Penyakit Futur Makin Menjangkiti Umat Manusia Saat Ini
Kamis, 10 Juli 2025 - 17:29 WIB
loading...
A
A
A
“Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid” (QS. An Nisa: 69)
Baca juga: 5 Negara Termalas di Dunia, Nomor 3 Penghasil Minyak Terbesar
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini” (QS. Al Kahfi: 28)
Al-Hasan Al-Bashri, seorang ulama era tabi’in mengatakan, “Hati itu kadang mati kadang hidup normal. Jika hati sedang mati paksa badan untuk tetap melaksanakan hal-hal yang wajib. Jika hati sedang dalam kondisi hidup normal didik badan untuk melakukan hal-hal yang hukumnya dianjurkan.” (Kitab Az-Zuhd karya Imam Ahmad).
Futur juga bisa diatasi dengan amalan sesuai kemampuan namun istiqomah. Allah menilai amalan setiap muslim bukan pada kuantitasnya, tapi pada kesesuaiannya dengan tuntutan Rasulullah.
Semangat beramal harus istiqomah. Sedikit tapi istiqomah dan sesuai sunah Nabi Shallalahu 'alaihi wa sallam. Itu lebih dicintai Allah dan Rasul-nya daripada amal banyak tapi kemudian berhenti.
Nabi bersabda yang artinya, "wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan (dalam koridor sunah) yang kontinu walaupun sedikit" ( HR Muslim).
Baca juga: Inilah 11 Penyebab Munculnya Penyakit Malas Menurut Syaikh Al Utsaimin
Baca juga: 5 Negara Termalas di Dunia, Nomor 3 Penghasil Minyak Terbesar
2. Selalu bersama dengan teman-teman yang semangat dalam menuntut ilmu
Dan teman-teman yang dapat membantunya dalam berdiskusi dan meneliti masalah agama. Jangan condong untuk meninggalkan kebersamaan bersama mereka selama mereka senantiasa membantu dalam menuntut ilmu.3. Bersabar, yaitu ketika jiwa mengajak untuk berpaling dari ilmu
Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini” (QS. Al Kahfi: 28)
Al-Hasan Al-Bashri, seorang ulama era tabi’in mengatakan, “Hati itu kadang mati kadang hidup normal. Jika hati sedang mati paksa badan untuk tetap melaksanakan hal-hal yang wajib. Jika hati sedang dalam kondisi hidup normal didik badan untuk melakukan hal-hal yang hukumnya dianjurkan.” (Kitab Az-Zuhd karya Imam Ahmad).
Futur juga bisa diatasi dengan amalan sesuai kemampuan namun istiqomah. Allah menilai amalan setiap muslim bukan pada kuantitasnya, tapi pada kesesuaiannya dengan tuntutan Rasulullah.
Semangat beramal harus istiqomah. Sedikit tapi istiqomah dan sesuai sunah Nabi Shallalahu 'alaihi wa sallam. Itu lebih dicintai Allah dan Rasul-nya daripada amal banyak tapi kemudian berhenti.
Nabi bersabda yang artinya, "wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan (dalam koridor sunah) yang kontinu walaupun sedikit" ( HR Muslim).
Baca juga: Inilah 11 Penyebab Munculnya Penyakit Malas Menurut Syaikh Al Utsaimin
(wid)
Lihat Juga :