Ketupat Lebaran, Asal-usul dan Filosofisnya

Selasa, 08 April 2025 - 10:52 WIB
loading...
Ketupat Lebaran, Asal-usul...
Ketupat merupakan makanan paling populer ketika merayakan Idulfitri, ketupat juga menjadi ikon Lebaran bagi masyarakat Indonesia. Foto istimewa
A A A
Ketupat menjadi makanan ikonik di Indonesia ketika perayaan Idulfitri. Tapi, tahukah Anda sejak kapan ketupat ini hadir di perayaan yang juga populer disebut Lebaran? Apa pula filosofi di balik ketupat yang dihidangkan secara khusus hanya di momen lebaran?

Dulu, ketupat merupakan medium syiar Islam, tepatnya di zaman Sunan Kalijaga . Informasi tersebut pernah disampaikan oleh pemilik akun TikTok @billmohdor. Katanya, ketupat itu berasal dari kata 'ngaku lepat' dan 'laku papat'. Itu adalah bahasa kromo Inggil Jawa.

Jadi, 'ngaku lepat' punya arti mengakui kesalahan. Itu kenapa saat lebaran ada tradisi yang disebut sungkeman, meminta maaf kepada orang tua atau anggota keluarga yang lebih tua.

Sementara itu, 'laku papat' artinya mengerjakan empat hal yaitu Lebaran , Leburan, Luberan, dan Laburan. Keempat hal itu punya makna sendiri-sendiri.

Baca juga: 10 Makanan Khas Lebaran di Indonesia selain Opor dan Ketupat

Janur Ketupat Punya Makna Tersendiri

Ketupat terbuat dari janur alias daun kelapa muda. Janur itu sendiri punya filosofi yang begitu mendalam, khususnya bagi umat muslim.

Janur berasal dari bahasa Arab yaitu 'Ja A' yang artinya telah hadir, dan 'Nur' berarti cahaya. Ini pun kalau ditarik ke budaya lebaran, diartikan kembali ke fitri atau suci.

Nah, kalau bentuk ketupat yang kotak, menurut Billmohdor, itu merepresentasikan hati manusia. Makanya, saat ketupat dipotong, warnanya putih. Ya, seperti hati manusia saat lebaran, kembali suci.

"Merepresentasikan hati umat muslim setelah 30 hari berpuasa dan di hari yang fitri, kita semua saling maaf-maafan," katanya.

Menariknya, opor yang menjadi makanan pendamping ketupat pun punya makna yang berkaitan dengan hati yang suci.

Menurut Billmohdor, opor itu asal katanya sapuro yang artinya memaafkan. Makanya, opor dan ketupat selalu bersanding di hari lebaran.

"Jadi, ini semua itu jadi salah satu contoh dakwah Wali Songo, yang mana mereka pakai budaya dan seni dalam menyebarkan Islam," katanya.

Baca juga: Makna Ucapan Minal Aidin Wal Faizin Menurut Al Qur'an
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Asal-Usul dan Kisah...
Asal-Usul dan Kisah Puasa Tarwiyah-Arafah
Kenapa Dinamakan Bulan...
Kenapa Dinamakan Bulan Zulkaidah? Ini Sejarah dan Asal-usul Lengkapnya
Lebaran Ketupat : Tradisi...
Lebaran Ketupat : Tradisi Syawalan Peninggalan Wali Songo
Asal-usul Nama Bulan...
Asal-usul Nama Bulan Syawal dalam Sejarah Islam, Cek Penjelasannya di Sini!
Breaking News: Pemerintah...
Breaking News: Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 pada Sabtu 21 Maret
Kapan Idulfitri 1447...
Kapan Idulfitri 1447 Hijriah? Hendaknya Berlebaran Mengikuti Ketetapan Pemerintah
Rekomendasi
Penampakan Gerhana Matahari...
Penampakan Gerhana Matahari Hibrida Dipantau Berbarengan dengan Hilal
Teliti Tempat Nabi Musa...
Teliti Tempat Nabi Musa Membelah Lautan, Fakta di Luar Nalar Ini Terungkap
Fenomena Alam Pusaran...
Fenomena Alam Pusaran Air Menari Terjadi di Italia
Artikel Terkini
Bahaya Mengumbar Aib...
Bahaya Mengumbar Aib di Media Sosial, Ini Penjelasan Islam Berdasarkan Al-Qur'an
Komisi VIII DPR Beri...
Komisi VIII DPR Beri Sinyal Ongkos Haji 2027 Naik
Tata Cara Menguburkan...
Tata Cara Menguburkan Jenazah Sesuai Syariat Islam, Lengkap dari Awal hingga Akhir
Salat Jenazah, Pahala...
Salat Jenazah, Pahala dan Keutamaan 2 Qirath Beserta Bacaan Niat Lengkap
6 Adab Syariyah Mengurus...
6 Adab Syar'iyah Mengurus Orang yang Baru Meninggal Dunia
Mengawetkan Jenazah...
Mengawetkan Jenazah dalam Islam, Bolehkah Dilakukan? Ini Penjelasan Ulama
Infografis
Asal Usul Gaza Palestina,...
Asal Usul Gaza Palestina, Kota Penting Sejak Zaman Romawi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved