Kisah Kenaikan Pajak dan Syahidnya Umar Bin Khattab
Selasa, 12 Agustus 2025 - 09:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Polemik Ijtihad Umar Bin Khattab soal Agraria yang Kontroversial
"Berapa pajak yang ia kenakan pada Anda?!" tanya Khalifah Umar .
"Dua dirham setiap hari!" jawabnya.
"Pekerjaan Anda apa?!" tanya Umar lagi.
"Tukang kayu, pemahat dan pandai besi!" jawabnya.
"Pajak itu menurut saya tidak banyak!" jawab Umar. "Saya dengar kamu mengatakan jika saya mau saya bisa buatkan penggilangan dari tenaga angin?"
"Ya!" jawabnya!
"Buatkan saya satu!" kata Umar.
"Jika saya bisa diselamatkan, maka saya akan buatkan sebuah penggilangan yang akan menjadi bahan pembicaraan orang-orang di Timur dan di Barat!" Kemudian, Abu Lu'luah meninggalkan Umar bin Khattab . Umar mengatakan, "Orang itu telah mengancamku!"
Jika kita telusuri sekilas kisah di atas, kita akan dapati bahwa salah satu penyebab tragedi pembunuhan Khalifah Amirul Mukminin dilandasi dendam kesumat dari seorang budak Persia atas persoalan pajak .
Di sini kita melihat bahwa peran Sayyidina Umar bin Khattab sebenarnya tidak terlalu signifikan dalam kasus ini. Sebagai seorang pemimpin yang terkenal dengan keadilan dan ketegasannya, Khalifah Umar menolak membicarakan soal pajak yang dibebankan oleh seorang majikan terhadap budaknya. Sebab, tarif pajak itu memang hal yang masih wajar dalam pandangan Umar .
Dalam konteks kekinian, protes kaum buruh/karyawan atau rakyat kecil terhadap kebijakan pejabat negara yang menaikkan pajak tentu dinilai hal yang wajar mengingat beban rakyat dan ekonomi yang semakin sulit. Rakyat tentu berharap kepada pemimpin di Tanah Air agar tidak menaikkan tarif pajak , harga minyak, iuran asuransi kesehatan di tengah beratnya beban rakyat saat ini.
Tidak ada yang mengira, Sayyidina Umar bin Khattab yang kepemimpinannya tak tertandingi, kesejahteraan ekonomi terwujud di masa pemerintahannya, dibunuh oleh rasa sakit hati seorang budak rakyat kecil lantaran persoalan pajak yang dirasanya membebani hidupnya. Na'uzubillahi min dzalik. Sayyidina Umar wafat dalam keadaan syahid. Kepemimpinannya yang adil dan bijaksana dikenangsepanjang masa.Jasad beliau dimakamkan di samping jasad mulia Baginda Rasulullah SAW bersama sahabat Abu Bakar di area Masjid Nabawi Madinah.
Baca juga: Tips Sukses Menuntut Ilmu, Simak Kiat Ulama Yaman Ini!
"Berapa pajak yang ia kenakan pada Anda?!" tanya Khalifah Umar .
"Dua dirham setiap hari!" jawabnya.
"Pekerjaan Anda apa?!" tanya Umar lagi.
"Tukang kayu, pemahat dan pandai besi!" jawabnya.
"Pajak itu menurut saya tidak banyak!" jawab Umar. "Saya dengar kamu mengatakan jika saya mau saya bisa buatkan penggilangan dari tenaga angin?"
"Ya!" jawabnya!
"Buatkan saya satu!" kata Umar.
"Jika saya bisa diselamatkan, maka saya akan buatkan sebuah penggilangan yang akan menjadi bahan pembicaraan orang-orang di Timur dan di Barat!" Kemudian, Abu Lu'luah meninggalkan Umar bin Khattab . Umar mengatakan, "Orang itu telah mengancamku!"
Jika kita telusuri sekilas kisah di atas, kita akan dapati bahwa salah satu penyebab tragedi pembunuhan Khalifah Amirul Mukminin dilandasi dendam kesumat dari seorang budak Persia atas persoalan pajak .
Di sini kita melihat bahwa peran Sayyidina Umar bin Khattab sebenarnya tidak terlalu signifikan dalam kasus ini. Sebagai seorang pemimpin yang terkenal dengan keadilan dan ketegasannya, Khalifah Umar menolak membicarakan soal pajak yang dibebankan oleh seorang majikan terhadap budaknya. Sebab, tarif pajak itu memang hal yang masih wajar dalam pandangan Umar .
Dalam konteks kekinian, protes kaum buruh/karyawan atau rakyat kecil terhadap kebijakan pejabat negara yang menaikkan pajak tentu dinilai hal yang wajar mengingat beban rakyat dan ekonomi yang semakin sulit. Rakyat tentu berharap kepada pemimpin di Tanah Air agar tidak menaikkan tarif pajak , harga minyak, iuran asuransi kesehatan di tengah beratnya beban rakyat saat ini.
Tidak ada yang mengira, Sayyidina Umar bin Khattab yang kepemimpinannya tak tertandingi, kesejahteraan ekonomi terwujud di masa pemerintahannya, dibunuh oleh rasa sakit hati seorang budak rakyat kecil lantaran persoalan pajak yang dirasanya membebani hidupnya. Na'uzubillahi min dzalik. Sayyidina Umar wafat dalam keadaan syahid. Kepemimpinannya yang adil dan bijaksana dikenangsepanjang masa.Jasad beliau dimakamkan di samping jasad mulia Baginda Rasulullah SAW bersama sahabat Abu Bakar di area Masjid Nabawi Madinah.
Baca juga: Tips Sukses Menuntut Ilmu, Simak Kiat Ulama Yaman Ini!
(wid)
Lihat Juga :