5 Hadis Tentang Kepemimpinan, Umat Islam Wajib Tahu!
Kamis, 11 September 2025 - 13:45 WIB
loading...
A
A
A
Diriwayatkan dari Abdur-Rahman bin Samura:
Nabi (ﷺ) bersabda, "Wahai Abdur-Rahman! Janganlah kamu ingin menjadi pemimpin, karena jika kamu diberi wewenang atas permintaanmu, maka kamu akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Namun, jika kamu diberi wewenang tanpa meminta (kepadanya), maka kamu akan ditolong (oleh Allah) dalam hal itu. Jika kamu pernah bersumpah untuk melakukan sesuatu dan kemudian kamu menemukan sesuatu yang lain lebih baik, maka kamu harus menebus sumpahmu dan melakukan apa yang lebih baik." (HR. Bukhari No.7146 dan Muslim No.1652)
Diriwayatkan dari Auf bin Malik bahwa Rasulullah (ﷺ) bersabda:
Pemimpin kalian yang terbaik adalah mereka yang kalian cintai dan mencintai kalian, yang memohon keberkahan Allah atas kalian dan kalian pun memohon keberkahan-Nya atas mereka.
Baca juga: Kriteria Pemimpin dalam Islam Sesuai Tuntunan Nabi SAW
Dan pemimpin kalian yang terburuk adalah mereka yang kalian benci dan membenci kalian, yang kalian laknat dan yang kalian laknat. Ditanyakan (oleh mereka yang hadir): Tidakkah kita harus menggulingkan mereka dengan bantuan pedang?
Beliau berkata: Tidak, selama mereka mendirikan salat di antara kalian. Jika kalian menemukan sesuatu yang menjijikkan pada mereka. Kalian harus membenci pemerintahan mereka, tetapi jangan menarik diri dari ketaatan kepada mereka. (HR. Shahih Muslim No.1855a)
Dari Ma’qil Bin Yasâr Radhiyallahu anhu berkata, aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba pun yang diberi amanah oleh Allâh untuk memimpin bawahannya yang pada hari kematiannya ia masih berbuat curang atau menipu rakyatnya, melainkan Allâh mengharamkan surga atasnya. (Bukhari No.7150 dan Muslim No.142).
Demikian, ulasan tentang 5 hadis tentang kepemimpinan ini, semoga bisa panduan berharga tentang bagaimana pemimpin harus bertindak dan memenuhi tanggung jawab mereka.
Baca juga: Kekuasaan Adalah Amanah Terberat, Gagal Menjaga Ancamannya Neraka Jahanam
Nabi (ﷺ) bersabda, "Wahai Abdur-Rahman! Janganlah kamu ingin menjadi pemimpin, karena jika kamu diberi wewenang atas permintaanmu, maka kamu akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Namun, jika kamu diberi wewenang tanpa meminta (kepadanya), maka kamu akan ditolong (oleh Allah) dalam hal itu. Jika kamu pernah bersumpah untuk melakukan sesuatu dan kemudian kamu menemukan sesuatu yang lain lebih baik, maka kamu harus menebus sumpahmu dan melakukan apa yang lebih baik." (HR. Bukhari No.7146 dan Muslim No.1652)
4. Pemimpin adalah Pelayan Rakyat
Pemimpin dalam islam sendiri bukan sebagai seseorang yang mengatur kehidupan dari rakyatnya. Melainkan seorang pemimpin adalah seseorang yang melayani rakyatnya dari mengatur kebijakan yang mensejahterakan rakyat hingga membantu mereka dalam menyelesaikan masalah seperti yang dijelaskan dalam hadits riwayat muslim No.1885 :حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ، أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ، عَنْ رُزَيْقِ بْنِ حَيَّانَ، عَنْ مُسْلِمِ بْنِ قَرَظَةَ، عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ " خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ " . قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ فَقَالَ " لاَ مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلاَةَ وَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْ وُلاَتِكُمْ شَيْئًا تَكْرَهُونَهُ فَاكْرَهُوا عَمَلَهُ وَلاَ تَنْزِعُوا يَدًا مِنْ طَاعَةٍ " .
Diriwayatkan dari Auf bin Malik bahwa Rasulullah (ﷺ) bersabda:
Pemimpin kalian yang terbaik adalah mereka yang kalian cintai dan mencintai kalian, yang memohon keberkahan Allah atas kalian dan kalian pun memohon keberkahan-Nya atas mereka.
Baca juga: Kriteria Pemimpin dalam Islam Sesuai Tuntunan Nabi SAW
Dan pemimpin kalian yang terburuk adalah mereka yang kalian benci dan membenci kalian, yang kalian laknat dan yang kalian laknat. Ditanyakan (oleh mereka yang hadir): Tidakkah kita harus menggulingkan mereka dengan bantuan pedang?
Beliau berkata: Tidak, selama mereka mendirikan salat di antara kalian. Jika kalian menemukan sesuatu yang menjijikkan pada mereka. Kalian harus membenci pemerintahan mereka, tetapi jangan menarik diri dari ketaatan kepada mereka. (HR. Shahih Muslim No.1855a)
5. Pemimpin yang Khianat
Terakhir dalam hadis tentang kepemimpinan, terdapat bahayanya mengkhianati rakyat sebagai pemimpin sebagaimana bunyi hadits riwayat Bukhari No.7150 dan Muslim No.142 :عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَا مِنْ عَبْدِ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً, يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ, وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ, إِلَّا حَرَّمَ اَللَّهُ عَلَيْهِ اَلْجَنَّةَ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Ma’qil Bin Yasâr Radhiyallahu anhu berkata, aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba pun yang diberi amanah oleh Allâh untuk memimpin bawahannya yang pada hari kematiannya ia masih berbuat curang atau menipu rakyatnya, melainkan Allâh mengharamkan surga atasnya. (Bukhari No.7150 dan Muslim No.142).
Demikian, ulasan tentang 5 hadis tentang kepemimpinan ini, semoga bisa panduan berharga tentang bagaimana pemimpin harus bertindak dan memenuhi tanggung jawab mereka.
Baca juga: Kekuasaan Adalah Amanah Terberat, Gagal Menjaga Ancamannya Neraka Jahanam
(wid)
Lihat Juga :