Puasa Ramadan, Pengertian dan Dalil-dalilnya
Rabu, 19 Februari 2025 - 05:15 WIB
loading...
Puasa adalah menahan diri secara khusus dari hal yang khusus yang dikerjakan di waktu yang khusus oleh orang tertentu, puasa Ramadan berarti melaksanakan puasa khusus di bulan Ramadan. Foto ilustrasi/freepik
A
A
A
Bulan suci Ramadan tinggal menghitung hari. Di bulan mulia ini, umat Islam diperintahkan melaksanakan puasa wajib yakni puasa Ramadan. Sebenarnya apa dan bagaimana puasa Ramadan ini?
Puasa secara bahasa disebut dengan "Ash-Shoum" yang maknanya adalah menahan. Sedangkan secara istilah syar'i menurut Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam Kitab Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab, puasa adalah menahan diri secara khusus dari hal yang khusus yang dikerjakan di waktu yang khusus oleh orang tertentu.
Ustaz Muhammad ajib dalam bukunya 'Fiqih Puasa Mazhab Syafi'i' menjelaskan tentang kaidah fiqih puasa ini
Menurut dai lulusan Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta Konsentrasi Ilmu Syariah menyebutkan banyak sekali dalil-dalil yang berkaitan dengan masalah puasa.
Di dalam Al-Qur'an Al-Karim, Allah Ta'ala berfirman mengenai puasa Ramadan:
Yaa ayyuhal laziina aamanuu kutiba 'alaikumus Siyaamu kamaa kutiba 'alal laziina min qablikum la'allakum tattaquun
"Wahai orang yang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaiman telah diwajibkan kepada umat sebelummu agar kamu bertaqwa." (QS Al-Baqarah:183)
Di dalam hadis juga disebutkan mengenai keutamaan puasa Ramadhan: "Islam dibangun atas lima, syahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan salat, menunaikan zakat, pergi haji dan puasa Ramadhan. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hadis lain yang menyebutkan tentang keutamaan puasa di antaranya, dari Thalhah bin Ubaidillah RA bahwa seseorang datang kepada Nabi SAW dan bertanya, "Ya Rasulullah SAW, katakan padaku apa yang Allah wajibkan kepadaku tentang puasa?" Beliau menjawab, "Puasa Ramadhan". "Apakah ada lagi selain itu?". Beliau menjawab, "Tidak, kecuali puasa sunnah". (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Ada juga hadis lain dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi SAW bersabda: "Ketika datang (bulan) Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu". (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Puasa secara bahasa disebut dengan "Ash-Shoum" yang maknanya adalah menahan. Sedangkan secara istilah syar'i menurut Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam Kitab Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab, puasa adalah menahan diri secara khusus dari hal yang khusus yang dikerjakan di waktu yang khusus oleh orang tertentu.
Ustaz Muhammad ajib dalam bukunya 'Fiqih Puasa Mazhab Syafi'i' menjelaskan tentang kaidah fiqih puasa ini
Menurut dai lulusan Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta Konsentrasi Ilmu Syariah menyebutkan banyak sekali dalil-dalil yang berkaitan dengan masalah puasa.
Di dalam Al-Qur'an Al-Karim, Allah Ta'ala berfirman mengenai puasa Ramadan:
يٰٓـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا كُتِبَ عَلَيۡکُمُ الصِّيَامُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِکُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُوۡنَۙ
Yaa ayyuhal laziina aamanuu kutiba 'alaikumus Siyaamu kamaa kutiba 'alal laziina min qablikum la'allakum tattaquun
"Wahai orang yang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaiman telah diwajibkan kepada umat sebelummu agar kamu bertaqwa." (QS Al-Baqarah:183)
Di dalam hadis juga disebutkan mengenai keutamaan puasa Ramadhan: "Islam dibangun atas lima, syahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan salat, menunaikan zakat, pergi haji dan puasa Ramadhan. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hadis lain yang menyebutkan tentang keutamaan puasa di antaranya, dari Thalhah bin Ubaidillah RA bahwa seseorang datang kepada Nabi SAW dan bertanya, "Ya Rasulullah SAW, katakan padaku apa yang Allah wajibkan kepadaku tentang puasa?" Beliau menjawab, "Puasa Ramadhan". "Apakah ada lagi selain itu?". Beliau menjawab, "Tidak, kecuali puasa sunnah". (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Ada juga hadis lain dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi SAW bersabda: "Ketika datang (bulan) Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu". (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Lihat Juga :