Kepuasan Tercapai Bila Seseorang Telah Belajar Menerima dengan Cinta
Rabu, 02 September 2020 - 06:41 WIB
loading...
A
A
A
Syaikh itu menjawab, "Di masa yang lama lampau aku menarik diri ke dalam semacam benteng di belakang lututku untuk mencari dengan tekun apa yang kuinginkan; tetapi aku tak merasakannya dan tak pula melihatnya. Selama kita tak menerima segala sesuatu dengan sikap cinta, bagaimana dapat kita merasa puas?"
Baca juga: Dokter Terus Berguguran, Pemerintah Diminta Fokus dan Serius Atasi Corona
Pertanyaan Kepada Junaid
Seseorang bertanya pada Junaid, "Orang yang menjadi hamba Allah namun bebas, katakan padaku bagaimana agar dapat mencapai kepuasan itu?" Junaid menjawab, "Bila seseorang telah belajar menerima, dengan cinta."
Zarrah hanya memiliki kecerlangan semu. Pada dasarnya ia hanya sebuah zarrah, tetapi bila ia menyatukan dirinya dalam cahaya matahari, maka dengan demikian ia akan memiliki pula sifat matahari itu senantiasa.
Kelelawar Mencari Matahari
Suatu malam seekor kelelawar terdengar berkata, "Bagaimana kiranya agar aku dapat sejenak saja melihat matahari? Dalam hidupku selama ini aku dalam putus asa sebab tidak sejenak pun aku dapat menenggelamkan diri dalam cahayanya. Berbulan-bulan dan bertahun-tahun aku telah terbang ke sana-sini dengan mata tertutup, dan di sinilah aku!" (Baca juga: Hikayat Mistis: Bunglon dan Kelelawar )
Suatu makhluk perenung berkata, "Kau diliputi kesombongan, dan kau masih harus beribu-ribu tahun lagi mengembara. Bagaimana dapat makhluk seperti kau ini menemukan matahari? Dapatkah seekor semut mencapai bulan?"
"Meskipun demikian", kata kelelawar itu, "aku akan terus mencoba."
Dan demikianlah beberapa tahun ia terus mencari hingga ia tak punya kekuatan maupun sayap lagi. Karena ia tak juga menemukan matahari, ia pun berkata, "Mungkin aku telah terbang lebih jauh di atasnya."
Seekor burung yang bijak, setelah mendengar itu, berkata, "Kau hidup dalam mimpi; kau hanya berputar-putar saja selama ini dan tak maju selangkah pun; dalam kesombonganmu kau katakan bahwa kau telah pergi lebih jauh di atas matahari!"
Ini amat mengejutkan si kelelawar yang setelah menginsafi kedaifannya lalu merendahkan diri sama sekali dengan mengatakan, "Kau telah bertemu dengan seekor burung yang punya penglihatan batin, maka jangan teruskan."
Baca juga: Dokter Terus Berguguran, Pemerintah Diminta Fokus dan Serius Atasi Corona
Pertanyaan Kepada Junaid
Seseorang bertanya pada Junaid, "Orang yang menjadi hamba Allah namun bebas, katakan padaku bagaimana agar dapat mencapai kepuasan itu?" Junaid menjawab, "Bila seseorang telah belajar menerima, dengan cinta."
Zarrah hanya memiliki kecerlangan semu. Pada dasarnya ia hanya sebuah zarrah, tetapi bila ia menyatukan dirinya dalam cahaya matahari, maka dengan demikian ia akan memiliki pula sifat matahari itu senantiasa.
Kelelawar Mencari Matahari
Suatu malam seekor kelelawar terdengar berkata, "Bagaimana kiranya agar aku dapat sejenak saja melihat matahari? Dalam hidupku selama ini aku dalam putus asa sebab tidak sejenak pun aku dapat menenggelamkan diri dalam cahayanya. Berbulan-bulan dan bertahun-tahun aku telah terbang ke sana-sini dengan mata tertutup, dan di sinilah aku!" (Baca juga: Hikayat Mistis: Bunglon dan Kelelawar )
Suatu makhluk perenung berkata, "Kau diliputi kesombongan, dan kau masih harus beribu-ribu tahun lagi mengembara. Bagaimana dapat makhluk seperti kau ini menemukan matahari? Dapatkah seekor semut mencapai bulan?"
"Meskipun demikian", kata kelelawar itu, "aku akan terus mencoba."
Dan demikianlah beberapa tahun ia terus mencari hingga ia tak punya kekuatan maupun sayap lagi. Karena ia tak juga menemukan matahari, ia pun berkata, "Mungkin aku telah terbang lebih jauh di atasnya."
Seekor burung yang bijak, setelah mendengar itu, berkata, "Kau hidup dalam mimpi; kau hanya berputar-putar saja selama ini dan tak maju selangkah pun; dalam kesombonganmu kau katakan bahwa kau telah pergi lebih jauh di atas matahari!"
Ini amat mengejutkan si kelelawar yang setelah menginsafi kedaifannya lalu merendahkan diri sama sekali dengan mengatakan, "Kau telah bertemu dengan seekor burung yang punya penglihatan batin, maka jangan teruskan."
(mhy)
Lihat Juga :