Wasiat Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani dalam Mengekang Syahwat
Jum'at, 04 September 2020 - 20:36 WIB
loading...
A
A
A
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
"Dan (Ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim : 7)
Maka bersabarlah, tantanglah hawa nafsumu dan berpegang teguhlah pada perintah-Nya. Ridhalah atas takdir Yang Maha Kuasa, dan berharaplah akan ridha dan karunia-Nya. Sungguh Allah sendiri telah berfirman :
قُلْ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
"Katakanlah: 'Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Bertaqwalah kepada Tuhanmu'. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allaah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS. Az-Zumar : 10)
Itulah hakikat syukur seorang hamba kepada Allah Ta'ala. Syukur tidaklah cukup dengan mengucapkan Alhamdulillaah di lisan saja. Jika kita menghitung nikmat-nikmat yang Allah karuniakan kepada kita niscaya semakin merasa kurang dalam bersyukur kepada-Nya. (Baca Juga: Keturunan Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani Kunjungi Pemkot Semarang )
(Baca Juga: Ini 3 Tempat Paling Disukai Covid-19 versi Wagub DKI Ariza, Bioskop Tidak Termasuk )
Wallahu Ta'ala A'lam
"Dan (Ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim : 7)
Maka bersabarlah, tantanglah hawa nafsumu dan berpegang teguhlah pada perintah-Nya. Ridhalah atas takdir Yang Maha Kuasa, dan berharaplah akan ridha dan karunia-Nya. Sungguh Allah sendiri telah berfirman :
قُلْ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
"Katakanlah: 'Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Bertaqwalah kepada Tuhanmu'. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allaah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS. Az-Zumar : 10)
Itulah hakikat syukur seorang hamba kepada Allah Ta'ala. Syukur tidaklah cukup dengan mengucapkan Alhamdulillaah di lisan saja. Jika kita menghitung nikmat-nikmat yang Allah karuniakan kepada kita niscaya semakin merasa kurang dalam bersyukur kepada-Nya. (Baca Juga: Keturunan Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani Kunjungi Pemkot Semarang )
(Baca Juga: Ini 3 Tempat Paling Disukai Covid-19 versi Wagub DKI Ariza, Bioskop Tidak Termasuk )
Wallahu Ta'ala A'lam
(rhs)
Lihat Juga :