Asbabun Nuzul Surat Al Falaq Beserta Tafsirnya
Rabu, 01 Oktober 2025 - 10:25 WIB
loading...
A
A
A
“Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul”
Ayat ini mengajarkan agar berlindung dari bahaya sihir, khususnya yang dilakukan dengan meniup pada simpul-simpul tali.
Kata النفاثات (an-naffaatsaat) merupakan bentuk jamak dari النفاثة (an-naffaatsah), berasal dari kata نفث (nafatha), yaitu meniup tanpa meludah, disertai bacaan mantra.
Sebagian ulama memahami bentuk feminin ini sebagai penunjuk bahwa pelaku sihir adalah perempuan, tetapi ada juga yang menilainya sebagai bentuk mubalaghah (penekanan), sehingga berlaku untuk laki-laki dan perempuan.
Kata العقد (al-‘uqad) adalah bentuk jamak dari عقدة (‘uqdah), bermakna simpul. Bisa berarti secara fisik sebagai tali yang diikat, dan juga secara kiasan seperti ikatan perjanjian atau kesungguhan.
Mayoritas ulama menafsirkan ayat ini secara literal: para tukang sihir yang meniup buhul tali sambil membaca mantra sihir. Di antara yang berpendapat demikian adalah Mujahid, Ikrimah, Al-Hasan, dan Qatadah.
Sayyid Qutb menjelaskan bahwa mereka ini menyakiti orang lain dengan mempengaruhi indera dan perasaan, seolah sihir itu memberikan kesan palsu yang bisa melukai jiwa dan fisik.
“Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”
Ayat ini memohon perlindungan dari kejahatan yang timbul dari rasa iri dan dengki seseorang ketika rasa itu diwujudkan.
Kata حسد (hasad) bermakna rasa iri terhadap nikmat orang lain disertai keinginan agar nikmat itu hilang, terlepas dari apakah ia sendiri ingin memilikinya atau tidak.
Dalam Tafsir Al-Misbah, dijelaskan bahwa selama hasad masih dalam hati, belum menimbulkan dampak. Namun, ketika hasad itu diucapkan atau dilakukan, barulah keburukannya tampak, sebagaimana yang dimaksud dengan إذا حسد (idzaa hasad).
Sayyid Qutb dalam Fi Zhilalil Qur’an menambahkan, bahkan sebelum hasad itu terlihat secara lahir, energi jiwanya bisa saja membawa pengaruh negatif seperti semacam getaran atau aura buruk yang misterius. Oleh sebab itu, satu-satunya perlindungan adalah memohon kepada Allah. (M/G Nabila Sahrani Isriofaatin)
Baca juga: Mengenal Dunia Malaikat Berdasarkan Al Quran dan Hadis
Ayat ini mengajarkan agar berlindung dari bahaya sihir, khususnya yang dilakukan dengan meniup pada simpul-simpul tali.
Kata النفاثات (an-naffaatsaat) merupakan bentuk jamak dari النفاثة (an-naffaatsah), berasal dari kata نفث (nafatha), yaitu meniup tanpa meludah, disertai bacaan mantra.
Sebagian ulama memahami bentuk feminin ini sebagai penunjuk bahwa pelaku sihir adalah perempuan, tetapi ada juga yang menilainya sebagai bentuk mubalaghah (penekanan), sehingga berlaku untuk laki-laki dan perempuan.
Kata العقد (al-‘uqad) adalah bentuk jamak dari عقدة (‘uqdah), bermakna simpul. Bisa berarti secara fisik sebagai tali yang diikat, dan juga secara kiasan seperti ikatan perjanjian atau kesungguhan.
Mayoritas ulama menafsirkan ayat ini secara literal: para tukang sihir yang meniup buhul tali sambil membaca mantra sihir. Di antara yang berpendapat demikian adalah Mujahid, Ikrimah, Al-Hasan, dan Qatadah.
Sayyid Qutb menjelaskan bahwa mereka ini menyakiti orang lain dengan mempengaruhi indera dan perasaan, seolah sihir itu memberikan kesan palsu yang bisa melukai jiwa dan fisik.
Tafsir Surat Al-Falaq Ayat 5
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
“Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”
Ayat ini memohon perlindungan dari kejahatan yang timbul dari rasa iri dan dengki seseorang ketika rasa itu diwujudkan.
Kata حسد (hasad) bermakna rasa iri terhadap nikmat orang lain disertai keinginan agar nikmat itu hilang, terlepas dari apakah ia sendiri ingin memilikinya atau tidak.
Dalam Tafsir Al-Misbah, dijelaskan bahwa selama hasad masih dalam hati, belum menimbulkan dampak. Namun, ketika hasad itu diucapkan atau dilakukan, barulah keburukannya tampak, sebagaimana yang dimaksud dengan إذا حسد (idzaa hasad).
Sayyid Qutb dalam Fi Zhilalil Qur’an menambahkan, bahkan sebelum hasad itu terlihat secara lahir, energi jiwanya bisa saja membawa pengaruh negatif seperti semacam getaran atau aura buruk yang misterius. Oleh sebab itu, satu-satunya perlindungan adalah memohon kepada Allah. (M/G Nabila Sahrani Isriofaatin)
Baca juga: Mengenal Dunia Malaikat Berdasarkan Al Quran dan Hadis
(wid)
Lihat Juga :