Menjaga Keharmonisan Beragama dengan Toleransi dan Kasih Sayang
Minggu, 19 Januari 2025 - 12:21 WIB
loading...
A
A
A
“Kalau yang model Salafi Wahabi ini kan apa-apa dia saklek gitu, ini bid’ah ini kufur gitu ya, ziarah misalnya,” tambah Habib Nabiel.
Habib Nabiel mengatakan, dalam pandangan orang yang mengaku Salafi, mereka menganggap semua bid’ah, perbuatan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW, adalah sesat yang bisa berujung kepada neraka.
Padahal, Habib Nabiel menekankan, dalam Imam Syafii bid’ah terbagi menjadi dua, yakni mahmudah (terpuji) dan mazmumah (tercela).
Ibnu Hajar Al-asqalani juga mengatakan bid’ah terdiri menjadi dua yakni bi’dah hasanah (baik) dan bid'ah sayyiah (buruk). Sehingga, menurut Habib Nabiel, perbuatan mendoakan orang yang telah wafat dalam bentuk tahlil atau ziarah, merayakan Isra Miraj adalah sebuah kebaikan.
Habib Nabiel mengatakan jika terdapat perbedaan, ikhtilaf dalam masalah fiqih, tidak bisa dihukumi sesat dan masuk neraka. Jangan sampai ini menjadi perpecahan dan berujung pada konflik berkepanjangan.
“Punya dalil nggak apa-apa, tapi saling menghormati, nggak boleh mau vonis itu kafir itu syirik. Hendaknya mereka juga menghormati yang seperti itu,” ujar Habib Nabiel yang juga menjadi pengurus Rabithah Alawiyah Indonesia.
Oleh karena itu Habib Nabiel menyerukan untuk mengembalikan nilai moral, akhlak ahlussunnah wal jamaah. Bagaimana Nabi Muhammad mengajarkan kita untuk menjaga adab dan menghargai pandangan orang lain.
“Toleransi ini merupakan bagian dari ajaran Aswaja yang harus kita tegakkan di tengah masyarakat yang semakin plural ini,” tegas Habib Nabiel.
Habib Nabiel mengatakan, dalam pandangan orang yang mengaku Salafi, mereka menganggap semua bid’ah, perbuatan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW, adalah sesat yang bisa berujung kepada neraka.
Padahal, Habib Nabiel menekankan, dalam Imam Syafii bid’ah terbagi menjadi dua, yakni mahmudah (terpuji) dan mazmumah (tercela).
Ibnu Hajar Al-asqalani juga mengatakan bid’ah terdiri menjadi dua yakni bi’dah hasanah (baik) dan bid'ah sayyiah (buruk). Sehingga, menurut Habib Nabiel, perbuatan mendoakan orang yang telah wafat dalam bentuk tahlil atau ziarah, merayakan Isra Miraj adalah sebuah kebaikan.
Habib Nabiel mengatakan jika terdapat perbedaan, ikhtilaf dalam masalah fiqih, tidak bisa dihukumi sesat dan masuk neraka. Jangan sampai ini menjadi perpecahan dan berujung pada konflik berkepanjangan.
“Punya dalil nggak apa-apa, tapi saling menghormati, nggak boleh mau vonis itu kafir itu syirik. Hendaknya mereka juga menghormati yang seperti itu,” ujar Habib Nabiel yang juga menjadi pengurus Rabithah Alawiyah Indonesia.
Oleh karena itu Habib Nabiel menyerukan untuk mengembalikan nilai moral, akhlak ahlussunnah wal jamaah. Bagaimana Nabi Muhammad mengajarkan kita untuk menjaga adab dan menghargai pandangan orang lain.
“Toleransi ini merupakan bagian dari ajaran Aswaja yang harus kita tegakkan di tengah masyarakat yang semakin plural ini,” tegas Habib Nabiel.
(shf)
Lihat Juga :