Yesus dari Sudut Pandang Yahudi, Kristen dan Islam
Senin, 23 Desember 2024 - 13:19 WIB
loading...
Bagi Yahudi, misalnya, Yesus adalah orang Yahudi. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Yesus dari sudut pandang Yahudi , Kristen , dan Islam tidaklah sama. Bagi Yahudi, misalnya, Yesus adalah orang Yahudi. Beliau keturunan Bani Israil . Dia juga hidup di tengah-tengah komunitas Yahudi. Hanya saja, para pemeluk Yahudi memandang, Yesus bukanlah Nabi, melainkan juru selamat palsu. Al Masih, atau yang dibasuh, merupakan gelar agung yang hanya diperuntukkan untuk Nabi Isa .
Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan, kata Al Masih sebagai gelar dari Isa anak Maryam adalah kalimat Ibrani yang di-Arabkan. Asal katanya ialah Masyika, yang asal artinya ialah yang diurapi dengan minyak.
Namun kemudian diberikan menjadi gelar kemuliaan bagi raja yang sudah dinobatkan. Sebab tiap-tiap raja yang dinobatkan (dikukuhkan sebagai raja), terlebih dahulu diurapi (diperciki) badannya dengan minyak suci oleh Kahin (pendeta).
Baca juga: Kisah Nabi Isa Menginterogasi Seorang Pencuri
Menurut kepercayaan Bani Israil, setelah raja-raja mereka yang besar seperti Daud dan Sulaiman mangkat, satu kali akan datang lagi Al Masih Raja Besar mereka yang kemudian akan mendirikan kerajaan kembali. Setelah beberapa lama kemudian, Nabi Isa anak Maryam AS, diutus sebagai nabi. Beliau diberikan gelar Al Masih yang berarti raja itu.
Buya Hamka menjelaskan bahwa pemberian gelar Al Masih kepada Nabi Isa AS oleh Allah SWT adalah sebagai kedudukan seorang ‘raja’ yang memperbaiki jiwa yang telah rusak. Namun demikian, orang-orang Yahudi tidak ingin mempercayai sebab mengganggu kedudukan mereka yang telah kokoh dalam masyarakat.
Sehingga Nabi Isa AS mereka fitnahkan kepada penguasa Kerajaan Romawi yang menguasai Yerusalem saat itu, dan mereka berkonspirasi agar Nabi Isa AS dibunuh saja.
Puncak dari kekesalan Yahudi adalah disalibnya Nabi Isa atas keputusan hakim Pontius Pilatus pada masa kekaisaran Romawi.
Oleh sebab itu, kata Buya Hamka, hingga saat ini pun orang Yahudi masih menunggu kedatangan Masyikha yang lain. Sebab menurut mereka, dia belum juga datang. Sedang menurut orang-orang Nasrani, Nabi Isa itu adalah raja, putra Daud yang menjanjikan Kerajaan Allah yang di surga.
Sedangkan nama Nabi Isa pun asalnya merupakan bahasa Ibrani yang di-Arabkan. Asal Ibraninya adalah Yasyu. Adapun bahasa Ibrani dan Arab adalah serumpun dari bahasa Semiet dalam bahasa Yunani disebut Yezuz.
Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan, kata Al Masih sebagai gelar dari Isa anak Maryam adalah kalimat Ibrani yang di-Arabkan. Asal katanya ialah Masyika, yang asal artinya ialah yang diurapi dengan minyak.
Namun kemudian diberikan menjadi gelar kemuliaan bagi raja yang sudah dinobatkan. Sebab tiap-tiap raja yang dinobatkan (dikukuhkan sebagai raja), terlebih dahulu diurapi (diperciki) badannya dengan minyak suci oleh Kahin (pendeta).
Baca juga: Kisah Nabi Isa Menginterogasi Seorang Pencuri
Menurut kepercayaan Bani Israil, setelah raja-raja mereka yang besar seperti Daud dan Sulaiman mangkat, satu kali akan datang lagi Al Masih Raja Besar mereka yang kemudian akan mendirikan kerajaan kembali. Setelah beberapa lama kemudian, Nabi Isa anak Maryam AS, diutus sebagai nabi. Beliau diberikan gelar Al Masih yang berarti raja itu.
Buya Hamka menjelaskan bahwa pemberian gelar Al Masih kepada Nabi Isa AS oleh Allah SWT adalah sebagai kedudukan seorang ‘raja’ yang memperbaiki jiwa yang telah rusak. Namun demikian, orang-orang Yahudi tidak ingin mempercayai sebab mengganggu kedudukan mereka yang telah kokoh dalam masyarakat.
Sehingga Nabi Isa AS mereka fitnahkan kepada penguasa Kerajaan Romawi yang menguasai Yerusalem saat itu, dan mereka berkonspirasi agar Nabi Isa AS dibunuh saja.
Puncak dari kekesalan Yahudi adalah disalibnya Nabi Isa atas keputusan hakim Pontius Pilatus pada masa kekaisaran Romawi.
Oleh sebab itu, kata Buya Hamka, hingga saat ini pun orang Yahudi masih menunggu kedatangan Masyikha yang lain. Sebab menurut mereka, dia belum juga datang. Sedang menurut orang-orang Nasrani, Nabi Isa itu adalah raja, putra Daud yang menjanjikan Kerajaan Allah yang di surga.
Sedangkan nama Nabi Isa pun asalnya merupakan bahasa Ibrani yang di-Arabkan. Asal Ibraninya adalah Yasyu. Adapun bahasa Ibrani dan Arab adalah serumpun dari bahasa Semiet dalam bahasa Yunani disebut Yezuz.
Lihat Juga :