Doa setelah Salat Witir Sesuai Sunah Nabi Muhammad SAW
Jum'at, 13 Desember 2024 - 20:11 WIB
loading...
Maha Suci Raja Yang Maha Suci. Kemuliaan bagi Tuhan kami, Tuhan semua malaikat dan roh. Ilustrasi: AI
A
A
A
Salat witir adalah salat sunah yang bilangan rakaatnya ganjil, yaitu dari 1 rakat, 3, 5 sampai paling banyak adalah 11 rakaat dalam semalam. Selama bulan Ramadan, salat witir biasanya dikerjakan setelah salat tarawih , sebanyak 3 rakaat dengan dua kali salam.
Kebanyakan ulama sepakat salat witir hukumnya sunah muakkadah, salat sunah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Salat witir termasuk salat sunah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi Muhammad SAW. Bahkan Beliau mewasiatkan kepada sahabat Abu Hurairah agar selalu melaksanakan salat witir. Dalam sebuah hadis riwayat imam Muslim dari Abu Hurairah , dia berkata:
“Kekasihku, Nabi Muhammad SAW mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, salat dhuha dua rakaat dan salat witir sebelum tidur.”
Tentang waktu pelaksanaan salat witir ulama fiqih sepakat bahwa pelaksanaannya dimulai setelah melaksanakan salat isya sampai terbitnya fajar subuh.
Baca juga: Doa-doa Agar Diberi Kemudahan Rezeki
Dengan demikian, meski sudah tiba waktu salat Isya akan tetapi belum melaksanakan salat isya, maka tidak boleh melaksanakan salat witir.
Hal ini karena waktu salat witir dimulai setelah melaksanakan salat isya, bukan hanya semata waktu salat isya sudah tiba.
Dalam pelaksanaan salat witir sendiri terdapat kelonggaran sesuai dengan kemampuan masing-masing orang. Bila khawatir tidak mampu melaksanakan di akhir malam, maka hendaknya melaksanakan di awal malam. Namun lebih baik dan lebih utama salat witir dilaksanakan di akhir malam.
Jumlah rakaat salat witir paling sedikit satu rakaat, sedangkan paling banyak adalah sebelas rakaat. Rakaat salat witir harus ganjil dan tidak boleh genap; satu rakaat, tiga rakaat, lima rakaat, tujuh rakaat, sembilan rakaat atau sebelas rakaat
Dalil pelaksanaan shalat witir adalah sabda Rasulullah yaitu:
Kebanyakan ulama sepakat salat witir hukumnya sunah muakkadah, salat sunah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Salat witir termasuk salat sunah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi Muhammad SAW. Bahkan Beliau mewasiatkan kepada sahabat Abu Hurairah agar selalu melaksanakan salat witir. Dalam sebuah hadis riwayat imam Muslim dari Abu Hurairah , dia berkata:
“Kekasihku, Nabi Muhammad SAW mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, salat dhuha dua rakaat dan salat witir sebelum tidur.”
Tentang waktu pelaksanaan salat witir ulama fiqih sepakat bahwa pelaksanaannya dimulai setelah melaksanakan salat isya sampai terbitnya fajar subuh.
Baca juga: Doa-doa Agar Diberi Kemudahan Rezeki
Dengan demikian, meski sudah tiba waktu salat Isya akan tetapi belum melaksanakan salat isya, maka tidak boleh melaksanakan salat witir.
Hal ini karena waktu salat witir dimulai setelah melaksanakan salat isya, bukan hanya semata waktu salat isya sudah tiba.
Dalam pelaksanaan salat witir sendiri terdapat kelonggaran sesuai dengan kemampuan masing-masing orang. Bila khawatir tidak mampu melaksanakan di akhir malam, maka hendaknya melaksanakan di awal malam. Namun lebih baik dan lebih utama salat witir dilaksanakan di akhir malam.
Jumlah rakaat salat witir paling sedikit satu rakaat, sedangkan paling banyak adalah sebelas rakaat. Rakaat salat witir harus ganjil dan tidak boleh genap; satu rakaat, tiga rakaat, lima rakaat, tujuh rakaat, sembilan rakaat atau sebelas rakaat
Dalil pelaksanaan shalat witir adalah sabda Rasulullah yaitu:
Lihat Juga :