Khasiat Surat At-Taha, Ikhtiar untuk Melembutkan Hati yang Keras
Jum'at, 20 Desember 2024 - 18:42 WIB
loading...
A
A
A
"Dan barang siapa bertujuan untuk mendamaikan di antara orang-orang yang saling bermusuhan maka mereka akan damai; dan barang siapa membawanya di antara dua pasukan maka mereka akan bercerai-berai," ujar Al-Muqaddam.
Selanjutnya, barang siapa yang menulisnya dan meminumnya lalu dia menemui penguasa maka dia akan aman dari gangguannya.
Surat Al-Thaha juga dipercaya bisa digunakan untuk wasilah doa agar melembutkan hati. Bagi seseorang yang merasa hatinya keras, atau ada seseorang yang saudara atau sahabatnya memiliki hati yang keras, maka dapat dibacakan ayat 1-5 dari Surat Thaha. Konon, kisah masuknya Umar bin Khattab terkait dengan Surah Thaha.
Kitab Tsawabul- A'mal menyebut dari Abi Abdullah telah berkata, "Janganlah kalian bosan membaca Surat Thaha, karena sesungguhnya Allah mencintainya dan mencintai yang membacanya. Barang siapa yang membacanya dengan istikamah, maka Allah akan memberikan kitab (catatan amal perbuatan) dengan tangan kanannya di hari kiamat, Allah tidak menghisabnya atas apa yang dilakukannya setelah Islam, dan memberinya pahala di akhirat hingga ia merasa ridh."
Baca juga: Surat Thaha 85-98: Kisah Pengkhianatan Samiri dan Kemarahan Nabi Musa
Selanjutnya, barang siapa yang menulisnya dan meminumnya lalu dia menemui penguasa maka dia akan aman dari gangguannya.
Surat Al-Thaha juga dipercaya bisa digunakan untuk wasilah doa agar melembutkan hati. Bagi seseorang yang merasa hatinya keras, atau ada seseorang yang saudara atau sahabatnya memiliki hati yang keras, maka dapat dibacakan ayat 1-5 dari Surat Thaha. Konon, kisah masuknya Umar bin Khattab terkait dengan Surah Thaha.
Kitab Tsawabul- A'mal menyebut dari Abi Abdullah telah berkata, "Janganlah kalian bosan membaca Surat Thaha, karena sesungguhnya Allah mencintainya dan mencintai yang membacanya. Barang siapa yang membacanya dengan istikamah, maka Allah akan memberikan kitab (catatan amal perbuatan) dengan tangan kanannya di hari kiamat, Allah tidak menghisabnya atas apa yang dilakukannya setelah Islam, dan memberinya pahala di akhirat hingga ia merasa ridh."
Baca juga: Surat Thaha 85-98: Kisah Pengkhianatan Samiri dan Kemarahan Nabi Musa
(mhy)
Lihat Juga :