Zikir dan Doa Kebangsaan, Kemenag Ajak Penyuluh Agama Bantu Warga lewat Aksi Nyata

Senin, 01 September 2025 - 22:51 WIB
loading...
Zikir dan Doa Kebangsaan,...
Zikir dan Doa Kebangsaan, Kemenag Ajak Penyuluh Agama Bantu Warga lewat Aksi Nyata/Kemenag
A A A
Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) menggelar Zikir dan Doa Kebangsaan sebagai wujud kepedulian terhadap situasi bangsa yang tengah menghadapi tantangan sosial dan ekonomi. Acara yang digelar melalui daring pada Minggu (31/8/25) malam ini tidak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial, kepedulian antarwarga, serta komitmen penyuluh agama dalam menjaga kerukunan nasional.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad mengatakan, doa yang dipanjatkan harus diiringi aksi nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, penyuluh agama perlu hadir dalam barisan terdepan untuk membantu warga kecil, terutama kelompok rentan yang merasakan langsung dampak berat dari situasi ekonomi saat ini.
“Mari perbanyak selawat di bulan maulid ini, agar zikir, doa, dan munajat tidak hanya dilakukan pada momen tertentu saja. Serta disertai empati dan aksi human action,” ujarnya.

Baca Juga: Hukum Penjarahan dalam Islam, Kaum Muslim Wajib Tahu

Abu Rokhmad juga meminta para penyuluh agama turun langsung ke komunitas binaan, masjid, maupun kelompok sosial untuk mencari solusi kecil namun berdampak nyata di tengah kenaikan harga bahan pokok seperti beras dan cabai. “Tidak perlu banyak, yang penting kita lakukan bersama. Inilah saatnya empati dan simpati diwujudkan dalam bentuk aksi sosial,” imbuhnya.

Ia turut menekankan pentingnya menghargai kerja keras kelompok masyarakat yang menggantungkan hidup di jalan, seperti pengemudi ojek daring dan pekerja informal lainnya. Ia mengajak agar setiap kesempatan berinteraksi dengan mereka menjadi momen berbagi kebaikan.

“Kalau kita sedang pesan makanan atau minuman, tambahkan sedikit untuk mereka. Itu bentuk penghargaan kita terhadap kerja keras yang tidak mudah,” katanya.

Lebih lanjut, Abu Rokhmad juga mengingatkan penyuluh agama agar tampil sebagai teladan kesederhanaan dan penjaga kerukunan. Ia meminta agar penyuluh tidak hidup berlebihan, tetapi tetap menunjukkan sikap optimis bahwa bangsa ini akan mampu melalui ujian dengan baik. “Semoga dengan kesabaran dan kepedulian, kita akan naik kelas, mendapatkan ibrah yang luar biasa, dan membangun peradaban yang lebih kuat,” tegasnya.

Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi menyebut, kegiatan ini relevan dengan tugas penyuluh agama sebagai motor penggerak dakwah kebangsaan. Ia menilai zikir dan doa kebangsaan harus menjadi energi moral yang mendorong penyuluh tampil lebih adaptif dalam menjawab persoalan umat. “Zikir bukan hanya ritual, tapi harus menjadi kekuatan untuk membumikan nilai kasih sayang, solidaritas, dan kepedulian sosial,” ucapnya.

Zayadi juga menegaskan pentingnya peran penyuluh sebagai agen moderasi beragama. Dalam konteks kehidupan berbangsa, katanya, moderasi bukan sekadar jargon, melainkan prinsip hidup bersama yang harus ditransformasikan di akar rumput.

“Penyuluh agama harus hadir di ruang-ruang publik, menjembatani perbedaan, dan memperkuat kohesi sosial. Dari tangan para penyuluh, kita bisa menjaga persaudaraan sesama anak bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan penyuluh agama yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia menjadi potensi strategis untuk memperkokoh bangsa. Menurutnya, ketika penyuluh memadukan dakwah spiritual dan sosial, maka pesan agama akan lebih membumi. “Di sinilah IPARI memainkan peran penting, mengorganisasi penyuluh agar lebih terarah, sistematis, dan berdampak luas,” terang Zayadi.

Lebih jauh, ia mendorong agar momentum zikir dan doa kebangsaan ini menjadi gerakan kolektif yang berkesinambungan. “Bukan hanya seremonial, tetapi melahirkan aksi nyata yang menyentuh masyarakat bawah. Inilah dakwah yang hidup, dakwah yang membela, sekaligus dakwah yang menyejukkan,” tandasnya.

Baca Juga: Hukum Berdiam Diri Melihat Kezaliman Menurut Islam

Ketua Umum PP IPARI, Daloh Apdaloh, mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata IPARI dalam mengawal misi kebangsaan. Menurutnya, zikir dan doa bersama adalah cara penyuluh menyalurkan energi spiritual sekaligus menunjukkan komitmen kebersamaan. “Kami ingin meneguhkan peran IPARI sebagai mitra strategis Kemenag dalam membumikan moderasi beragama dan membangun solidaritas sosial,” katanya.

Daloh menjelaskan, IPARI berkomitmen memperkuat kapasitas penyuluh agama agar lebih peka terhadap problem sosial masyarakat. “Solidaritas bukan hanya wacana, tetapi harus kita turunkan dalam program konkret yang bisa dirasakan langsung oleh umat,” ujarnya.

Ia menutup dengan ajakan agar seluruh penyuluh agama menjadikan doa kebangsaan sebagai momentum mempererat ukhuwah dan merawat harmoni nasional. “Mari bersama-sama kita jaga bangsa ini dengan doa, kerja nyata, dan kepedulian sosial yang berkelanjutan,” pungkasnya.
(aww)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Anjuran Menghidupkan...
Anjuran Menghidupkan Amalan Zikir di Awal Bulan Zulhijjah
Hari Raya Iduladha 1447...
Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah Serentak pada Rabu 27 Mei 2026
7 Macam Zikir yang Dilantunkan...
7 Macam Zikir yang Dilantunkan dalam Rangkaian Ibadah Haji
Kemenag Gelar Sidang...
Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Iduladha 2026 pada 17 Mei
Kemenag Siapkan Beasiswa...
Kemenag Siapkan Beasiswa Sarjana PJJ untuk Guru Ngaji
Rekomendasi
Temuan Ini! Bikin Joe...
Temuan Ini! Bikin Joe Biden Yakin Banget Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi
Menembus Langit Asia,...
Menembus Langit Asia, Dwidayatour Jadi Saksi Pertama Aurora yang Memesona
Tulang Belulang Raksasa...
Tulang Belulang Raksasa Berceceran, Arkeologi Temukan Sarang Gajah Purba
Artikel Terkini
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Kisah Bulan Muharram...
Kisah Bulan Muharram : Nabi Yunus AS 40 Hari di Perut Ikan, dan Pelajaran tentang Kesabaran
Amalan Hari Asyura 10...
Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Ingat Besok Jadwal Puasa...
Ingat Besok Jadwal Puasa Tasua, Ini Bacaan Niatnya!
Pahala Puasa Tasua dan...
Pahala Puasa Tasua dan Asyura: Benarkah Setara 10.000 Malaikat? Ini Penjelasannya
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved