6 Perbuatan Zina yang Tak Bisa Dihindari, Apa Saja?
Rabu, 09 Juli 2025 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
Hadis yang lain, dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Allah telah menulis atas anak Adam bagiannya dari zina, maka pasti dia menemuinya: Zina kedua matanya adalah memandang, zina lisannya adalah perkataan, zina hatinya adalah berharap dan berangan-angan. Dan itu semua dibenarkan dan didustakan oleh kemaluannya.” (Shahih, HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, dan lainnya).
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya :
“Telah ditentukan atas anak Adam (manusia) bagian zinanya yang tidak dapat dihindarinya. Yakni bahwasanya manusia pasti melakukan zina yang tidak mungkin dapat dihindarinya, kecuali orang-orang yang Allah jaga darinya."
Dalam kitab Syarh Shahîh Muslim, karya Imam an-Nawawi dan Syarh Riyadhish-Shalihîn , karya Syaikh al-‘Utsaimin, Nabi Shallallahu‘alaihi wa sallam menyebutkan contoh-contohnya:
Baca juga: Kisah Hikmah : Dosa yang Lebih Besar dari Wanita Pezina
Zina itu dibenarkan (direalisasikan) atau didustakan (tidak direalisasikan) oleh kemaluannya. Yaitu jika seseorang berzina dengan kemaluan –na'udzu billah- maka dia telah merealisasikan zina anggota tubuhnya.
Adapun jika dia tidak berzina dengan kemaluannya, menyelamatkan dan menjaga dirinya, maka dia tidak merealisasikan zina anggota tubuhnya tersebut.
Maka hendaklah manusia yang berakal dan menjaga harga dirinya berhati-hati terhadap anggota tubuhnya agar tidak terikat dengan wanita.
Jika seseorang merasa dalam dirinya perkara tergoda berbuat zina, maka wajib baginya mejauhinya. Itu karena setan mengalir dalam diri anak adam seperti aliran darah.
إِنَّ اللّٰـهَ كَـتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا ، أَدْرَكَ ذَلِكَ لَا مَـحَالَـةَ: فَزِنَا الْعَيـْنِ: النَّظَرُ ، وَزِنَا اللّـِسَانِ: الْـمَنْطِـقُ ، وَالنَّـفْسُ تَـمَنَّى وَتَشْتَهِيْ ، وَالْفَـرْجُ يُصَدِّقُ ذلِكَ كُلَّـهُ وَيُـكَذِّبُـهُ
“Allah telah menulis atas anak Adam bagiannya dari zina, maka pasti dia menemuinya: Zina kedua matanya adalah memandang, zina lisannya adalah perkataan, zina hatinya adalah berharap dan berangan-angan. Dan itu semua dibenarkan dan didustakan oleh kemaluannya.” (Shahih, HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, dan lainnya).
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya :
“Telah ditentukan atas anak Adam (manusia) bagian zinanya yang tidak dapat dihindarinya. Yakni bahwasanya manusia pasti melakukan zina yang tidak mungkin dapat dihindarinya, kecuali orang-orang yang Allah jaga darinya."
Dalam kitab Syarh Shahîh Muslim, karya Imam an-Nawawi dan Syarh Riyadhish-Shalihîn , karya Syaikh al-‘Utsaimin, Nabi Shallallahu‘alaihi wa sallam menyebutkan contoh-contohnya:
1. Zina mata
Zina mata adalah memandang, yaitu bahwasanya seseorang jika melihat atau memandang wanita yang bukan mahramnya, maka ini termasuk zina mata, apalagi menonton tayangan wanita yang terbuka auratnya, atau film porno, atau melihat majalah porno, dan yang lainnya.2. Zina telinga
Zina ini adalah mendengar, yaitu seseorang mendengar suara wanita dan menikmatinya, maka ini adalah zina telinga.3. Zina Lisan
Zina lisan yaitu dengan membicarakan sesuatu yang diharamkan Allah Azza wa Jalla.Baca juga: Kisah Hikmah : Dosa yang Lebih Besar dari Wanita Pezina
4. Zina tangan
Juga tangan, zinanya adalah memegang, yaitu perbuatan dengan tangan seperti menyentuh wanita yang bukan mahramnya (bersalaman) atau menciumnya dan yang semisalnya.5. Zina kaki
Zina kaki adalah melangkah, yaitu seseorang berjalan ke tempat-tempat maksiat (tempat pelacuran), atau mendengar suara wanita kemudian dia berjalan ke arahnya, atau melihat wanita kemudian dia berjalan ke arahnya, maka ini adalah zina kaki.6. Zina hati
Zina hati adalah menginginkan dan condong untuk mewujudkan keinginan syahwat terhadap wanita.Zina itu dibenarkan (direalisasikan) atau didustakan (tidak direalisasikan) oleh kemaluannya. Yaitu jika seseorang berzina dengan kemaluan –na'udzu billah- maka dia telah merealisasikan zina anggota tubuhnya.
Adapun jika dia tidak berzina dengan kemaluannya, menyelamatkan dan menjaga dirinya, maka dia tidak merealisasikan zina anggota tubuhnya tersebut.
Maka hendaklah manusia yang berakal dan menjaga harga dirinya berhati-hati terhadap anggota tubuhnya agar tidak terikat dengan wanita.
Jika seseorang merasa dalam dirinya perkara tergoda berbuat zina, maka wajib baginya mejauhinya. Itu karena setan mengalir dalam diri anak adam seperti aliran darah.
Lihat Juga :