Keutamaan Bacaan Istirja, Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun
Kamis, 16 Januari 2025 - 15:51 WIB
loading...
Bacaan Istirja atau kalimat innalillahi wa inna ilaihi rajiun memiliki banyak keutamaan. Ucapan innalillahi wa inna ilaihi raji’un juga merupakan salah satu kalimat thayyibah. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Bacaan Istirja atau kalimat innalillahi wa inna ilaihi rajiun memiliki banyak keutamaan. Ucapan innalillahi wa inna ilaihi raji’un juga merupakan salah satu kalimat thayyibah .
Namanya adalah istirja’ atau kalimat tarji’. Istirja’ (الاسترجاع) artinya adalah mengembalikan. Maksudnya, mengembalikan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Pemilik sejati atas segala sesuatu.
Seseorang yang mengucapkan kalimat istirja ’ menunjukkan bahwa ia bersabar atas musibah yang menimpanya. Baik itu terjadi pada dirinya berupa kehilangan orang yang ia cintai, kehilangan barang atau harta, maupun tertimpa musibah lainnya.
Ketika melihat atau mengetahui musibah, ucapan istirja’ juga menunjukkan kesabaran sekaligus keinsafan bahwa segalanya milik Allah dan kepada-Nya semua akan kembali.
Tulisan Arab kalimat istirja’ ada pada Surat Al Baqarah ayat 156, yaitu sebagai berikut:
Artinya: Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.
Ada pun tulisan latin, kita jumpai beberapa variasi. Antara lain:
innalillahi wa inna ilaihi rajiun
inna lillahi wa inna ilaihi raji’un
innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun
Yang mana pun di antara tulisan itu, yang penting pengucapannya benar sebagaimana tulisan Arab dalam Al-Qur’an. Yakni Surat Al Baqarah ayat 156.
Jadi, pengucapan kalimat istirja’ ini bukan hanya saat ada orang meninggal.
- Ketika melihat atau mendengar musibah meskipun menimpa orang lain, sunnah bagi kita mengucapkan kalimat istirja’ ini. Meskipun ada pula doa khusus ketika melihat orang lain tertimpa musibah. Namun, istirja’ mengingatkan kita tentang kesabaran. Bahwa kita milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.
Namanya adalah istirja’ atau kalimat tarji’. Istirja’ (الاسترجاع) artinya adalah mengembalikan. Maksudnya, mengembalikan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Pemilik sejati atas segala sesuatu.
Seseorang yang mengucapkan kalimat istirja ’ menunjukkan bahwa ia bersabar atas musibah yang menimpanya. Baik itu terjadi pada dirinya berupa kehilangan orang yang ia cintai, kehilangan barang atau harta, maupun tertimpa musibah lainnya.
Ketika melihat atau mengetahui musibah, ucapan istirja’ juga menunjukkan kesabaran sekaligus keinsafan bahwa segalanya milik Allah dan kepada-Nya semua akan kembali.
Tulisan Arab kalimat istirja’ ada pada Surat Al Baqarah ayat 156, yaitu sebagai berikut:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Artinya: Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.
Ada pun tulisan latin, kita jumpai beberapa variasi. Antara lain:
innalillahi wa inna ilaihi rajiun
inna lillahi wa inna ilaihi raji’un
innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun
Yang mana pun di antara tulisan itu, yang penting pengucapannya benar sebagaimana tulisan Arab dalam Al-Qur’an. Yakni Surat Al Baqarah ayat 156.
Kapan Mengucapkan Kalimat Istirja’
Kapan waktu yang tepat mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi rajiun? Istirja’ merupakan kalimat thayyibah yang sunnah bagi kaum muslimin mengucapkannya ketika mengalami musibah, mendengar kabar duka atau ada seseorang yang meninggal dunia.Jadi, pengucapan kalimat istirja’ ini bukan hanya saat ada orang meninggal.
- Ketika melihat atau mendengar musibah meskipun menimpa orang lain, sunnah bagi kita mengucapkan kalimat istirja’ ini. Meskipun ada pula doa khusus ketika melihat orang lain tertimpa musibah. Namun, istirja’ mengingatkan kita tentang kesabaran. Bahwa kita milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.
Lihat Juga :