperti sungai, seperti keadaanku kini?"

"Sayangnya engkau tidak bisa," kata bisikan itu. "Bagian esensimu terbawa pergi dan membentuk sungai lagi. Engkau disebut sungai hari ini sebab engkau tidak tahu bagian mana dari dirimu yang merupakan essensi."

Mendengar hal itu, sesuatu gema muncul dalam benak sungai itu. Samar-samar, ia ingat suatu keadaan di mana dirinya --atau sebagian dirinya?-- berada dalam pelukan angin. Ia juga ingat --atau tidakkah?-- bahwa hal itulah yang nyata, bukan yang seharusnya, terjadi.

Baca juga: Kisah Sufi, Putri yang Tidak Patuh

Lalu, sungai itu melepaskan uap-uapnya ke dalam lengan angin yang menyambut, yang dengan lembut dan ringan mengangkatnya dan menerbangkannya. Setelah sampai di puncak gunung nun jauh di sana, angin menjatuhkannya perlahan kembali ke tanah. Sungai itu merekam kuat di dalam benaknya semua rinci pengalaman itu, sebab sebelumnya ia telah ragu. Ia merenungkannya, "Ya, sekarang aku telah mengenal jati diriku sebenarnya."

Sungai itu mendapat pelajaran. Namun, itu berbisik: "Kami tahu, sebab kami melihatnya terjadi hari demi hari; dan sebab kami, pasir, membentang dari tepi sungai gunung."

Dan itulah sebabnya dikatakan bahwa jalan yang ditempuh oleh Sungai Kehidupan dalam pengembaraannya terpatri di atas pasir.

***

Idries Shah dalam bukunya berjudul "Tales of The Dervishes" yang diterjemahkanAhmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi" menyebutkisah indah ini hidup dalam tradisi lisan pelbagai bahasa, hampir selalu dituturkan di kalangan para darwis dan murid-muridnya.

Kisah ini disinggung dalam buku Sir Fairfax Cartwright,Mystic Rose from Garden of the King, terbit di Inggris tahun 1899. Versi ini berasal dari Awad Afifi, seorang Tunisia, yang wafat tahun 1870.

Baca juga: Kisah Sufi: Berharga dan Tak Berharga
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Ukuran Gerbang Neraka...
Ukuran Gerbang Neraka Siberia Terdeteksi Bertambah 3 Kali Lipat
Inti Bumi Berputar Lambat,...
Inti Bumi Berputar Lambat, Ilmuwan Klaim 1 Hari Akan Bertambah Panjang
Harta Karun Pembawa...
Harta Karun Pembawa Kutukan Paling Mematikan di Dunia
Artikel Terkini
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Tasyabbuh dengan...
Jangan Tasyabbuh dengan Tahun Baru Masehi, Ini Adab Menyambut 1 Muharram Menurut Ulama
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved