Mengapa Isra Mikraj Terjadi pada Malam Hari? Begini Penjelasannya

Senin, 27 Januari 2025 - 05:15 WIB
loading...
Mengapa Isra Mikraj...
Perjalanan Rasulullah SAW saat Isra Mikraj terjadi pada malam hari ternyata mempunyai alasan tersendiri, terutama melihat tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Foto ilustrasi/SINDOnews
A A A
Tanggal 27 Rajab umat Islam memperingati peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam (SAW). Peristiwa agung ini diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai tanda-tanda kebesaran Allah. Apa alasan peristiwa tersebut terjadi pada malam hari?

Rasulullah SAW diperjalankan pada malam hari ternyata punya alasan sendiri. Di saat Rasulullah mengalami kesulitan menghadapi orang-orang kafir Makkah yang menolak dakwah beliau, Allah menyenangkan hati Nabi dengan memperjalankannya dari Masjid Al-Haram Makkah ke Masjidil Aqsa Palestina.

Berikut penjelasannya dalam firman Allah SWT :

سُبۡحٰنَ الَّذِىۡۤ اَسۡرٰى بِعَبۡدِهٖ لَيۡلًا مِّنَ الۡمَسۡجِدِ الۡحَـرَامِ اِلَى الۡمَسۡجِدِ الۡاَقۡصَا الَّذِىۡ بٰرَكۡنَا حَوۡلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنۡ اٰيٰتِنَا‌ ؕ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيۡعُ الۡبَصِيۡرُ


Artinya: "Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat." (QS. Al-Isra Ayat 1)

Ayat ini menyebutkan terjadinya peristiwa Isra' yaitu perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa pada waktu malam. Sedangkan peristiwa Mikraj yaitu naiknya Nabi Muhammad dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha (Mustawa) tidak diisyaratkan oleh ayat ini, tetapi diisyaratkan dalam Surat An-Najm .

Allah mengawali firman-Nya dalam ayat ini dengan "Subhana" dan di beberapa ayat yang lain, sebagai pertanda bahwa ayat itu mengandung peristiwa luar biasa yang hanya terlaksana karena iradah dan kekuasaan-Nya.

Dari kata Asra dapat dipahami bahwa Isra Nabi Muhammad terjadi pada waktu malam. Karena kata Asra dalam bahasa Arab berarti perjalanan di malam hari. Penyebutan Lailan dengan bentuk Isim Nakirah, yang berarti "malam hari" adalah untuk menggambarkan bahwa kejadian Isra itu mengambil waktu malam yang singkat dan juga untuk menguatkan pengertian bahwa Isra itu benar-benar terjadi di malam hari.

Allah meng-isra'-kan hamba-Nya di malam hari, karena waktu itulah yang paling utama bagi para hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dan waktu paling baik untuk beribadah kepada-Nya.

Perkataan 'Abdihi (hamba-Nya) dalam ayat ini maksudnya ialah Nabi Muhammad yang terpilih sebagai Nabi terakhir. Beliau mendapat perintah untuk melakukan perjalanan malam, sebagai penghormatan kepadanya.

Dalam ayat ini tidak diterangkan waktunya secara pasti, baik waktu keberangkatan maupun kepulangan Beliau kembali ke tempat tinggalnya di Makkah. Hanya saja yang diterangkan bahwa Isra' Nabi dimulai dari Masjidil Haram, yaitu masjid yang terkenal karena Kabah (Baitullah) terletak di dalamnya, menuju Masjidil Aqsa yang berada di Baitul Makdis. Masjid itu disebut Masjidil Aqsa yang berarti "terjauh", karena letaknya jauh dari Kota Mekah yaitu di Palestina.

Allah menyebutkan alasan mengapa Nabi Muhammad diperjalankan pada malam hari, yaitu untuk memperlihatkan kepada Nabi tanda-tanda kebesaran-Nya. Tanda-tanda itu disaksikan oleh Nabi dalam perjalanannya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, berupa pengalaman-pengalaman berharga.

Betapa luasnya jagat raya dan agungnya Allah Maha Pencipta. Pengalaman baru yang disaksikan Nabi Muhammad berguna untuk memantapkan hati beliau menghadapi berbagai macam rintangan dari kaumnya.

Dalam ayat ini Allah hanya menyebutkan peristiwa Isra saja. Sedangkan peristiwa Mikraj yaitu naiknya Nabi Muhammad dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha (Mustawa) tidak diisyaratkan oleh ayat ini, tetapi diisyaratkan dalam Surah an-Najm.

Hampir seluruh ahli tafsir berpendapat bahwa peristiwa Isra terjadi setelah Nabi Muhammad diutus menjadi Rasul. Peristiwanya terjadi satu tahun sebelum Hijrah. Demikian menurut Imam az-Zuhri, Ibnu Sa'ad, dan lain-lainnya. Imam Nawawi pun memastikan demikian.

Bahkan menurut Ibnu Hazm, peristiwa Isra itu terjadi di bulan Rajab Tahun ke-12 setelah pengangkatan Beliau menjadi Nabi. Sedangkan Al-Hafizh 'Abdul Gani al-Maqdisi memilih pendapat mengatakan bahwa Isra' dan Mi'raj tersebut terjadi pada 27 Rajab, dengan alasan pada waktu itulah masyarakat melaksanakannya. Wallahu A'lam

Baca juga: Kisah Isra Mikraj : Perintah dan Fakta-fakta tentang Salat 5 Waktu
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Surat Al Ankabut Ayat...
Surat Al Ankabut Ayat 2-3, Mengingatkan Bahayanya Fitnah Akhir Zaman
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Inilah Dalil Naqli Ibadah...
Inilah Dalil Naqli Ibadah Haji dalam Beberapa Surat Al Quran dan Hadis Nabi SAW
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Aniaya dan Zalim Terhadap Diri Sendiri
Ayat-Ayat Al-Quran Tentang...
Ayat-Ayat Al-Quran Tentang Azab Terhadap Suatu Kaum
Kisah Bani Israil dalam...
Kisah Bani Israil dalam Al Quran, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rekomendasi
Picu Reaksi Katalitik,...
Picu Reaksi Katalitik, Lubang Ozon di Antartika Semakin Besar
Ini Link untuk Nobar...
Ini Link untuk Nobar Gerhana Bulan Total Malam Nanti
10 Lubang Terdalam di...
10 Lubang Terdalam di Bumi, Nomor 8 Dipercaya sebagai Istana Kerajaan Jin
Artikel Terkini
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Infografis
Empat Fenomena Astronomi...
Empat Fenomena Astronomi yang Akan Terjadi pada 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved