Kekuasaan Adalah Amanah Terberat, Gagal Menjaga Ancamannya Neraka Jahanam

Selasa, 26 Agustus 2025 - 15:43 WIB
loading...
A A A
Sehingga para Salaf dahulu saling menahan diri dan menolak untuk diangkat dan ditunjuk menjadi pemimpin . Mereka justru mengalihkannya kepada orang lain yang mereka pandang lebih pantas dan lebih berhak untuk mengembannya. Demikian wara’nya mereka terhadap kekuasaan dan kepemimpinan. Mereka bukanlah orang-orang yang haus kekuasaan. Kita lihat para sahabat sepeninggal Nabi, mereka bertebaran di muka bumi dan menjauh dari hiruk-pikuk perebutan kekuasaan.

Maka iblis menjadikan ini sebagai salah satu celah untuk memperdaya anak Adam. Dan iblis juga menjadikan mereka ini sebagai salah satu bala tentaranya untuk menyebarkan kerusakan. Karena iblis tahu bahwa pemimpin adalah panutan, apa yang dilakukan/dikatakan/dikerjakan oleh pemimpin biasanya diikuti/diamini/ditiru oleh rakyatnya. Maka mereka tidak lepas dari tipu daya dan makar iblis.

Di antara talbis iblis terhadap para pemimpin dan penguasa adalah para pemimpin ini tidak mempekerjakan orang-orang yang cakap, mereka justru mempekerjakan orang-orang yang tidak ahli di bidangnya. Nabi mengatakan di dalam sebuah hadits:

إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ


“Jika diserahkan satu tugas kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggu saja masa kehancurannya.” (HR. Bukhari)

Biasanya mereka mempekerjakan orang-orang yang dekat dengan mereka, karib kerabat, sanak keluarga atau orang-orang yang mungkin mencari perhatian di hadapan mereka. Orang-orang inilah yang ditunjuk untuk melakukan tugas-tugas mengurus rakyat. Sehingga karena orang-orang ini tidak berilmu atau mungkin juga tidak bertakwa, maka tercerai-berailah urusan-urusan kaum muslimin, banyak hak-hak yang tidak tertunaikan dan kewajiban-kewajiban yang terbengkalai.

Rakyat pun mendoakan keburukan kepada para penguasa ini karena mereka telah berbuat aniaya terhadap rakyatnya, mereka memberi pekerjanya makanan yang haram karena diperoleh dengan cara yang haram. Maka beredarlah rezeki yang haram itu di kalangan penguasa dan kaki tangannya. Lalu bagaimana satu negeri dapat ditolong oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala apabila doa mereka tidak terangkat ke langit karena rezeki tidak halal?

Baca juga: Hadis yang Melarang Meminta Jabatan

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Saking...
Kisah Hikmah : Saking Ngerinya Melihat Neraka, Nabi Idris Jatuh Pingsan
Penghuni Neraka Bertingkat-tingkat,...
Penghuni Neraka Bertingkat-tingkat, Teringan Siksanya Dikenakan Sandal hinggga Otaknya Meledak
Tadabur 10 Ayat Terakhir...
Tadabur 10 Ayat Terakhir Surat An-Naziat : Perbedaan Penghuni Surga dan Neraka
5 Kesalahan Sedekah...
5 Kesalahan Sedekah yang Mengantarkan ke Neraka, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Kisah Hikmah : Janji...
Kisah Hikmah : Janji Gombal Penghuni Neraka Terakhir
4 Tipe Lelaki Ini Calon...
4 Tipe Lelaki Ini Calon Penghuni Neraka, Siapa Saja Mereka?
Rekomendasi
Bagaimana Lautan Berada...
Bagaimana Lautan Berada di Bumi Terkuak, Ini Penjelasan Ilimiahnya
Benua Australia dan...
Benua Australia dan Asia Diklaim Ilmuwan Bakal Bertabrakan
Temuan 123 Simbol Maya...
Temuan 123 Simbol Maya Ungkap Keberadaan Kota Misterius yang Hilang
Artikel Terkini
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved