Mengarungi Tujuh Lembah, Kedua Adalah Lembah Cinta
Minggu, 13 September 2020 - 06:47 WIB
loading...
A
A
A
"Rabbi," kata Iblis, "beri kiranya pertangguhan, karena hamba ini abdi Tuan; dan tunjuki hamba kiranya bagaimana hamba dapat menebus dosa hamba."
"Karena begitu permohonanmu," sabda Tuhan, "akan kuberikan padamu pertangguhan; namun sejak saat ini, akan kukenakan di lehermu kerah kutukan dan akan kulekatkan padamu nama pembohong dan pemfitnah, agar setiap orang akan waspada terhadapmu sampai hari kiamat."
Iblis berkata, "Apakah yang mesti hamba takutkan karena kutukan Tuan bila harta suci ini telah tersingkapkan bagiku? Bila kutukan datang dari Tuan, maka akan datang pula ampunan. Di mana ada racun, di sana ada pula penawarnya. Tuan mengutuk sebagian makhluk dan merestui yang lain. Kini karena hamba telah mendurhaka, maka hamba pun menjadi makhluk kutukan Tuan."
Baca juga: PBB Doakan Amien Rais dan Zulhas Tetap Satu Perahu
Bila kau tak dapat menemukan dan memahami rahasia yang kukatakan itu, bukanlah karena hal itu tak ada, tetapi karena kau tak mencarinya dengan benar.
Bila kau suka pilih-pilih di antara apa-apa yang datang dari Tuhan, maka kau bukan penempuh Jalan Rohani. Bila kau memandang dirimu sendiri dimuliakan dengan intan dan dihinakan dengan batu, maka Tuhan tak menyertaimu.
Perhatikan baik-baik, janganlah kau menyukai intan dan menolak batu, karena keduanya datang dari Tuhan. Bila di saat kalap, kekasihmu melempari kau dengan batu, itu lebih baik daripada permata dari wanita lain.
Baca juga: Kelompok Anti-Islam Bakar Al-Qur'an di Ibu Kota Swedia
Di jalan penyempurnaan diri, kita tak boleh lena sejenak pun. Bila sejenak saja kita berhenti menyempurnakan diri, kita akan tergelincir mundur.
Cerita tentang Majnun
Seorang yang mencintai Tuhan melihat Majnun tengah mengayak tanah di jalanan dan berkata, "Majnun, apa yang kaucari?"
"Aku mencari Laila," katanya.
Orang itu berkata lagi, "Adakah kau berharap mendapatkan Laila di situ?"
"Aku mencari dia di mana-mana," kata Majnun, "dengan harapan akan mendapatkannya di suatu tempat."
Baca juga: Anies dan Airlangga Jangan Berdebat Politik Terus, Kembali ke Kebijakan Kemanusiaan
Yusuf Hamdani
Yusuf Hamdani seorang yang diagungkan di zamannya, seorang arif, yang mengerti akan rahasia-rahasia berbagai dunia. Katanya, "Segala yang tampak, baik di puncak maupun di dasar-setiap zarrah, sesungguhnya ialah Ya'kub lain yang mengharapkan kabar tentang Yusuf yang hilang daripadanya."
Di Jalan Rohani cinta dan pengharapan keduanya perlu. Bila kau tak memiliki yang dua ini lebih baik kau meninggalkan pencarian itu. Kita harus berusaha menjadi sabar. Tetapi apakah pencinta pernah bersabar? Bersabarlah dan berusahalah dengan harapan akan mendapatkan penunjuk jalan. Kuasailah dirimu sendiri dan jangan biarkan kehidupan lahiriah menawanmu.
"Karena begitu permohonanmu," sabda Tuhan, "akan kuberikan padamu pertangguhan; namun sejak saat ini, akan kukenakan di lehermu kerah kutukan dan akan kulekatkan padamu nama pembohong dan pemfitnah, agar setiap orang akan waspada terhadapmu sampai hari kiamat."
Iblis berkata, "Apakah yang mesti hamba takutkan karena kutukan Tuan bila harta suci ini telah tersingkapkan bagiku? Bila kutukan datang dari Tuan, maka akan datang pula ampunan. Di mana ada racun, di sana ada pula penawarnya. Tuan mengutuk sebagian makhluk dan merestui yang lain. Kini karena hamba telah mendurhaka, maka hamba pun menjadi makhluk kutukan Tuan."
Baca juga: PBB Doakan Amien Rais dan Zulhas Tetap Satu Perahu
Bila kau tak dapat menemukan dan memahami rahasia yang kukatakan itu, bukanlah karena hal itu tak ada, tetapi karena kau tak mencarinya dengan benar.
Bila kau suka pilih-pilih di antara apa-apa yang datang dari Tuhan, maka kau bukan penempuh Jalan Rohani. Bila kau memandang dirimu sendiri dimuliakan dengan intan dan dihinakan dengan batu, maka Tuhan tak menyertaimu.
Perhatikan baik-baik, janganlah kau menyukai intan dan menolak batu, karena keduanya datang dari Tuhan. Bila di saat kalap, kekasihmu melempari kau dengan batu, itu lebih baik daripada permata dari wanita lain.
Baca juga: Kelompok Anti-Islam Bakar Al-Qur'an di Ibu Kota Swedia
Di jalan penyempurnaan diri, kita tak boleh lena sejenak pun. Bila sejenak saja kita berhenti menyempurnakan diri, kita akan tergelincir mundur.
Cerita tentang Majnun
Seorang yang mencintai Tuhan melihat Majnun tengah mengayak tanah di jalanan dan berkata, "Majnun, apa yang kaucari?"
"Aku mencari Laila," katanya.
Orang itu berkata lagi, "Adakah kau berharap mendapatkan Laila di situ?"
"Aku mencari dia di mana-mana," kata Majnun, "dengan harapan akan mendapatkannya di suatu tempat."
Baca juga: Anies dan Airlangga Jangan Berdebat Politik Terus, Kembali ke Kebijakan Kemanusiaan
Yusuf Hamdani
Yusuf Hamdani seorang yang diagungkan di zamannya, seorang arif, yang mengerti akan rahasia-rahasia berbagai dunia. Katanya, "Segala yang tampak, baik di puncak maupun di dasar-setiap zarrah, sesungguhnya ialah Ya'kub lain yang mengharapkan kabar tentang Yusuf yang hilang daripadanya."
Di Jalan Rohani cinta dan pengharapan keduanya perlu. Bila kau tak memiliki yang dua ini lebih baik kau meninggalkan pencarian itu. Kita harus berusaha menjadi sabar. Tetapi apakah pencinta pernah bersabar? Bersabarlah dan berusahalah dengan harapan akan mendapatkan penunjuk jalan. Kuasailah dirimu sendiri dan jangan biarkan kehidupan lahiriah menawanmu.
Lihat Juga :