Berzikir dengan Jari-jemari sangat Dianjurkan, Begini Alasannya!

Senin, 02 Juni 2025 - 18:13 WIB
loading...
Berzikir dengan Jari-jemari...
Salah satu zikir yang bisa dilakukan dengan jemari tangan (tanpa bantuan alat hitung tasbeh) adalah zikir-zikir pendek, misalnya zikir setelah salat fardhu. Foto ilustrasi/ist
A A A
Ternyata berzikir dengan jari-jemari lebih utama dan sangat dianjurkan. Selain itu jari yang digunakan adalah tangan kanan karena zikir termasuk perbuatan yang baik.

Dari Yusairah seorang wanita Muhajirah, dia berkata :

قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكُنَّ بِالتَّسْبِيحِ وَالتَّهْلِيلِ وَالتَّقْدِيسِ وَاعْقِدْنَ بِالْأَنَامِلِ فَإِنَّهُنَّ مَسْئُولَاتٌ مُسْتَنْطَقَاتٌ وَلَا تَغْفُلْنَ فَتَنْسَيْنَ الرَّحْمَة


“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada kami: “Hendaknya kalian bertasbih (ucapkan subhanallah), bertahlil (ucapkan laa ilaha illallah), dan bertaqdis (menyucikan Allah), dan hitunglah dengan ujung jari-jemari kalian karena itu semua akan ditanya dan diajak bicara (pada hari kiamat), janganlah kalian lalai yang membuat kalian lupa dengan rahmat Allah.”

(HR. Tirmidzi dan Abu Daud dari hadits Hani bin ‘Utsman dan dishahihkan Adz Dzahabi).

Salah satu zikir yang bisa dilekukan dengan jemari tangan (tanpa bantuan alat hitung tasbeh) adalah zikir-zikir pendek. Misalnya zikir setelah salat fardhu .

Menurut Imam an-Nawawi dalam buku al-Adzkar, beliau berkata, : “Ulama bersepakat tentang bahwa zikir setelah salat hukumnya sunnah. Dalam hal ini terdapat banyak hadis yang sahih dengan berbagai macam bentuk (bacaan)nya.”

Beliau juga berkata : “Zikir tersebut hukumnya sunnah bagi imam, makmum, yang salat sendirian baik laki-laki maupun perempuan, musafir, dan selainnya.”

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

فَإِذَا فَرَغۡتَ فَٱنصَبۡ ٧ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرۡغَب


“Apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap.” (QS al-Insyirah : 7—8).

Zikir setelah salat adalah bentuk upaya menutupi kekurangan dan kesalahan ringan dalam salat seseorang.

Dalam asy-Syarhul Mumti, Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata : membaca istigfar setelah salam memiliki keterkaitan yang besar (dengan shalat), yaitu menutupi kekurangan yang terjadi dalam salat).

Bacaan Zikir Setelah Salat

Bacaan zikir setelah salat fardhu sesuai sunnah adalah berikut ini :

Membaca istigfar tiga kali.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ


ASTAGHFIRULLAAH, ASTAGHFIRULLAAH, ASTAGHFIRULLAAH

“Aku memohon ampun kepada Allah, aku memohon ampun kepada Allah, aku memohon ampun kepada Allah.” (HR. Muslim).

Kemudian membaca :

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ


ALLAAHUMMA ANTAS SALAAM, WA MINKAS SALAAM, TABAARAKTA YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM

“Ya Allah, Engkaulah as-Salam, dari-Mu lah keselamatan, Mahaberkah Engkau wahai Dzat pemilik keagungan dan kemuliaan.” (HR. Muslim).

Baca juga: Zikir Singkat Pagi dan Sore Hari, Yuk Amalkan

Membaca :

لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ، وَلَهُ الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الجَدِّ مِنْكَ الجَدُّ


LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAI`IN QADIIR,

ALLAAHUMMA LAA MAANI’A LIMAA A’THAITA WA LAA MU’THIYA LIMAA MANA’TA, WA LAA YANFA’U DZAL JADDI MINKAL JADDU

“Tidak ada sembahan yang benar selain Allah satu-satu-Nya, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kerajaan dan milik-Nya pula segala pujian. Dan Dia Mahamampu atas segala sesuatu.”

Ya Allah, tidak ada yang mampu menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang mampu memberi terhadap apa yang Engkau halangi. Dan kekayaan tidaklah bermanfaat bagi pemiliknya dari (hukuman)-Mu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).


Khusus setelah salat subuh dan magrib, disyariatkan membaca:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ


LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAI`IN QADIIR (10 kali)

“Tidak ada sembahan yang benar selain Allah satu-satu-Nya, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kerajaan dan milik-Nya pula segala pujian. Dan Dia Mahamampu atas segala sesuatu". (HR. Ahmad).

Lalu membaca :

سُبْحَانَ اللهِ 33×؛ الْحَمْدُ لِلهِ 33×؛ اللهُ أَكْبَرُ


SUBHANALLAAH (33 kali); ALHAMDULILLAAH 33 kali; ALLAAHU AKBAR (33 kali)

Kemudian membaca :

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ


LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAI`IN QADIIR. (HR. Muslim).

Membaca Ayat Kursi :

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَيُّ ٱلۡقَيُّومُۚ لَا تَأۡخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوۡمٌۚ لَّهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۗ مَن ذَا ٱلَّذِي يَشۡفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦۚ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيۡءٖ مِّنۡ عِلۡمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَۖ وَلَا يَ‍ُٔودُهُۥ حِفۡظُهُمَاۚ وَهُوَ ٱلۡعَلِيُّ ٱلۡعَظِيمُ


“Allah, tidak ada sembahan (yang benar) melainkan Dia, Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” (al-Baqarah: 255). (HR. an-Nasai)

Membaca surah al-Ikhlas, surah al-Falaq, dan surah an-Nas.
(HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi).

Baca juga: Susunan Zikir dan Wirid setelah Salat Jumat

wallahu'alam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Anjuran Menghidupkan...
Anjuran Menghidupkan Amalan Zikir di Awal Bulan Zulhijjah
7 Macam Zikir yang Dilantunkan...
7 Macam Zikir yang Dilantunkan dalam Rangkaian Ibadah Haji
Zikir atau Berzikir...
Zikir atau Berzikir : Inti dan Tujuan Utama Ibadah Haji
Zikir, Amalan Ringan...
Zikir, Amalan Ringan yang Pahalanya Berat di Timbangan Amal
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Perintah Berzikir, Simak Ya!
Rekomendasi
Laos Akan Sulap Gunung...
Laos Akan Sulap Gunung Berapi Tidak Aktif Jadi Wahana Bermain
Simpan Ratusan Jimat,...
Simpan Ratusan Jimat, Inilah Sosok Naas Istri Firaun
Racun di Danau Laguna...
Racun di Danau Laguna Verde Diklaim seperti Air di Mars
Artikel Terkini
Mengapa Salat Harus...
Mengapa Salat Harus Menghadap Kiblat? Ini 7 Hikmah dan Makna Mendalamnya
Di Tengah Salat, Arah...
Di Tengah Salat, Arah Kiblat Berubah! Begini Sejarah Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam
Mengapa Kakbah Menjadi...
Mengapa Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam? Ini Makna Filosofisnya
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Jejak Diplomasi Nabi...
Jejak Diplomasi Nabi Muhammad SAW dalam Peperangan Islam, dari Perjanjian Hudaibiyah hingga Fathu Makkah
Infografis
Begini Resep Takoyaki,...
Begini Resep Takoyaki, Makin Nikmat dengan Isian Gurita
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved