Sejarah Pensyariatan Salat Gerhana, Penting Diketahui Kaum Muslim

Senin, 08 September 2025 - 11:54 WIB
loading...
Sejarah Pensyariatan...
Disyariatkannya salat gerhana secara langsung mematahkan mitos jahiliyyah, dugaan mereka bahwa gerhana berkaitan dengan kematian seseorang, dibantah, dan mendorong peradaban masyarakat ke arah pembuktian sains, bukan keyakinan berdasarkan takhayul semata.
A A A
Sejarah pensyariatan salat gerhana dan hikmah dibalik anjurannya dalam Islam, penting diketahui kaum muslimin. Peristiwa gerhana ini termasuk tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah .

Sebelum Islam datang, dulu orang-orang Arab Jahiliyah menyebutnya sebagai pertanda kematian. Ada pula yang memahaminya sebagai pertanda terjadinya sebuah peristiwa.

Semalam, gerhana bulan total kembali terjadi di Indonesia tepatnya mulai Minggu malam (7/9) hingga Senin (8/9) dini hari tadi.
Hampir semua wilayah di Indonesia dapat menyaksikan kebesaran Allah tersebut. Peristiwa gerhana bulan ini tidak hanya terjadi di masa sekarang, peristiwa tersebut juga pernah terjadi pada masa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam.


Sejarah Pensyariatan Salat Gerhana

Sebelum Islam hadir menerangi peradaban masyarakat jazirah Arab, masyarakat setempat percaya bahwa peristiwa gerhana bulan atau matahari berkaitan erat dengan kematian tokoh pembesar. Keyakinan ini terekam dalam beberapa riwayat hadis sebagai dikutip dari laman MUI Digital.

Salah satunya riwayat Ibnu Hibban dalam kitab sahihnya:

فإن رجالًا يزعمون أن كسوف هذه الشمس وكسوف هذا القمر، وزوال هذه النجوم من مطالعها، لموت رجال عظماء من أهل الأرض، إنهم قد كذبوا. ولكنها آيات من آيات الله عز وجل


Artinya: "Orang-orang menduga bahwa gerhana matahari atau bulan dan fenomena bintang jatuh disebabkan kematian seorang tokoh pembesar di muka bumi, sungguh mereka telah berbohong. Padahal, gerhana adalah salah satu dari sekian tanda kebesaran Allah SWT..." (HR Ibnu Hibban 2856)

Baca juga: Benarkah Gerhana Bulan Total, Salah Satu Tanda Kiamat Sudah Dekat?

Dikisahkan, dalam satu riwayat ada momen di mana satu-satunya anak Nabi Muhammad SAW dari selain Khadijah bernama Ibrahim, putra Nabi dari Mariah al-Qibtiyyah, meninggal dunia tepat bersamaan dengan peristiwa gerhana matahari.

كَسَفَتْ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ مَاتَ إِبْرَاهِيمُ فَقَالَ النَّاسُ كَسَفَتْ الشَّمْسُ لِمَوْتِ إِبْرَاهِيمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ فَصَلُّوا وَادْعُوا اللَّهَ


Artinya: "Pada masa Rasulullah ﷺ pernah terjadi gerhana matahari, yaitu di hari meninggalnya putra beliau, Ibrahim. Orang-orang lalu berkata, 'Gerhana matahari ini terjadi karena meninggalnya Ibrahim!' Maka Rasulullah pun bersabda: "Sesungguhnya matahari dan bulan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka sholat dan berdoalah kalian kepada Allah." (HR Al-Bukhari 985)

Adapun awal mula disyariatkannya salat gerhana, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Syaikh al-Qardhawi mengatakan bahwa salat gerhana dilaksanakan pada tahun ke-10 Hijriah bertepatan dengan wafatnya Ibrahim putra Nabi.

Sementara para ulama Mazhab Syafi'i menyatakan, salat gerhana matahari pertama kali disyariatkan pada tahun ke-2 Hijriyah. Sementara gerhana bulan pada tahun ke-5 Hijriyah. (Kitab al-Fiqh al-Manhaji 'Ala Madzhab al-Imam as-Syafi'i, juz 1 hlm 239).

Hikmah

Menurut penjelasan MUI, hikmah disyariatkannya salat gerhana, yaitu untuk menanamkan rasa takut kepada Allah agar seorang hamba meningkatkan ketaatan kepada-Nya. Ini disabdakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ، وَلَكِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُخَوِّفُ بِهَا عِبَادَهُ


Artinya: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan keduanya tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Akan tetapi dengan peristiwa itu Allah ingin membuat para hamba-Nya takut."

Kemudian, dengan disyariatkannya salat gerhana secara langsung mematahkan mitos jahiliyyah. Dugaan mereka bahwa gerhana berkaitan dengan kematian seseorang, dibantah, dan mendorong peradaban masyarakat ke arah pembuktian sains, bukan keyakinan berdasarkan takhayul semata. Wallahu A'lam

Baca juga: Niat Salat Gerhana Bulan Total dan Tata Caranya
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Benarkah Gerhana Bulan...
Benarkah Gerhana Bulan Total, Salah Satu Tanda Kiamat Sudah Dekat?
Keutamaan Salat Gerhana...
Keutamaan Salat Gerhana Bulan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Gerhana Bulan dalam...
Gerhana Bulan dalam Sudut Pandang Ilmu Hakikat, Begini Penjelasan Gus Baha!
Niat Salat Gerhana Bulan...
Niat Salat Gerhana Bulan Total dan Tata Caranya
5 Amalan dan Kumpulan...
5 Amalan dan Kumpulan Doa Saat Gerhana Bulan Total
Masjid Istiqlal Gelar...
Masjid Istiqlal Gelar Salat Gerhana Bulan, Ini Waktunya
Rekomendasi
Gugusan Kota Kuno Terbesar...
Gugusan Kota Kuno Terbesar di Amazon Ditemukan
Terdorong Gas Langit,...
Terdorong Gas Langit, Bumi Terperangkap di Lingkaran Magnet Raksasa
4 Penemuan Nikola Tesla...
4 Penemuan Nikola Tesla yang Dihentikan Karena Dinilai Terlalu Berbahaya
Artikel Terkini
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Kisah Bulan Muharram...
Kisah Bulan Muharram : Nabi Yunus AS 40 Hari di Perut Ikan, dan Pelajaran tentang Kesabaran
Amalan Hari Asyura 10...
Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Ingat Besok Jadwal Puasa...
Ingat Besok Jadwal Puasa Tasua, Ini Bacaan Niatnya!
Pahala Puasa Tasua dan...
Pahala Puasa Tasua dan Asyura: Benarkah Setara 10.000 Malaikat? Ini Penjelasannya
Infografis
Sejarah Permainan Legendaris...
Sejarah Permainan Legendaris Ular Tangga yang Jarang Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved