Kisah Dakwah Nabi Muhammad di Gua Tsur
Jum'at, 31 Januari 2025 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Abu Bakar berkata, “Apakah Anda mengharapkan hal tersebut—dengan bapak dan ibuku, saya menebus Anda–?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Ya”.
Lalu Abu Bakar urung berangkat dan menyiapkan dua ekor unta yang bagus untuk berangkat bersama Nabi. Dia memberinya makan dengan daun Samur selama empat bulan.
Ibnu Shihab meriwayatkan dari Urwah dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Ketika kami duduk-duduk di rumah Abu Bakar di siang hari yang panas, seseorang berkata kepada Abu Bakar, ‘Ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dengan menutup kepala pada saat yang tidak biasanya beliau mendatangi kita.” Abu Bakar menjawab, “Sebagai tebusan beliau adalah ayah ibuku. Demi Allah, tidaklah beliau datang pada saat seperti ini kecuali karena perintah (untuk hijrah).”
Aisyah berkata, “Lalu Nabi datang. Lalu meminta izin dan beliau pun diizinkan masuk. Nabi menyuruh Abu Bakar untuk mengeluarkan siapa saja yang ada bersamanya di rumah.” Abu Bakar berkata, “Mereka hanyalah keluargamu, wahai Rasulullah.”
Rasul berkata, “Saya sudah diizinkan untuk berhijrah.”
Abu Bakar bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Saya menemanimu, wahai Rasulullah!”
“Ya”, jawab Nabi.
Abu Bakar berkata, “Ambillah salah satu kendaraan (unta) yang kamu sukai.”
Rasulullah berkata, “Dengan harga (saya bayar).”
Aisyah berkata, “Maka kami persiapkan kedua kendaraan dengan secepat mungkin. Kami memasang ransum yang berkantong,
Asma binti Abu Bakar memotong bagian dari ikat pinggangnya dan mengikatkannya pada mulut kantong, sehingga dinamakan “Dzat Nithaqain” (wanita yang mempunyai dua ikat pinggang).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Ya”.
Lalu Abu Bakar urung berangkat dan menyiapkan dua ekor unta yang bagus untuk berangkat bersama Nabi. Dia memberinya makan dengan daun Samur selama empat bulan.
Ibnu Shihab meriwayatkan dari Urwah dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Ketika kami duduk-duduk di rumah Abu Bakar di siang hari yang panas, seseorang berkata kepada Abu Bakar, ‘Ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dengan menutup kepala pada saat yang tidak biasanya beliau mendatangi kita.” Abu Bakar menjawab, “Sebagai tebusan beliau adalah ayah ibuku. Demi Allah, tidaklah beliau datang pada saat seperti ini kecuali karena perintah (untuk hijrah).”
Aisyah berkata, “Lalu Nabi datang. Lalu meminta izin dan beliau pun diizinkan masuk. Nabi menyuruh Abu Bakar untuk mengeluarkan siapa saja yang ada bersamanya di rumah.” Abu Bakar berkata, “Mereka hanyalah keluargamu, wahai Rasulullah.”
Rasul berkata, “Saya sudah diizinkan untuk berhijrah.”
Abu Bakar bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Saya menemanimu, wahai Rasulullah!”
“Ya”, jawab Nabi.
Abu Bakar berkata, “Ambillah salah satu kendaraan (unta) yang kamu sukai.”
Rasulullah berkata, “Dengan harga (saya bayar).”
Aisyah berkata, “Maka kami persiapkan kedua kendaraan dengan secepat mungkin. Kami memasang ransum yang berkantong,
Asma binti Abu Bakar memotong bagian dari ikat pinggangnya dan mengikatkannya pada mulut kantong, sehingga dinamakan “Dzat Nithaqain” (wanita yang mempunyai dua ikat pinggang).
Lihat Juga :