5 Keistimewaan Nuzulul Qur'an, Salah Satunya Disebut Malam Turunnya Para Malaikat
Jum'at, 14 Maret 2025 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Peristiwa Nuzulul Qur'an dalam Al Qur'an dan Hadis Nabi SAW
Selain sebagai malam diturunkannya Al-Qur'an ke langit dunia, keutamaan lain disebut juga sebagai malam lailatul qadar. Berikut keutamaan nuzulul Quran atau peristiwa turunnya Al Qur'an ini, yaitu:
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan”. (QS. Al-Qadr : 3)
Dalam tafsir al-Thabari disebutkan bahwa Mujahid berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‘lebih baik dari seribu bulan’ adalah amal, puasa, dan salat malam yang dilakukannya pada malam ini lebih baik dari amalan yang dilakukan selama 1.000 bulan.
“Barangsiapa melaksanakan salat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”. (HR. Bukhari)
“ Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi”. (QS. Al-Dukhan : 3)
Para ulama tafsir, salah satunya al-Qurtubi dalam tafsirnya menyebutkan bahwa yang dimaksud ‘malam yang diberkahi’ pada ayat tersebut adalah malam lailatul qadar yaitu malam dimana diturunkannya Al-Qur'an.
Keutamaan dan Keistimewaan Malam Nuzulul Qur'an
Nuzulul Qur'an sering dimaknai sebagai peristiwa turunnya Al-Qur'an, di malam tersebut menjadi malam yang penuh keberkahan dan memiliki keutamaan di mana Allah SWT melipatgandakan pahala umat Muslim yang beribadah.Selain sebagai malam diturunkannya Al-Qur'an ke langit dunia, keutamaan lain disebut juga sebagai malam lailatul qadar. Berikut keutamaan nuzulul Quran atau peristiwa turunnya Al Qur'an ini, yaitu:
1. Malam yang lebih baik daripada 1.000 bulan
Allah Ta'ala berfirman:لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan”. (QS. Al-Qadr : 3)
Dalam tafsir al-Thabari disebutkan bahwa Mujahid berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‘lebih baik dari seribu bulan’ adalah amal, puasa, dan salat malam yang dilakukannya pada malam ini lebih baik dari amalan yang dilakukan selama 1.000 bulan.
2. Diampuninya dosa seseorang yang menghidupkan malam tersebut
Dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu;anhu disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melaksanakan salat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”. (HR. Bukhari)
3. Malam yang penuh berkah
Allah SWT berfirman:إِنَّآ أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ
“ Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi”. (QS. Al-Dukhan : 3)
Para ulama tafsir, salah satunya al-Qurtubi dalam tafsirnya menyebutkan bahwa yang dimaksud ‘malam yang diberkahi’ pada ayat tersebut adalah malam lailatul qadar yaitu malam dimana diturunkannya Al-Qur'an.
4. Pada malam ini para malaikat turun dan juga Malaikat Jibril as
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
Lihat Juga :