Gerakan Muhammadiyah Meniru Protestan? Al-Qur'an Paralel dengan Kemanusiaan

Rabu, 04 Desember 2024 - 06:11 WIB
loading...
A A A
Sementara ide-ide pragmatis dan humanis yang mendasari seluruh kerja sosialnya adalah khas dari Kiai Ahmad Dahlan sendiri.

Kiai Ahmad Dahlan, bukan seorang pengusaha batik, walaupun dalam beberapa perjalanan dakwahnya ke berbagai daerah diberitakan membawa dagangan.

Kerja keras Kiai Dahlan bukan dilakukan untuk memperoleh kekayaan, tapi dalam meletakkan akar fundamental gerakan Muhammadiyah.

Dalam beberapa kasus pendiri Muhammadiyah itu melelang hampir seluruh harta-benda miliknya hingga tersisa beberapa pakaian dan perkakas dapur.

Semangat membela kaum miskin dan tertindas, serta rendahnya Tingkat pendidikan pemeluk Islam yang seperti dininabobokkan kepercayaan atas takdir seperti mendasari seluruh kerja kerasnya melalui Muhammadiyah menggerakkan semua lapisan sosial mengubah nasib sosial pemeluk Islam di negeri ini berdasar prinsip cinta-kasih.

Baca juga: Kisah Kiai Ahmad Dahlan Merombak Ruang Tamu Rumahnya Menjadi Ruang Kelas

Gerakan yang dipelopori Kiai Ahmad Dahlan lebih merupakan suatu praktik dari pragmatisasi humanis yang diletakkan di atas dasar etika puritan yang berkali-kali ia sebut sebagai tafsir Alquran dengan akal suci.

Dalam mengembangkan berbagai kerja sosial, Kiai Dahlan belajar pada pengalaman kaum Kristiani dengan melibatkan elite intelektual Jawa dan intelektual asing, terutama Belanda yang beragama Nasrani dan datang ke negeri ini sebagai bagian dari kebijakan politik Pemerintah Kolonial ketika itu.

Dr. Soetomo, priayi Jawa, begitu tertarik dengan kerja sosial Muhammadiyah dan terlibat aktif dalam kegiatan kesehatan.

Walaupun awam dalam ilmu keagamaan dokter ini kemudian diangkat sebagai Penasihat Muhammadiyah khusus untuk bidang medis dan kesehatan. Bersama dokter-dokter Belanda mereka bersedia bekerja di Rumah Sakit Muhammadiyah tanpa menerima gaji.

Seorang penulis Serat Syech Siti Jenar yang terkenal itu, Brotokesowo, pernah diangkat sebagai anggota panitia verifikasi komisi di dalam Kongres Muhammadiyah 1924, setahun sesudah Kiai Dahlan wafat. Seluruhnya dilakukan bagi kepentingan pragmatisasi humanis ajaran Islam tersebut.

Baca juga: Kiai Hasyim Memanggil Kiai Dahlan dengan Panggilan Mas...
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Momen Vicky Shu Belajar...
Momen Vicky Shu Belajar Al-Fatihah Bahasa Isyarat Bersama Disabilitas Tunarungu
Gelar Salat Idulfitri...
Gelar Salat Idulfitri 1447 H, Gedung PP Muhammadiyah Menteng Dipadati Jemaah
Berapa Lama Seluruh...
Berapa Lama Seluruh Ayat Al Quran Diturunkan? Ini Fakta di Balik 22 Tahun Perjalanannya!
Muhammadiyah Tetapkan...
Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 2026 pada Jumat 20 Maret
Dukung Pemenuhan Kebutuhan...
Dukung Pemenuhan Kebutuhan Al-Qur'an, Sinar Mas Wakafkan 2.000 Mushaf kepada ICMI
Muhammadiyah Tetapkan...
Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Besok, Simak Penjelasannya
Rekomendasi
Malam Ini Puncak Hujan...
Malam Ini Puncak Hujan Meteor Eta Aquarid, Bisa Dilihat di Indonesia?
Bergoyang selama 8,5...
Bergoyang selama 8,5 Tahun, Ilmuwan Klaim Inti Bumi Tidak Sejajar
Runtuhan Magnetar Bakal...
Runtuhan Magnetar Bakal Timbulkan Percikan Cahaya di Langit
Artikel Terkini
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Libatkan Anak...
Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Mengenal Keutamaan Puasa...
Mengenal Keutamaan Puasa Asyura, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
Infografis
Ini Perintah dalam Al-Quran...
Ini Perintah dalam Al-Quran Kaum Muslim Wajib Membela Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved