Kumpulan Ayat-Ayat Al-Quran tentang Musibah dan Bencana
Selasa, 04 November 2025 - 14:21 WIB
loading...
A
A
A
Artinya: ”Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.”
Secara jelas kita bisa memantau bagaimana takdir sudah mendaftarkan berbagai bencana dan musibah kepada setiap manusia. Oleh karena itu, semua hal buruk dan baik yang telah diberikan harus dijadikan sebagai media pelatih kesabaran serta pembelajaran.
Fakaifa izaaa asaabathum musiibatum summa jaaa'uuka yahlifuuna billaahi in aradnaaa illaaa ihsaananw wa tawfiiqoo
Artinya: “Maka bagaimana halnya apabila (kelak) musibah menimpa mereka (orang munafik) disebabkan perbuatan tangannya sendiri, kemudian mereka datang kepadamu (Muhammad) sambil bersumpah, Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain kebaikan dan kedamaian.”
Berbicara tentang ayat di atas, secara khusus Nabi Muhammad diberikan nasehat tentang kedatangan orang munafik yang tertimpa musibah. Mereka biasanya menunjukkan sumpah palsu atas nama kedamaian maupun kebaikan.
Wa inna minkum lamal la yubatti'anna fa in asaabatkum musiibatun qoola qad an'amal laahu 'alaiya iz lam akum ma'ahum shahiida
Artinya: "Dan sesungguhnya di antara kamu pasti ada orang yang sangat enggan (ke medan pertempuran). Lalu jika kamu ditimpa musibah dia berkata, 'Sungguh, Allah telah memberikan nikmat kepadaku karena aku tidak ikut berperang bersama mereka'."
Ayat Al-Quran tentang musibah di atas berkaitan dengan pertempuran maupun perjuangan seseorang dalam suatu hal. Adapun di belakang mereka pasti ada orang yang mensyukuri hal-hal yang tidak seharusnya disyukuri, yakni mereka bersifat tidak berani dan mencari alasan.
Yaaa aiyuhal laziina aamanuu shahaadatu bainikum izaa hadara ahadakumul mawtu hiinal wasiyyatis naani zawaa 'adlim minkum aw aakharaani min ghairikum in antum darabtum fil ardi fa asaabatkum musiibatul mawt; tahbi suunahumaa mim ba'dis Salaati fa yuqsimaa
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila salah seorang (di antara) kamu menghadapi kematian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang yang berlainan (agama) dengan kamu. Jika kamu dalam perjalanan di bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian, hendaklah kamu tahan kedua saksi itu setelah salat, agar keduanya bersumpah dengan nama Allah jika kamu ragu-ragu, Demi Allah kami tidak akan mengambil keuntungan dengan sumpah ini, walaupun dia karib kerabat, dan kami tidak menyembunyikan kesaksian Allah; sesungguhnya jika demikian tentu kami termasuk orang-orang yang berdosa.”
Dalil tentang musibah kematian sesuai ayat di atas menjelaskan ketentuan bagi mereka yang wafat pada kondisi tertentu, di mana membutuhkan saksi. Selain itu, seseorang dilarang mengambil keuntungan dari musibah yang diterima orang lain.
Demikian ayat-ayat Al Quran yang membahas tentang musibah ini, semoga menjadi renungan bagi kita semua. Amiin. Wallahu A'lam
Baca juga: Apa Beda Musibah dan Azab? Berikut Penjelasannya Menurut Al Quran
Secara jelas kita bisa memantau bagaimana takdir sudah mendaftarkan berbagai bencana dan musibah kepada setiap manusia. Oleh karena itu, semua hal buruk dan baik yang telah diberikan harus dijadikan sebagai media pelatih kesabaran serta pembelajaran.
8. Surah An-Nisa ayat 62
فَكَيۡفَ اِذَاۤ اَصَابَتۡهُمۡ مُّصِيۡبَةٌ ۢ بِمَا قَدَّمَتۡ اَيۡدِيۡهِمۡ ثُمَّ جَآءُوۡكَ يَحۡلِفُوۡنَۖ بِاللّٰهِ اِنۡ اَرَدۡنَاۤ اِلَّاۤ اِحۡسَانًـا وَّتَوۡفِيۡقًا
Fakaifa izaaa asaabathum musiibatum summa jaaa'uuka yahlifuuna billaahi in aradnaaa illaaa ihsaananw wa tawfiiqoo
Artinya: “Maka bagaimana halnya apabila (kelak) musibah menimpa mereka (orang munafik) disebabkan perbuatan tangannya sendiri, kemudian mereka datang kepadamu (Muhammad) sambil bersumpah, Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain kebaikan dan kedamaian.”
Berbicara tentang ayat di atas, secara khusus Nabi Muhammad diberikan nasehat tentang kedatangan orang munafik yang tertimpa musibah. Mereka biasanya menunjukkan sumpah palsu atas nama kedamaian maupun kebaikan.
9. Surah An-Nisa ayat 72
وَاِنَّ مِنۡكُمۡ لَمَنۡ لَّيُبَطِّئَنَّۚ فَاِنۡ اَصَابَتۡكُمۡ مُّصِيۡبَةٌ قَالَ قَدۡ اَنۡعَمَ اللّٰهُ عَلَىَّ اِذۡ لَمۡ اَكُنۡ مَّعَهُمۡ شَهِيۡدًا
Wa inna minkum lamal la yubatti'anna fa in asaabatkum musiibatun qoola qad an'amal laahu 'alaiya iz lam akum ma'ahum shahiida
Artinya: "Dan sesungguhnya di antara kamu pasti ada orang yang sangat enggan (ke medan pertempuran). Lalu jika kamu ditimpa musibah dia berkata, 'Sungguh, Allah telah memberikan nikmat kepadaku karena aku tidak ikut berperang bersama mereka'."
Ayat Al-Quran tentang musibah di atas berkaitan dengan pertempuran maupun perjuangan seseorang dalam suatu hal. Adapun di belakang mereka pasti ada orang yang mensyukuri hal-hal yang tidak seharusnya disyukuri, yakni mereka bersifat tidak berani dan mencari alasan.
10. Surah Al-Maidah ayat 106
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا شَهَادَةُ بَيۡنِكُمۡ اِذَا حَضَرَ اَحَدَكُمُ الۡمَوۡتُ حِيۡنَ الۡوَصِيَّةِ اثۡـنٰنِ ذَوَا عَدۡلٍ مِّنۡكُمۡ اَوۡ اٰخَرَانِ مِنۡ غَيۡـرِكُمۡ اِنۡ اَنۡـتُمۡ ضَرَبۡتُمۡ فِى الۡاَرۡضِ فَاَصَابَتۡكُمۡ مُّصِيۡبَةُ الۡمَوۡتِ ؕ تَحۡبِسُوۡنَهُمَا مِنۡۢ بَعۡدِ الصَّلٰوةِ فَيُقۡسِمٰنِ بِاللّٰهِ اِنِ ارۡتَبۡتُمۡ لَا نَشۡتَرِىۡ بِهٖ ثَمَنًا وَّلَوۡ كَانَ ذَا قُرۡبٰى ۙ وَلَا نَـكۡتُمُ شَهَادَةَ ۙ اللّٰهِ اِنَّاۤ اِذًا لَّمِنَ الۡاٰثِمِيۡنَ
Yaaa aiyuhal laziina aamanuu shahaadatu bainikum izaa hadara ahadakumul mawtu hiinal wasiyyatis naani zawaa 'adlim minkum aw aakharaani min ghairikum in antum darabtum fil ardi fa asaabatkum musiibatul mawt; tahbi suunahumaa mim ba'dis Salaati fa yuqsimaa
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila salah seorang (di antara) kamu menghadapi kematian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang yang berlainan (agama) dengan kamu. Jika kamu dalam perjalanan di bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian, hendaklah kamu tahan kedua saksi itu setelah salat, agar keduanya bersumpah dengan nama Allah jika kamu ragu-ragu, Demi Allah kami tidak akan mengambil keuntungan dengan sumpah ini, walaupun dia karib kerabat, dan kami tidak menyembunyikan kesaksian Allah; sesungguhnya jika demikian tentu kami termasuk orang-orang yang berdosa.”
Dalil tentang musibah kematian sesuai ayat di atas menjelaskan ketentuan bagi mereka yang wafat pada kondisi tertentu, di mana membutuhkan saksi. Selain itu, seseorang dilarang mengambil keuntungan dari musibah yang diterima orang lain.
Demikian ayat-ayat Al Quran yang membahas tentang musibah ini, semoga menjadi renungan bagi kita semua. Amiin. Wallahu A'lam
Baca juga: Apa Beda Musibah dan Azab? Berikut Penjelasannya Menurut Al Quran
(wid)
Lihat Juga :