3 Jenis Dusta yang Diperbolehkan Dalam Syariat, Apa Saja?

Senin, 31 Agustus 2020 - 21:10 WIB
loading...
3 Jenis Dusta yang Diperbolehkan...
Pada dasarnya dusta (bohong) adalah perbuatan yang diharamkan, namun diperbolehkan dalam keadaan tertentu. Foto/Ist
A A A
Pada dasarnya dusta (bohong) adalah perbuatan yang diharamkan, bahkan termasuk salah satu dosa besar. Namun, pada kondisi tertentu ucapan dusta diperbolehkan oleh syariat.

Ustaz Rikza Maulan , Dai yang juga Dewan Dewan Pengawas Syariah Rumah Zakat menukil sebuah Hadis Nabi yang diriwayatkan Imam Muslim. (Baca Juga: 3 Hal yang Disukai Allah dan 3 Perkara yang Dibenci-Nya )

عن أُمّ كُلْثُومٍ بِنْتَ عُقْبَةَ بْنِ أَبِي مُعَيْطٍ أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ لَيْسَ الْكَذَّابُ الَّذِي يُصْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ وَيَقُولُ خَيْرًا وَيَنْمِي خَيْرًا (رواه مسلم)

Dari Ummu Kultsum bin 'Uqbah bin Abu Mu'aith RA bahwasanya ia mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Bukanlah termasuk pendusta: orang yang mendamaikan pihak-pihak yang sedang bertikai, orang yang berkata demi kebaikan, dan orang yang membangkitkan (mengingatkan) kebaikan." (HR. Muslim, Hadits No 4717)

(Baca Juga: Awal Pekan Ini Positif Covid-19 di Jakarta Capai 1.029 Orang )

Ustaz Rikza Maulan mengatakan, larangan berdusta digambarkan dalam riwayat dari Abu Bakrah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Maukah aku beritahukan kepada kalian dosa besar yang paling besar?" Yaitu tiga perkara, (1) menyekutukan Allah, (2) mendurhakai kedua ibu bapak, dan (3) bersaksi palsu atau kata-kata palsu. Saat itu beliau sedang bersandar lalu duduk. Beliau terus mengulangi sabdanya sehingga kami berkata, 'Semoga beliau berhenti'." (HR. Muslim, Hadits No 126).

Namun ada kondisi-kondisi tertentu dimana perkataan yang mengandung dusta masih diperbolehkan. Imam Az-Zuhri (perawi hadits di atas) mengemukakan:

قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَلَمْ أَسْمَعْ يُرَخَّصُ فِي شَيْءٍ مِمَّا يَقُولُ النَّاسُ كَذِبٌ إِلَّا فِي ثَلَاثٍ الْحَرْبُ وَالْإِصْلَاحُ بَيْنَ النَّاسِ وَحَدِيثُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ وَحَدِيثُ الْمَرْأَةِ زَوْجَهَا

Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata: 'Saya tidak pernah mendengar diperbolehkannya dusta yang diucapkan oleh manusia kecuali dalam tiga hal, yaitu: (1) dusta dalam peperangan (2) dusta untuk mendamaikan pihak-pihak yang sedang bertikai, dan (3) dusta suami terhadap istri atau istri terhadap suami (untuk meraih kebahagiaan atau menghindari keburukan). (HR. Muslim No 4717).

(Baca Juga: Indonesia Panaskan Perang Drone Militer Masa Depan )

Yang perlu menjadi catatan adalah bahwa dusta yang diperbolehkan dalam hadis di atas adalah dusta dalam arti permainan kata (tauriyah). Yaitu menampakkan kepada yang diajak bicara tidak sesuai kenyataan, namun sesungguhnya pernyataan yang diungkap itu adalah benar. (Baca Juga: Besarnya Dosa Berdusta Atas Nama Nabi Muhammad SAW )

Di dalam Kitab Syarah Muslim, Imam An-Nawawi menyatakan, "Maksud dusta suami kepada istri dan sebaliknya adalah dusta ketika menampakkan cinta kasih dan ketika berjanji pada perkara yang tidak wajib atau sejenisnya. Adapun dusta di antara suami dengan maksud menipu untuk mendapatkan perkara yang bukan haknya, maka dusta seperti ini hukumnya haram berdasarkan ijma' kaum muslim."

Demikian juga dusta untuk mengislah (mendamaikan) dua pihak yang sedang bertikai, misalnya dengan mengatakan, "Si A yang kamu benci, sebenarnya sering mendoakanmu". Ungkapan itu dumaksudkan agar pihak yang bertikai dapat mereda emosinya dan saling bermaafan.

Maqashid atau filosofi dari diperbolehkannya dusta (tauriyah) seperti ini adalah untuk menghindarkan dari mafsadat (kerusakan dan kehancuran). Seperti permusuhan antara sesama kaum muslimin, atau perceraian anatara suami istri, atau merajalelanya kezaliman. Karena jika hal itu terjadi, tentu mudharat dan dampaknya akan lebih besar. Oleh karena itulah dalam syariah menghilangkan kemungkaran lebih diprioritaskan dibandingkan mendatangkan kemanfaatan:

درء المفاسد مقدم من جلب المصالح

"Menghilangkan kemafsadatan harus lebih didahulukan dari pada mendatangkan kemaslahatan". (Baca Juga: 3 Dosa yang Paling Dimurkai Allah Ta'ala, Apa Saja? )

(Baca Juga: BPS Ungkap 51,4 Juta Penduduk Ikut Sensus Secara Online )

Wallahu Ta'ala A'lam
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Selain Al Quran, Inilah...
Selain Al Quran, Inilah 5 Hadis Tentang Perintah Haji
Inilah Dalil Naqli Ibadah...
Inilah Dalil Naqli Ibadah Haji dalam Beberapa Surat Al Quran dan Hadis Nabi SAW
Dalil Perintah Kurban...
Dalil Perintah Kurban dan Aqiqah dalam Al Quran serta Hadis
Kumpulan Hadis Nabi...
Kumpulan Hadis Nabi SAW Tentang Huruhara Akhir Zaman
Huru-hara di Ambang...
Huru-hara di Ambang Kiamat : Nubuat Nabi SAW Mulai Terbukti?
Rekomendasi
Fenomena Langit Misterius:...
Fenomena Langit Misterius: Garis-garis Api Menggemparkan India
60 Spesies Baru Ditemukan...
60 Spesies Baru Ditemukan di Bawah Laut Pulau Paskah
Kerangka Manusia Purba...
Kerangka Manusia Purba dengan Kondisi Terawetkan Sempurna Ditemukan di Irak
Artikel Terkini
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Selamat Tahun Baru Islam...
Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Berikut Keutamaan Muharram
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Asal-usul Nama Suro...
Asal-usul Nama Suro Asyura? Simak Penjelasannya di Sini!
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Malam 1 Suro dan Muharram:...
Malam 1 Suro dan Muharram: Sejarah, Tradisi, serta Keutamaannya dalam Islam
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved