10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Rabu, 24 Juni 2026 - 05:15 WIB
loading...
Di hari Asyura atau 10 Muharram, menjadi kiamat bagi Firaun . Ia ditakdirkan mati tenggelam bersama pasukannya di Laut Merah. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Kisah mahadahsyat tentang Firaun terjadi pada 10 Muharram . Di hari Asyura itulah, menjadi kiamat bagi raja yang mengaku Tuhan itu. Firaun ditakdirkan mati tenggelam bersama pasukannya di Laut Merah.
Lantas, pada detik-detik kematiannya, Firaun menyadari kebenaran Nabi Musa dan hendak bertobat. Namun, Malaikat Jibril menghalanginya dengan menyumpal mulut Firaun dengan lumpur laut. Jibril sangat membenci Raja Firaun karena kesombongannya.
Kisah tentang kebencian Jibril kepada Fir'aun tersebut diceritakan dalam hadis yang diriwayatkan Tirmidzi dalam Kitab Tafsir, bab dari surat Yunus, 4/287. (Hadis ini dishahih Sunan Tirmidzi). Diriwayatkan, Jibril telah memberitahu Rasulullah SAW bahwa pada saat Firaun tenggelam dia berkata, "Aku percaya bahwa tidak ada tuhan selain Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil."
Lalu, Jibril menyumbat mulutnya dengan lumpur laut, sehingga dia tidak bisa berucap kalimat tauhid . "Wahai Muhammad, seandainya kamu melihatku mengambil lumpur laut, lalu aku suapkan di mulutnya karena aku takut rahmat mendapatinya," ujar Jibril kepada Rasulullah. Jibril khawatir dia meraih rahmat Allah dan tobatnya diterima.
Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an . Allah SWT berfirman:
"Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". ( QS Yunus : 90)
Baca juga: Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor dalam bukunya berjudul "Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah" menuturkan, apa yang dilakukan oleh Jibril tidak lain karena kebenciannya yang sangat besar terhadap Firaun. Itu sebabnya Firaun tenggelam dalam kekufuran dan kerusakan.
Lantas, pada detik-detik kematiannya, Firaun menyadari kebenaran Nabi Musa dan hendak bertobat. Namun, Malaikat Jibril menghalanginya dengan menyumpal mulut Firaun dengan lumpur laut. Jibril sangat membenci Raja Firaun karena kesombongannya.
Kisah tentang kebencian Jibril kepada Fir'aun tersebut diceritakan dalam hadis yang diriwayatkan Tirmidzi dalam Kitab Tafsir, bab dari surat Yunus, 4/287. (Hadis ini dishahih Sunan Tirmidzi). Diriwayatkan, Jibril telah memberitahu Rasulullah SAW bahwa pada saat Firaun tenggelam dia berkata, "Aku percaya bahwa tidak ada tuhan selain Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil."
Lalu, Jibril menyumbat mulutnya dengan lumpur laut, sehingga dia tidak bisa berucap kalimat tauhid . "Wahai Muhammad, seandainya kamu melihatku mengambil lumpur laut, lalu aku suapkan di mulutnya karena aku takut rahmat mendapatinya," ujar Jibril kepada Rasulullah. Jibril khawatir dia meraih rahmat Allah dan tobatnya diterima.
Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an . Allah SWT berfirman:
وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُ بَغْيًا وَعَدْوًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
"Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". ( QS Yunus : 90)
Baca juga: Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor dalam bukunya berjudul "Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah" menuturkan, apa yang dilakukan oleh Jibril tidak lain karena kebenciannya yang sangat besar terhadap Firaun. Itu sebabnya Firaun tenggelam dalam kekufuran dan kerusakan.
Akhir Perjalanan sang Tiran
Sejumlah ulama tafsir mengatakan, ketika Firaun dan bala tentaranya mencari jejak Bani Israil, jumlah mereka saat itu sangat banyak. Ada yang mengatakan bahwa jumlah kuda mereka saja sekitar 100.000 dan jumlah pasukan Firaun secara keseluruhan tidak kurang dari 1.600.000 orang dengan persenjataan lengkap. Sedangkan jumlah Bani Israil yang bersama Nabi Musa hanya berjumlah 600.000 orang dengan perlengkapan seadanya.Lihat Juga :