Perbedaan dan Arti Tafakur, Taddabur, serta Tasyakur
Selasa, 10 Desember 2024 - 11:36 WIB
loading...
A
A
A
Sementara istilah “Taddabur Al Quran” bermakna suatu usaha untuk memikirkan, menghayati, dan memahami setiap ayat di dalam Al Quran. Para ulama menjelaskannya sebagai kegiatan merenungkan lafal-lafal Al Quran hingga sampai pada kandungan-kandungan maknanya. Tadabur Al Quran dilakukan dengan mengetahui arti, memahami tafsir, kemudian merenungkan pelajaran yang bisa diambil.
Dalil tentang Perintah Tadddabur
Perintah untuk mentadaburi Al Quran diturunkan ketika Allah bertanya kepada kaum kafir dan kaum munafik, mengapa mereka tidak merenungkan (mentadabur) Al Quran yang merupakan kitab yang mulia. Ada beberapa ayat yang memerintahkan tadabur, di antaranya:
“Maka apakah mereka tidak merenungkan Al-Quran? Kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya” (QS.An Nisa: 82).
“Ini adalah sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka merenungkan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran (yang baik)” (QS.Shad: 29)
Ayat-ayat tentang taddabur diturunkan bagi kaum kafir yang masih menolak Al Quran. Namun kaum muslimin juga tidak lepas dari perintah untuk mentaddaburi Al Quran. Melakukan tadabur di segala hal, terutama pada Al Quran, akan membuat seorang muslim semakin dekat dengan Allah.
Selain memudahkan kaum muslim memahami ayat-ayat Allah, manfaat taddabur lainnya adalah:
a.Membuat hati semakin lembut
b.Menjadikan ibadah semakin khusyuk
c. Menambah iman
d.Membuat hati menjadi tenang dan bahagia
Para ulama menjelaskan bahwa bersyukur kepada Allah berarti mengakui dan menunjukkan adanya nikmat Allah dalam dirinya. Bersyukur bisa diungkapkan dengan lisan, maupun lewat hati. Bersyukur dengan lisan berarti mengucapkan terima kasih atas nikmat Allah, disertai dengan pujian kepada-Nya. Sementara bersyukur yang diungkapkan dengan hati dilakukan dengan pengakuan atas nikmat-nikmat Allah, yang disertai dengan bertambahnya kecintaan dan ketaqwaan kepada Allah.
Dalil tentang Perintah Tadddabur
Perintah untuk mentadaburi Al Quran diturunkan ketika Allah bertanya kepada kaum kafir dan kaum munafik, mengapa mereka tidak merenungkan (mentadabur) Al Quran yang merupakan kitab yang mulia. Ada beberapa ayat yang memerintahkan tadabur, di antaranya:
اَفَلَا يَتَدَبَّرُوۡنَ الۡقُرۡاٰنَؕ وَلَوۡ كَانَ مِنۡ عِنۡدِ غَيۡرِ اللّٰهِ لَوَجَدُوۡا فِيۡهِ اخۡتِلَافًا كَثِيۡرًا
“Maka apakah mereka tidak merenungkan Al-Quran? Kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya” (QS.An Nisa: 82).
“Ini adalah sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka merenungkan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran (yang baik)” (QS.Shad: 29)
Ayat-ayat tentang taddabur diturunkan bagi kaum kafir yang masih menolak Al Quran. Namun kaum muslimin juga tidak lepas dari perintah untuk mentaddaburi Al Quran. Melakukan tadabur di segala hal, terutama pada Al Quran, akan membuat seorang muslim semakin dekat dengan Allah.
Selain memudahkan kaum muslim memahami ayat-ayat Allah, manfaat taddabur lainnya adalah:
a.Membuat hati semakin lembut
b.Menjadikan ibadah semakin khusyuk
c. Menambah iman
d.Membuat hati menjadi tenang dan bahagia
3. Tasyakur
Tasyakur berarti mensyukuri nikmat-nikmat yang Allah berikan. Kemampuan untuk mentasyakuri nikmat Allah merupakan buah dari aktivitas tafakur dan tadabur seseorang.Para ulama menjelaskan bahwa bersyukur kepada Allah berarti mengakui dan menunjukkan adanya nikmat Allah dalam dirinya. Bersyukur bisa diungkapkan dengan lisan, maupun lewat hati. Bersyukur dengan lisan berarti mengucapkan terima kasih atas nikmat Allah, disertai dengan pujian kepada-Nya. Sementara bersyukur yang diungkapkan dengan hati dilakukan dengan pengakuan atas nikmat-nikmat Allah, yang disertai dengan bertambahnya kecintaan dan ketaqwaan kepada Allah.
Lihat Juga :