Bagaimana Cara Melejitkan Potensi Diri dalam Pandangan Syariat?
Selasa, 15 Juli 2025 - 11:39 WIB
loading...
A
A
A
- Diambil dari tuntunan Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam.
- Dikerjakan dengan niat mengharap keridhoan Alloh.
Istianah sebenarnya termasuk ibadah, maka penyebutan isti’anah setelah ibadah dalam ayat ini merupakan penyebutan sesuatu yang lebih luas cakupannya sebelum sesuatu yang lebih sempit cakupannya.
Kenapa isti’anah disebutkan padahal isti’anah juga termasuk ibadah, jawabnya adalah: karena setiap hamba sangat membutuhkan pertolongan Allah dalam melaksanakan seluruh ibadahnya. Jika seandainya Alloh tidak menolong dirinya niscaya dia tidak akan bisa mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan (Taisir Karimirrahman, hal. 39).
“Tunjukilah kami jalan yang lurus.” (QS. Al Fatihah: 6)
Ayat ini mengandung penjelasan bahwa seorang hamba tidak memiliki jalan untuk meraih kebahagiaannya kecuali dengan istiqamah meniti shirathal mustaqim, dan tidak ada jalan menuju istiqomah di atas shirathal mustaqim kecuali dengan hidayah dari-Nya.
Hakikat jalan yang lurus adalah: mengenali kebenaran dan mengamalkannya. Hidayah itu ada dua, hidayah ila shirath dan hidayah fii shirath. Hidayah ila shirath yaitu petunjuk menuju jalan yang lurus; tetap berpegang dengan agama Islam dan meninggalkan agama-agama selainnya. Sedangkan hidayah fii shirath adalah petunjuk untuk bisa melaksanakan berbagai rincian ajaran agama Islam dengan bentuk ilmu dan pengamalan (Taisir Karimirrahman, hal. 39).
Di dalam ayat ini juga terkandung bantahan bagi seluruh kalangan pembela kebid’ahan dan para pengibar bendera kesesatan, sebab setiap ahli bid’ah dan orang sesat adalah sosok yang menyimpang dari jalan yang lurus (lihat Taisir, hal.40). Wallahu A'lam
Baca juga: 3 Pintu Surga bagi Kaum Wanita, Begini Amalannya
- Dikerjakan dengan niat mengharap keridhoan Alloh.
Istianah sebenarnya termasuk ibadah, maka penyebutan isti’anah setelah ibadah dalam ayat ini merupakan penyebutan sesuatu yang lebih luas cakupannya sebelum sesuatu yang lebih sempit cakupannya.
Kenapa isti’anah disebutkan padahal isti’anah juga termasuk ibadah, jawabnya adalah: karena setiap hamba sangat membutuhkan pertolongan Allah dalam melaksanakan seluruh ibadahnya. Jika seandainya Alloh tidak menolong dirinya niscaya dia tidak akan bisa mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan (Taisir Karimirrahman, hal. 39).
Shirathal Mustaqim
Firman Alloh ta’ala,اهدنا الصراط المستقيم
“Tunjukilah kami jalan yang lurus.” (QS. Al Fatihah: 6)
Ayat ini mengandung penjelasan bahwa seorang hamba tidak memiliki jalan untuk meraih kebahagiaannya kecuali dengan istiqamah meniti shirathal mustaqim, dan tidak ada jalan menuju istiqomah di atas shirathal mustaqim kecuali dengan hidayah dari-Nya.
Hakikat jalan yang lurus adalah: mengenali kebenaran dan mengamalkannya. Hidayah itu ada dua, hidayah ila shirath dan hidayah fii shirath. Hidayah ila shirath yaitu petunjuk menuju jalan yang lurus; tetap berpegang dengan agama Islam dan meninggalkan agama-agama selainnya. Sedangkan hidayah fii shirath adalah petunjuk untuk bisa melaksanakan berbagai rincian ajaran agama Islam dengan bentuk ilmu dan pengamalan (Taisir Karimirrahman, hal. 39).
Di dalam ayat ini juga terkandung bantahan bagi seluruh kalangan pembela kebid’ahan dan para pengibar bendera kesesatan, sebab setiap ahli bid’ah dan orang sesat adalah sosok yang menyimpang dari jalan yang lurus (lihat Taisir, hal.40). Wallahu A'lam
Baca juga: 3 Pintu Surga bagi Kaum Wanita, Begini Amalannya
(wid)
Lihat Juga :