Menyikapi Ujian Hidup dalam Pandangan Para Ulama
Selasa, 09 September 2025 - 17:30 WIB
loading...
Para ulama memberikan gambaran bagaimana seharusnya setiap orang menyikapi ujian dan memahami hakikat ujian, salah satunya dari Imam Al Ghazali. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Para ulama memberikan gambaran bagaimana seharusnya setiap orang menyikapi ujian hidup dan memahami hakikat ujian . Dalam salah satu kitabnya, Syaikhul Islam, Imam Al Ghazali , menerangkan dengan merujuk kepada sabda baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, bahwa ketika seorang hamba diuji dengan sakit yang menimpanya, maka Allah mengirim salah satu malaikat-Nya untuk mengontrol hamba tersebut.
Lalu Allah Ta'ala bertanya kepada malaikat itu:
"Hai Malaikat, apa yang dirintihkan oleh hamba-KU?" Malaikat menjawab: "Ya Allah, si fulan terus menerus menyebut nama-MU. Bahkan yang sering diucap adalah kalimat Alhamdulillah 'alaa kulli haal."
Lalu Allah Ta'ala mengatakan:
"Persaksikan malaikat, jika hamba-KU itu Aku takdirkan masih hidup, maka tiba waktunya nanti akan Aku ganti darahnya yang kotor menjadi bersih, fisiknya yang lemah menjadi kuat, mukanya yang pucat menjadi ceria. Dia akan sehat seperti sedia kala. Namun jika takdir untuknya adalah meninggal dunia, maka persaksikan bahwa seluruh dosa-dosanya habis."
Subhanallah, wahai muslimin jadilah seorang hamba yang sabar dengan ujian yang Allah berikan. Bukankah jika semua dosa habis maka seorang hamba akan menghadap Allah dengan penuh kelapangan jiwa (muthmainnah)? Dan dia masuk dalam kelompok hamba-hamba Allah yang ahli ibadah.
Baca juga: Tadabur Surat Al-Anbiya Ayat 35 tentang Ujian Hidup Manusia
Allah memanggil dengan lembut jiwa-jiwa muthmainnah tersebut sebagaimana firmanNya: "Ya ayyatuhan nafsul muthmainnah, irji'ii ilaa rabbiki raadhiayatam mardhiyyah. Fadkhulii fii 'ibaadii, wadkhulii jannatii."
(Wahai jiwa-jiwa yang lapang, bersih, dan tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan penuh ridha dan suka cita. Masuklah ke dalam kelompok para ahli ibadah, dan (akhirnya) masuklah ke dalam surga-KU."
Ujian sakit adalah kifarat (penggugur) atas semua dosa. Begitu pula bentuk ujian-ujian yang lainnya. Mungkin seseorang yang diuji di dunia ini tampak hina di mata manusia. Tapi siapa sangka bahwa dia sangat mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Maka ini adalah satu kunci amalan bagi orang beriman : Jangan mengeluh terlalu dalam atas setiap ujian yg menderai. Tetapi, ucapkanlah: "Alhamdulillah 'alaa kulli haal." (Segala puji bagi Allah atas segala hal, yang enak maupun yang tidak enak).
Rasulullah SAW bersabda:
"...Fa innal 'umuura tajrii bil maqaadir. " (Maka sesungguhnya semua urusan itu berjalan sesuai dengan ketentuan Allah).
Perlu juga dipahami para muslimah, salah satu keadaan yang paling disukai Allah adalah ketika hambanya dalam posisi sabar. Yakni bersabar dalam setiap keadaan yang ditakdirkan Allah.
Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah berkata:
"Bersabarlah dengan sabar yang baik maka kelapangan itu bagimu akan begitu dekat".
"Barang siapa mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala dalam segala urusannya maka dia pasti akan selamat".
"Barang siapa yang yakin dengan Allah Ta'ala, maka ia pasti tidak merasakan penderitaan".
"Barangsiapa berharap kepada Allah Ta'ala maka Allah Ta'ala pasti akan memberi pertolongan."
(Lihat kitab Tafsir Ibnu Katsir 8/432)
Baca juga: 12 Tanda Ujian Hidup, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Dengan hujjah Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah itulah, maka hendaknya setiap muslim selalu ingat akan pahala dan manfaat bersabar. Allah akan mendatangkan dan memberi banyak pahala kepada hamba-NYA yang bersabar.
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam telah mengingatkan kepada kita bahwa Allah Azza wa Jalla akan memberikan ujian berupa berbagai musibah. Berbagai musibah itu adalah ujian untuk mengetahui hamba-NYA yang bersabar.
"Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda:
"Barang siapa dikehendaki oleh Allah kebaikan maka akan diberi musibah". (H. R. Bukhari)
Karena itulah, kaum muslimin perlu memahami hakikat ujian dan kesabarannya. Perlu juga kemaknai eksistensi waktu dan menjalaninya dengan lapang dada atas setiap yang Allah takdirkan. Kemarin adalah masa lalu, hari ini adalah kenyataan, dan hari esok adalah harapan. Waktu terkadang terlalu lambat bagi mereka yang menunggu, terlalu cepat bagi yang takut, terlalu panjang bagi yang gundah, dan terlalu pendek bagi yang bahagia. Tapi bagi yang selalu mengasihi, waktu adalah keabadian. Ketika masih ada waktu luang, maka bersabarlah dalam penantian, isilah segenap ruang waktu yang kita miliki untuk mempersiapkan bekal kembali ke alam kekal.
Sadarilah waktu sekarang terasa amatlah singkat pertanda kiamat kian dekat. Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga tetap istiqamah. Harus senantiasa memperbanyak istighfar kepada Allah Azza wa Jalla dan selalu memohon pertolongan-Nya agar kita menjadi hamba-hamba-Nya yang selamat hingga akhir waktu mampu meraih ridha-Nya. Aamiin Ya Rabb. Wallahu'Alam
Baca juga: 5 Ujian Hidup Manusia di Dunia, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Lalu Allah Ta'ala bertanya kepada malaikat itu:
"Hai Malaikat, apa yang dirintihkan oleh hamba-KU?" Malaikat menjawab: "Ya Allah, si fulan terus menerus menyebut nama-MU. Bahkan yang sering diucap adalah kalimat Alhamdulillah 'alaa kulli haal."
Lalu Allah Ta'ala mengatakan:
"Persaksikan malaikat, jika hamba-KU itu Aku takdirkan masih hidup, maka tiba waktunya nanti akan Aku ganti darahnya yang kotor menjadi bersih, fisiknya yang lemah menjadi kuat, mukanya yang pucat menjadi ceria. Dia akan sehat seperti sedia kala. Namun jika takdir untuknya adalah meninggal dunia, maka persaksikan bahwa seluruh dosa-dosanya habis."
Subhanallah, wahai muslimin jadilah seorang hamba yang sabar dengan ujian yang Allah berikan. Bukankah jika semua dosa habis maka seorang hamba akan menghadap Allah dengan penuh kelapangan jiwa (muthmainnah)? Dan dia masuk dalam kelompok hamba-hamba Allah yang ahli ibadah.
Baca juga: Tadabur Surat Al-Anbiya Ayat 35 tentang Ujian Hidup Manusia
Allah memanggil dengan lembut jiwa-jiwa muthmainnah tersebut sebagaimana firmanNya: "Ya ayyatuhan nafsul muthmainnah, irji'ii ilaa rabbiki raadhiayatam mardhiyyah. Fadkhulii fii 'ibaadii, wadkhulii jannatii."
(Wahai jiwa-jiwa yang lapang, bersih, dan tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan penuh ridha dan suka cita. Masuklah ke dalam kelompok para ahli ibadah, dan (akhirnya) masuklah ke dalam surga-KU."
Ujian sakit adalah kifarat (penggugur) atas semua dosa. Begitu pula bentuk ujian-ujian yang lainnya. Mungkin seseorang yang diuji di dunia ini tampak hina di mata manusia. Tapi siapa sangka bahwa dia sangat mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Maka ini adalah satu kunci amalan bagi orang beriman : Jangan mengeluh terlalu dalam atas setiap ujian yg menderai. Tetapi, ucapkanlah: "Alhamdulillah 'alaa kulli haal." (Segala puji bagi Allah atas segala hal, yang enak maupun yang tidak enak).
Rasulullah SAW bersabda:
"...Fa innal 'umuura tajrii bil maqaadir. " (Maka sesungguhnya semua urusan itu berjalan sesuai dengan ketentuan Allah).
Perlu juga dipahami para muslimah, salah satu keadaan yang paling disukai Allah adalah ketika hambanya dalam posisi sabar. Yakni bersabar dalam setiap keadaan yang ditakdirkan Allah.
Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah berkata:
"Bersabarlah dengan sabar yang baik maka kelapangan itu bagimu akan begitu dekat".
"Barang siapa mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala dalam segala urusannya maka dia pasti akan selamat".
"Barang siapa yang yakin dengan Allah Ta'ala, maka ia pasti tidak merasakan penderitaan".
"Barangsiapa berharap kepada Allah Ta'ala maka Allah Ta'ala pasti akan memberi pertolongan."
(Lihat kitab Tafsir Ibnu Katsir 8/432)
Baca juga: 12 Tanda Ujian Hidup, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Dengan hujjah Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah itulah, maka hendaknya setiap muslim selalu ingat akan pahala dan manfaat bersabar. Allah akan mendatangkan dan memberi banyak pahala kepada hamba-NYA yang bersabar.
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam telah mengingatkan kepada kita bahwa Allah Azza wa Jalla akan memberikan ujian berupa berbagai musibah. Berbagai musibah itu adalah ujian untuk mengetahui hamba-NYA yang bersabar.
أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُوْلُ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ
"Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda:
"Barang siapa dikehendaki oleh Allah kebaikan maka akan diberi musibah". (H. R. Bukhari)
Karena itulah, kaum muslimin perlu memahami hakikat ujian dan kesabarannya. Perlu juga kemaknai eksistensi waktu dan menjalaninya dengan lapang dada atas setiap yang Allah takdirkan. Kemarin adalah masa lalu, hari ini adalah kenyataan, dan hari esok adalah harapan. Waktu terkadang terlalu lambat bagi mereka yang menunggu, terlalu cepat bagi yang takut, terlalu panjang bagi yang gundah, dan terlalu pendek bagi yang bahagia. Tapi bagi yang selalu mengasihi, waktu adalah keabadian. Ketika masih ada waktu luang, maka bersabarlah dalam penantian, isilah segenap ruang waktu yang kita miliki untuk mempersiapkan bekal kembali ke alam kekal.
Sadarilah waktu sekarang terasa amatlah singkat pertanda kiamat kian dekat. Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga tetap istiqamah. Harus senantiasa memperbanyak istighfar kepada Allah Azza wa Jalla dan selalu memohon pertolongan-Nya agar kita menjadi hamba-hamba-Nya yang selamat hingga akhir waktu mampu meraih ridha-Nya. Aamiin Ya Rabb. Wallahu'Alam
Baca juga: 5 Ujian Hidup Manusia di Dunia, Kaum Muslim Wajib Tahu!
(wid)
Lihat Juga :