Doa untuk Pemimpin agar Tidak Menyusahkan Rakyat
Kamis, 11 September 2025 - 16:13 WIB
loading...
Sebaik-baik rakyat adalah mereka yang mencintai dan mendoakan pemimpinnya, terutama mendoakan kebaikan agar pemimpinnya tidak menyusahkan rakyat. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Doa untuk pemimpin agar tidak menyusahkan rakyatnya ini penting diketahui dan diamalkan. Kenapa demikian? Apa alasannya?
Dalam Islam, sebaik-baik rakyat adalah mereka yang mencintai dan mendoakan pemimpinnya, sebagaimana pemimpin mencintai dan mendoakan untuk kebaikan rakyatnya. Jika mungkin ada tindakan pemimpin yang tidak disukai dan dibenci, bencilah tindakannya tersebut tetapi jangan sampai mencederai ketaatan terhadap pemimpin.
Sebab sejelek-jeleknya rakyat adalah mereka yang membenci pemimpinnya dan begitu juga sejelek-jeleknya pemimpin adalah yang membenci rakyatnya.
Dari ‘Auf bin Malik ra, Nabi SAW bersabda: “Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian. Mereka mendoakan kalian dan kalian pun mendoakan mereka. Sejelek-jelek pemimpin kalian adalah yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.”
Kemudian ada yang berkata, ”Wahai Rasulullah, tidakkah kita menentang mereka dengan pedang?” Rasulullah SAW bersabda, “Tidak, selama mereka masih mendirikan salat di tengah-tengah kalian. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang kalian benci, maka bencilah amalannya dan janganlah melepas ketaatan kepadanya.” (HR Muslim no. 1855).
Syaikh Abdul Malik Ramadhani al-Jazairi, bahkan menulis sebuah risalah yang diberi judul: “Bagaimanapun keadaan kalian (rakyat), maka begitulah keadaan pemimpin kalian.”
Baca juga: 5 Hadis Tentang Kepemimpinan, Umat Islam Wajib Tahu!
Lantas, bagaimana jika kita mendapat pemimpin yang justru menyusahkan rakyatnya? Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda,
"....Jabatan merupakan amanah, yang pada hari kiamat kelak dipertanggungjawabkan dengan risiko penuh kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang memenuhi syarat dan dapat melaksanakan tugas yang diembankan kepadanya dengan baik." (HR Muslim dari Abu Dzar)
Rasulullah SAW juga mewanti-wanti agar pemimpin di antara umatnya tidak menyengsarakan rakyat. Hal ini sebagaimana hadis dalam Shahih Muslim yang diriwayatkan dari Aisyah ra. Dalam riwayat itu, Aisyah ra mendengar Rasulullah SAW mengucapkan doa di rumah Aisyah.
Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam berdoa sebagaimana berikut ini:
Allahumma man waliya min amri ummati syai'an fa syaqqo 'alaihim fasyquq 'alaihi, wa man waliya min amri ummati syai'an farofaqo bihim farfuq bihi
Artinya : "Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan untuk mengurusi umatku lalu dia mempersulit mereka, maka persulit jugalah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan untuk mengurusi umatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia."
Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan, "Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Pemimpin negara yang berkuasa atas manusia adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang lelaki/suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Wanita/istri adalah pemimpin terhadap keluarga suaminya dan anak suaminya dan ia akan ditanya tentang mereka. Budak seseorang adalah pemimpin terhadap harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya." (HR Bukhari dan Muslim)
Baca juga: Bagaimana Adab Islam dalam Memilih Pemimpin? Simak Ulasannya!
Dalam Islam, sebaik-baik rakyat adalah mereka yang mencintai dan mendoakan pemimpinnya, sebagaimana pemimpin mencintai dan mendoakan untuk kebaikan rakyatnya. Jika mungkin ada tindakan pemimpin yang tidak disukai dan dibenci, bencilah tindakannya tersebut tetapi jangan sampai mencederai ketaatan terhadap pemimpin.
Sebab sejelek-jeleknya rakyat adalah mereka yang membenci pemimpinnya dan begitu juga sejelek-jeleknya pemimpin adalah yang membenci rakyatnya.
Dari ‘Auf bin Malik ra, Nabi SAW bersabda: “Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian. Mereka mendoakan kalian dan kalian pun mendoakan mereka. Sejelek-jelek pemimpin kalian adalah yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.”
Kemudian ada yang berkata, ”Wahai Rasulullah, tidakkah kita menentang mereka dengan pedang?” Rasulullah SAW bersabda, “Tidak, selama mereka masih mendirikan salat di tengah-tengah kalian. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang kalian benci, maka bencilah amalannya dan janganlah melepas ketaatan kepadanya.” (HR Muslim no. 1855).
Syaikh Abdul Malik Ramadhani al-Jazairi, bahkan menulis sebuah risalah yang diberi judul: “Bagaimanapun keadaan kalian (rakyat), maka begitulah keadaan pemimpin kalian.”
Baca juga: 5 Hadis Tentang Kepemimpinan, Umat Islam Wajib Tahu!
Lantas, bagaimana jika kita mendapat pemimpin yang justru menyusahkan rakyatnya? Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda,
"....Jabatan merupakan amanah, yang pada hari kiamat kelak dipertanggungjawabkan dengan risiko penuh kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang memenuhi syarat dan dapat melaksanakan tugas yang diembankan kepadanya dengan baik." (HR Muslim dari Abu Dzar)
Rasulullah SAW juga mewanti-wanti agar pemimpin di antara umatnya tidak menyengsarakan rakyat. Hal ini sebagaimana hadis dalam Shahih Muslim yang diriwayatkan dari Aisyah ra. Dalam riwayat itu, Aisyah ra mendengar Rasulullah SAW mengucapkan doa di rumah Aisyah.
Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam berdoa sebagaimana berikut ini:
اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِن أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ، فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِن أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ
Allahumma man waliya min amri ummati syai'an fa syaqqo 'alaihim fasyquq 'alaihi, wa man waliya min amri ummati syai'an farofaqo bihim farfuq bihi
Artinya : "Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan untuk mengurusi umatku lalu dia mempersulit mereka, maka persulit jugalah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan untuk mengurusi umatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia."
Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan, "Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Pemimpin negara yang berkuasa atas manusia adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang lelaki/suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Wanita/istri adalah pemimpin terhadap keluarga suaminya dan anak suaminya dan ia akan ditanya tentang mereka. Budak seseorang adalah pemimpin terhadap harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya." (HR Bukhari dan Muslim)
Baca juga: Bagaimana Adab Islam dalam Memilih Pemimpin? Simak Ulasannya!
(wid)
Lihat Juga :