Kepuasan Tercapai Bila Seseorang Telah Belajar Menerima dengan Cinta

Rabu, 02 September 2020 - 06:41 WIB
loading...
Kepuasan Tercapai Bila...
Kelelawar/Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
Musyawarah Burung (1184-1187) karya Faridu'd-Din Abu Hamid Muhammad bin Ibrahim atau Attar dalam gaya sajak alegoris ini, melambangkan kehidupan dan ajaran kaum sufi . Judul asli: Mantiqu't-Thair dan diterjemahan Hartojo Andangdjaja dari The Conference of the Birds (C. S. Nott). (Baca juga: Faridu'd-Din Attar Pencipta Musyawarah Burung )

===

SEEKOR burung lain berkata pada Hudhud , "O kau dengan kepercayaanmu yang tulus, tak sedikit pun ada kemauan baik padaku. Aku telah menghabiskan hidupku dalam kekesalan, menginginkan dunia ini." (Baca juga: Hidup Ini, Baik Panjang atau Singkat, Tercipta dari Sekelumit Napas )

"Ada semacam kesedihan dalam hatiku sehingga aku tak henti-hentinya meratap. Aku selalu dalam keadaan bingung dan tak berdaya; dan bila sejenak aku merasa puas, maka aku pun tak percaya. Dengan sendirinya aku pun telah menjadi darwis ."

"Tetapi kini aku ragu-ragu untuk menempuh jalan pengetahuan rohani . Jika hatiku tak begitu penuh duka, tentulah aku akan tertarik pula dengan perjalanan ini. Tetapi sebagaimana adanya, aku dalam kebingungan. Kini setelah kubeberkan ihwalku di mukamu, katakan padaku apa yang mesti kuperbuat." (Baca juga: Mungkinkah Orang Tidur Membangunkan Orang yang Tidur? )

Hudhud berkata, "Kau, yang telah menjadi korban kesombongan, yang tenggelam dalam rasa kasihan terhadap diri sendiri, kau memang patut merasa terusik. Mengingat bahwa dunia ini hanya selintas, maka kau sendiri pun hanya akan melintas lalu pula di sana."

"Tinggalkanlah dia, karena barangsiapa jadi terikat dengan apa yang fana tak mungkin ambil bagian dalam apa yang kekal. Penderitaan-penderitaan yang kauderita dapat menjadi mulia dan tidak menyebabkan hina. Apa yang pada lahirnya merupakan penderitaan dapat menjadi harta kekayaan bagi si arif. Seratus rahmat akan datang padamu bila kau berusaha menempuh Jalan itu. Tetapi sebagaimana keadaanmu kini, kau hanya kulit pembungkus otak yang tumpul." ((Baca juga: Segala Sesuatu Mempunyai Waktu dan Tempatnya Sendiri )

Tahu Berterimakasih
Suatu hari seorang raja yang berwatak baik memberikan buah yang indah dan pelik pada seorang hamba yang mencicipinya dan sesudah itu mengatakan bahwa belum pernahlah dalam hidupnya ia makan sesuatu yang demikian lezatnya. Ini menyebabkan raja ingin mencicipinya sendiri, dan dimintanya sedikit pada hamba itu.

Tetapi ketika raja memasukkan buah itu ke mulutnya, dirasainya buah itu amat pahit dan ia pun mengangkat alisnya karena heran.

Baca juga: Refly Harun: Demonstrasi Meminta Jokowi Mundur Bukan Makar

Hamba itu berkata, "Tuanku, karena hamba telah menerima begitu banyak hadiah dari tangan tuanku, bagaimana dapat hamba mengeluh karena buah pahit yang satu saja? Mengingat bahwa Tuanku melimpahkan banyak karunia pada hamba, mengapa buah pahit yang satu saja akan merenggangkan hamba dari Tuanku?"

Begitulah, hamba Allah, bila kau mengalami penderitaan dalam usahamu, yakinlah bahwa itu dapat menjadi harta kekayaan bagimu. Hal itu seakan tampak terbalik, tetapi, ingatlah hamba itu.

Baca juga: Pencairan BLT Karyawan Rp600 Ribu untuk Bank Swasta Butuh Waktu 5 Hari

Syaikh dan Perempuan Tua
Seorang perempuan tua berkata pada Syaikh Mahmah, "Ajarkan padaku doa agar aku dapat menemukan kepuasan. Selama ini aku senantiasa menjadi mangsa perasaan tak puas, tetapi kini aku ingin bebas dari perasaan demikian."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Ibnu Khaldun, Ilmuwan...
Ibnu Khaldun, Ilmuwan Islam yang Seluruh Keluarganya Meninggal karena Wabah
Runtuhan Magnetar Bakal...
Runtuhan Magnetar Bakal Timbulkan Percikan Cahaya di Langit
5 Tokoh Muslim yang...
5 Tokoh Muslim yang Mengguncang Peradaban Barat
Artikel Terkini
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Infografis
Rihanna Dituding Telah...
Rihanna Dituding Telah Hina Islam Gara-Gara Hal Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved