Asal-usul Nama Bulan Rajab dan Sejarahnya
Kamis, 02 Januari 2025 - 05:15 WIB
loading...
Asal-usulnya penamaan bulan Rajab dan sejarahnya ini penting diketahui umat Muslim, mengapa sampai dinamakan Rajab (???). Foto ilustrasi/PNGtree
A
A
A
Asal-usulnya penamaan bulan Rajab dan sejarahnya ini penting diketahui umat Muslim. Mengapa sampai dinamakan Rajab (رجب). Berikut penjelasannya.
Dinukil dari Kitab I'anatut Thalibin, kata Rajab diambil dari kata Tarjiib (ترجيب) yang artinya mengagungkan atau memuliakan (تعظيم).
Sementara keterangan yang dilansir dari al-habib.info, kata Rajab diungkapkan dalam kalimat Rajabtu as-Sya'ia (رجبت الشيئ), artinya aku mengagungkannya. Raajib (راجب) artinya orang yang mengagungkan tuannya.
Menurut Al-Laits, dari sinilah asal-usul bulan ini dinamakan Rajab. Pakar bahasa seperti Abu Ubaidah dan al-Asma'iy berpendapat bahwa Rajab berasal dari kata Rujbah (رجبة), bukan dari Tarjiib. Rujbah adalah kayu bercabang dua sebagai penopang pohon kurma. Fungsi ini mirip dengan rujmah (رجمة) hanya saja rujmah berbentuk bangunan batu. Teknologi ini digunakan Arab jahiliyah dalam rangka pemuliaan pohon kurma ketika berbuah lebat. (Lihat, Tahdzib al-Lughah, 11:39)
Orang Arab Jahiliyah mengagungkan bulan ke-7 kalender Qamariyah ini dengan beragam ritual, di samping penyembelihan hewan. Selain itu, mereka juga memberi banyak nama untuk menunjuk keagungannya. Ada sekitar 20 nama disematkan padanya, beberapa yang populer di antaranya:
1. Ashab (الأصب), karena mereka meyakini bahwa rahmat tercurah pada bulan itu.
2. Asham (لأصم) karena mereka tidak mendengar bunyi senjata tajam pada bulan itu.
3. Rajam (رَجم) karena mereka meyakini bahwa setan dirajam pada bulan itu.
4. 'Atirah (العتيرة) karena mereka menyembelih hewan pada bulan itu.
5. Munashilul Asinnah (مُنصِّلُ الأسنة) karena mereka mencabut besi dari senjata (mata tombak) pada bulan itu.
6. Mu'allaa (المعلى) Karena bulan itu ditinggikan menurut mereka.
Selain itu, Rajab dijuluki juga dengan Munafas (مُنَفس); Muthahhar (مُطهر); Haram (هَرَم); Mubri’ (المبرئ); Muqasyqasy (المقشقش); dan Hurum (الحُرم).
Masyarakat Arab sejak dulu sangat memuliakan Rajab melebihi bulan lainnya. Sejak zaman Nabi Ibrahim 'alaihissalam perang tidak boleh dilakukan pada keempat bulan itu. Apabila terjadi pembunuhan, maka akan dikenakan Diyah (denda).
Dinukil dari Kitab I'anatut Thalibin, kata Rajab diambil dari kata Tarjiib (ترجيب) yang artinya mengagungkan atau memuliakan (تعظيم).
Sementara keterangan yang dilansir dari al-habib.info, kata Rajab diungkapkan dalam kalimat Rajabtu as-Sya'ia (رجبت الشيئ), artinya aku mengagungkannya. Raajib (راجب) artinya orang yang mengagungkan tuannya.
Menurut Al-Laits, dari sinilah asal-usul bulan ini dinamakan Rajab. Pakar bahasa seperti Abu Ubaidah dan al-Asma'iy berpendapat bahwa Rajab berasal dari kata Rujbah (رجبة), bukan dari Tarjiib. Rujbah adalah kayu bercabang dua sebagai penopang pohon kurma. Fungsi ini mirip dengan rujmah (رجمة) hanya saja rujmah berbentuk bangunan batu. Teknologi ini digunakan Arab jahiliyah dalam rangka pemuliaan pohon kurma ketika berbuah lebat. (Lihat, Tahdzib al-Lughah, 11:39)
Orang Arab Jahiliyah mengagungkan bulan ke-7 kalender Qamariyah ini dengan beragam ritual, di samping penyembelihan hewan. Selain itu, mereka juga memberi banyak nama untuk menunjuk keagungannya. Ada sekitar 20 nama disematkan padanya, beberapa yang populer di antaranya:
1. Ashab (الأصب), karena mereka meyakini bahwa rahmat tercurah pada bulan itu.
2. Asham (لأصم) karena mereka tidak mendengar bunyi senjata tajam pada bulan itu.
3. Rajam (رَجم) karena mereka meyakini bahwa setan dirajam pada bulan itu.
4. 'Atirah (العتيرة) karena mereka menyembelih hewan pada bulan itu.
5. Munashilul Asinnah (مُنصِّلُ الأسنة) karena mereka mencabut besi dari senjata (mata tombak) pada bulan itu.
6. Mu'allaa (المعلى) Karena bulan itu ditinggikan menurut mereka.
Selain itu, Rajab dijuluki juga dengan Munafas (مُنَفس); Muthahhar (مُطهر); Haram (هَرَم); Mubri’ (المبرئ); Muqasyqasy (المقشقش); dan Hurum (الحُرم).
Asal-Usul Penamaan Rajab
Menurut Ibnu Al-Atsir, "Pada masa Jahiliyyah, mereka menamai bulan Rajab dengan Munashshlilul Asinnah, artinya mencabut mata tombak dan panah untuk membatalkan peperangan dan memutus sebab-sebab huru-hara. Karena Rajab menjadi penyebab terhentinya peperangan, maka sebutan itu dinisbatkan kepada Rajab.Masyarakat Arab sejak dulu sangat memuliakan Rajab melebihi bulan lainnya. Sejak zaman Nabi Ibrahim 'alaihissalam perang tidak boleh dilakukan pada keempat bulan itu. Apabila terjadi pembunuhan, maka akan dikenakan Diyah (denda).
Lihat Juga :