7 Isi Kandungan Surat Al-Maidah Ayat 11-20 yang Bermanfaat untuk Dipahami

Minggu, 24 November 2024 - 15:10 WIB
loading...
A A A
Terakhir pada bagian “Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Menurut Ibnu Jarir, makna ayat ini adalah "sesungguhnya Aku berkuasa untuk menghukum orang-orang yang durhaka terhadap-Ku dan berkuasa untuk memberi pahala orang orang yang taat kepadaKu."

7. Kisah Bani Israil Menolak Perintah Memasuki Tanah Suci

Terakhir, kandungan surat Al-Maidah memiliki kisah bani israil yang menolak perintah memasuki tanah suci. Hal ini dapat dilihat pada ayat ke 21-25.

Al-Maidah (5:21)

يَـٰقَوْمِ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْأَرْضَ ٱلْمُقَدَّسَةَ ٱلَّتِى كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا۟ عَلَىٰٓ أَدْبَارِكُمْ فَتَنقَلِبُوا۟ خَـٰسِرِينَ


Artinya :
“Wahai kaumku! Masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu,1 dan janganlah kamu berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang yang rugi.”

Al-Maidah (5:22)

قَالُوا۟ يَـٰمُوسَىٰٓ إِنَّ فِيهَا قَوْمًۭا جَبَّارِينَ وَإِنَّا لَن نَّدْخُلَهَا حَتَّىٰ يَخْرُجُوا۟ مِنْهَا فَإِن يَخْرُجُوا۟ مِنْهَا فَإِنَّا دَٰخِلُونَ


Artinya :
“Mereka berkata, "Wahai Musa! Sesungguhnya di dalam negeri itu ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam, kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya. Jika mereka keluar dari sana, niscaya kami akan masuk."”

Al-Maidah (5:23)

قَالَ رَجُلَانِ مِنَ ٱلَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمَا ٱدْخُلُوا۟ عَلَيْهِمُ ٱلْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَـٰلِبُونَ ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَتَوَكَّلُوٓا۟ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ


Artinya :
“Berkatalah dua orang laki-laki di antara mereka yang bertakwa, yang telah diberi nikmat oleh Allah, "Serbulah mereka melalui pintu gerbang (negeri) itu. Jika kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu benar-benar orang-orang beriman."”

Al-Maidah (5:24)

قَالُوا۟ يَـٰمُوسَىٰٓ إِنَّا لَن نَّدْخُلَهَآ أَبَدًۭا مَّا دَامُوا۟ فِيهَا ۖ فَٱذْهَبْ أَنتَ وَرَبُّكَ فَقَـٰتِلَآ إِنَّا هَـٰهُنَا قَـٰعِدُونَ


Artinya :
“Mereka berkata, "Wahai Musa! Sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap (menanti) di sini saja."”

Al-Maidah (5:25)

قَالَ رَبِّ إِنِّى لَآ أَمْلِكُ إِلَّا نَفْسِى وَأَخِى ۖ فَٱفْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ ٱلْقَوْمِ ٱلْفَـٰسِقِينَ


Artinya :
“Dia (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, aku hanya menguasai diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu."”

Dalam tafsiran Ibnu Katsir, Nabi Musa diperintahkan untuk memimpin kaumnya memasuki tanah yang telah ditentukan Allah, yang diungkapkan dalam ayat ini sebagai "tanah suci". Ayat 21 juga mengingatkan Bani Israil untuk tidak mundur dari perintah tersebut karena takut musuh, karena jika mereka melakukannya, mereka akan rugi.

Selanjutnya Kaum Bani Israil menanggapi perintah Musa dengan rasa takut dan alasan mereka tidak bisa memasuki negeri tersebut, karena ada orang-orang yang sangat kuat dan perkasa di dalamnya.

Tanggapan datang dari dua orang yang takut kepada Allah dan mendapatkan nikmat dari-Nya, yaitu Yusya' bin Nun dan Kalib bin Yufana. Mereka mengingatkan Bani Israil bahwa jika mereka memasuki kota dan bertawakal kepada Allah, mereka akan menang.

Namun, meskipun ada dorongan dari dua orang yang beriman, Bani Israil tetap menolak untuk bertindak. Mereka mengatakan kepada Nabi Musa untuk pergi berperang bersama Allah, sementara mereka hanya akan menunggu.

Tafsiran ini menggambarkan bagaimana Nabi Musa merasa sangat kecewa dengan sikap kaumnya yang enggan berjuang. Cerita ini menjadi pelajaran tentang pentingnya keberanian, keteguhan hati, dan kepercayaan kepada Allah dalam menghadapi ujian dan perjuangan.

Ketidakmauan mereka untuk berperang menyebabkan keterlambatan bagi kaum Bani Israil dalam memperoleh warisan tanah yang telah dijanjikan Allah kepada mereka.

Sebagai penutup, kandungan Surat Al-Maidah ayat 11 hingga 20 memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi umat Islam.

Ayat-ayat ini mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat Allah, menjaga perjanjian, menghindari perpecahan, dan berpegang teguh pada ajaran Islam yang murni. Selain itu, ayat-ayat ini juga mempertegas pentingnya keimanan yang tulus, serta menunjukkan bahwa kekuasaan Allah SWT adalah mutlak atas segala sesuatu.

Dengan memahami dan mengamalkan pesan-pesan ini dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat hidup lebih sesuai dengan syariat Allah, mendapatkan perlindungan-Nya, serta mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.MG/ Raffirabbani Panatamahdi Adizaputra

Baca juga: Manfaat dan Keindahan dalam Kehidupan Menurut Al-Qur'an
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Surat Al Ankabut Ayat...
Surat Al Ankabut Ayat 2-3, Mengingatkan Bahayanya Fitnah Akhir Zaman
Inilah Dalil Naqli Ibadah...
Inilah Dalil Naqli Ibadah Haji dalam Beberapa Surat Al Quran dan Hadis Nabi SAW
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Aniaya dan Zalim Terhadap Diri Sendiri
Ayat-Ayat Al-Quran Tentang...
Ayat-Ayat Al-Quran Tentang Azab Terhadap Suatu Kaum
Kisah Bani Israil dalam...
Kisah Bani Israil dalam Al Quran, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Rekomendasi
Teonimanu Daratan Misterius...
Teonimanu Daratan Misterius di Kepulauan Solomon yang Dipercaya Penyelamat Bumi
Arkeolog Temukan Sisa-sisa...
Arkeolog Temukan Sisa-sisa Pemukiman Bangsa Viking di Gereja Naur
Terdengar Suara seperti...
Terdengar Suara seperti Jeritan dari Neraka, Rusia Tutup Lubang Terdalam
Artikel Terkini
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Infografis
7 Ilmuwan Islam Paling...
7 Ilmuwan Islam Paling Berpengaruh Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved