Kisah Hikmah : Dosa yang Lebih Besar dari Wanita Pezina
Minggu, 12 Oktober 2025 - 19:33 WIB
loading...
Dosa meninggalkan salat lebih besar daripada zina, namun bukan berarti zina dianggap remeh karenanya Islam mengingatkan agar manusia menjauhi zina karena termasuk kategori dosa besar di samping syirik dan membunuh anak (khawatir akan miskin). Foto ilustra
A
A
A
Alkisah, suatu senja yang lengang di zaman Nabi Musa alaihissalam , seorang wanita dari Bani Israil berjalan terhuyung-huyung, pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tidak ada rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya.
Badan yang ramping dan mukanya yang ayu tidak dapat menutupi kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabiyullah Musa 'alaihissalam. Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam, maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk".
Wanita cantik itu berjalan masuk dengan kepala yang terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya."
"Apakah dosamu wahai perempuan?" tanya Nabi Musa terkejut. "Saya takut mengatakannya," jawabnya.
"Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa 'alaihissalam. Maka perempuan itu pun akhirnya bercerita: "Saya telah berzina ."
Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun lantas hamil, setelah anak itu lahir, langsung saya cekik lehernya sampai meninggal," ucap wanita itu menangis sejadi-jadinya.
Mendengar itu, Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang Beliau menghardik: "Perempuan bejat, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah Ta'ala tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!" teriak Nabi Musa sambil memalingkan matanya karena merasa jijik.
Wanita berwajah ayu dengan hati hancur luluh keluar dan melangkah terantuk-antuk dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu.
Baca juga: Ibadah Sunnah Bisa Jadi Dosa? Para Istri Wajib Tahu!
Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa bejat perbuatannya.
Malaikat Jibril 'alaihissalam turun menemui Nabi Musa . Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya: "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?"
Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" kata Nabi Musa dengan rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril .
Badan yang ramping dan mukanya yang ayu tidak dapat menutupi kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabiyullah Musa 'alaihissalam. Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam, maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk".
Wanita cantik itu berjalan masuk dengan kepala yang terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya."
"Apakah dosamu wahai perempuan?" tanya Nabi Musa terkejut. "Saya takut mengatakannya," jawabnya.
"Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa 'alaihissalam. Maka perempuan itu pun akhirnya bercerita: "Saya telah berzina ."
Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun lantas hamil, setelah anak itu lahir, langsung saya cekik lehernya sampai meninggal," ucap wanita itu menangis sejadi-jadinya.
Mendengar itu, Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang Beliau menghardik: "Perempuan bejat, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah Ta'ala tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!" teriak Nabi Musa sambil memalingkan matanya karena merasa jijik.
Wanita berwajah ayu dengan hati hancur luluh keluar dan melangkah terantuk-antuk dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu.
Baca juga: Ibadah Sunnah Bisa Jadi Dosa? Para Istri Wajib Tahu!
Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa bejat perbuatannya.
Malaikat Jibril 'alaihissalam turun menemui Nabi Musa . Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya: "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?"
Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" kata Nabi Musa dengan rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril .
Lihat Juga :