Kapan Bulan Syaban 2025? Bulan Persiapan Menyambut Ramadan
Selasa, 28 Januari 2025 - 09:02 WIB
loading...
A
A
A
Dari Usamah bin Zaid, ia berkata:
Artinya: "Saya bertanya, 'Wahai Rasulullah, saya tidak melihatmu berpuasa di bulan seperti engkau berpuasa di bulan Syaban (karena seringnya)?' Beliau menjawab, 'Bulan itu banyak manusia lalai, yaitu antara Rajab dan Ramadhan, bulan diangkat amal-amal kepada Rabb semesta alam, dan saya ingin untuk diangkat amalku dalam keadaan puasa." (HR Nasai no 4/4201 dan Ahmad no 5/201. Oleh Syaikh al-Albani, hadits ini dihukumi hasan)
Oleh karena itu, sejumlah salaf ada yang menunaikan salat sunnah tathawwu' di antara Maghrib dan Isya. Alasannya, waktu tersebut adalah momen lalainya manusia. Di samping itu, salat malam pada sepertiga malam terakhir bisa detikers utamakan. Sebab, sepertiga malam terakhir adalah waktu yang paling banyak dilalaikan manusia dari mengingat Allah.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
Artinya: "Waktu terdekat Rabb kepada hamba-Nya adalah di saat malam terakhir. Karena itu jika kau mampu untuk menjadi orang yang berzikir kepada Allah di waktu tersebut, maka kerjakanlah." (HR Tirmidzi no 3579 dan Nasai no 572)
Di samping dua amalan di atas, detikers juga disarankan untuk banyak beribadah. Mulai dari menunaikan salat-salat sunnah, bersedekah, hingga membaca Al-Quran. Semua ini insya Allah akan membantu seseorang menjalani Ramadan secara maksimal. Wallahu a'lam
Baca juga: Bulan Syaban 2025, Jatuh pada Bulan Apa?
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ, لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ, قَالَ : ذَلِكَ شَهْرُ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ, وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ, فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: "Saya bertanya, 'Wahai Rasulullah, saya tidak melihatmu berpuasa di bulan seperti engkau berpuasa di bulan Syaban (karena seringnya)?' Beliau menjawab, 'Bulan itu banyak manusia lalai, yaitu antara Rajab dan Ramadhan, bulan diangkat amal-amal kepada Rabb semesta alam, dan saya ingin untuk diangkat amalku dalam keadaan puasa." (HR Nasai no 4/4201 dan Ahmad no 5/201. Oleh Syaikh al-Albani, hadits ini dihukumi hasan)
2. Salat Sunnah (Tathawwu')
Dalam hadis sebelumnya, Rasulullah menyatakan bahwa Syaban banyak dilalaikan manusia karena letaknya antara dua bulan mulia, yakni Rajab dan Ramadhan. Disadur dari buku 32 Faidah Seputar Bulan Sya'ban oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid, kalimat Nabi Muhammad SAW di atas layaknya isyarat bahwasanya umat Islam sudah semestinya memanfaatkan waktu-waktu lalai dengan amal ketaatan.Oleh karena itu, sejumlah salaf ada yang menunaikan salat sunnah tathawwu' di antara Maghrib dan Isya. Alasannya, waktu tersebut adalah momen lalainya manusia. Di samping itu, salat malam pada sepertiga malam terakhir bisa detikers utamakan. Sebab, sepertiga malam terakhir adalah waktu yang paling banyak dilalaikan manusia dari mengingat Allah.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
النبي صل اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم : «أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الرَّبُّ مِنَ العَبْدِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ الآخِرِ، فَإِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَكُونَ مِمَّنْ يَذْكُرُ اللهِ فِي تِلْكَ السَّاعَةِ فَكُنْ
Artinya: "Waktu terdekat Rabb kepada hamba-Nya adalah di saat malam terakhir. Karena itu jika kau mampu untuk menjadi orang yang berzikir kepada Allah di waktu tersebut, maka kerjakanlah." (HR Tirmidzi no 3579 dan Nasai no 572)
Di samping dua amalan di atas, detikers juga disarankan untuk banyak beribadah. Mulai dari menunaikan salat-salat sunnah, bersedekah, hingga membaca Al-Quran. Semua ini insya Allah akan membantu seseorang menjalani Ramadan secara maksimal. Wallahu a'lam
Baca juga: Bulan Syaban 2025, Jatuh pada Bulan Apa?
(wid)
Lihat Juga :