Mendidik Anak yang Dibimbing Langsung Allah SWT, Begini Penjelasannya
Jum'at, 08 Agustus 2025 - 09:35 WIB
loading...
A
A
A
Anak semestinya diarahkan untuk mengerti salat, puasa, thaharah (bersuci) dan semacamnya.
Baca juga: Apa Maksud Anak sebagai Qurrata a’yun? AdakahTanda-tandanya?
Anak wajib diajarkan sejak dini bahwa Allah adalah Rabb dan pemilik mereka, dan bahwasanya tiada Tuhan yang berhak disembah selainNya. Allah Ta'ala telah menciptakan mereka berdasarkan fitrah tersebut.
Allah Ta’ala berfirman :
`Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rum: 30).
Para Ulama dalam hal ini bersepakat bahwa yang dimaksud dengan fitrah dalam ayat ini adalah Islam.
Menurut Ustadz Saryanto Abu Ruwaifi’ di antara cara mendidik anak adalah dengan membekali diri anak dengan ajaran agama atau parenting modern selama tidak bertentangan dengan syariat.
Ingat pula sebelum mengajarkan ayat-ayat Al-Quran yang berbicara tentang amalan, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mempersiapkan para Sahabatnya dengan untuk mempelajari tauhid, karena ini adalah perkara yang sangat penting. Mengajarkan kalimat laa ilaha illallaah pertama kali pada anak.
Di antara pendidikan yang sangat beliau berikan porsi perhatian besar juga adalah tentang mencintai Allah dan RasulNya. Mendahulukan kecintaan pada keduanya melebihi siapapun juga. Berserah diri pada ketetapan Allah dan RasulNya. Karena hal ini sangatlah penting.
Namun tentu saja mendidik anak juga perlu diiringi dengan mendoakannya. Sebagaimana Nabi Ibrahim'alaihis salam, ia berdoa dan berusaha dalam mendidik anak.
Baca juga: Apa Maksud Anak sebagai Qurrata a’yun? AdakahTanda-tandanya?
Anak wajib diajarkan sejak dini bahwa Allah adalah Rabb dan pemilik mereka, dan bahwasanya tiada Tuhan yang berhak disembah selainNya. Allah Ta'ala telah menciptakan mereka berdasarkan fitrah tersebut.
Allah Ta’ala berfirman :
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
`Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rum: 30).
Para Ulama dalam hal ini bersepakat bahwa yang dimaksud dengan fitrah dalam ayat ini adalah Islam.
Menurut Ustadz Saryanto Abu Ruwaifi’ di antara cara mendidik anak adalah dengan membekali diri anak dengan ajaran agama atau parenting modern selama tidak bertentangan dengan syariat.
Ingat pula sebelum mengajarkan ayat-ayat Al-Quran yang berbicara tentang amalan, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mempersiapkan para Sahabatnya dengan untuk mempelajari tauhid, karena ini adalah perkara yang sangat penting. Mengajarkan kalimat laa ilaha illallaah pertama kali pada anak.
Di antara pendidikan yang sangat beliau berikan porsi perhatian besar juga adalah tentang mencintai Allah dan RasulNya. Mendahulukan kecintaan pada keduanya melebihi siapapun juga. Berserah diri pada ketetapan Allah dan RasulNya. Karena hal ini sangatlah penting.
Namun tentu saja mendidik anak juga perlu diiringi dengan mendoakannya. Sebagaimana Nabi Ibrahim'alaihis salam, ia berdoa dan berusaha dalam mendidik anak.
Lihat Juga :