Asbabun Nuzul Surat Al Falaq Beserta Tafsirnya

Rabu, 01 Oktober 2025 - 10:25 WIB
loading...
A A A
Istilah أعوذ (a'uudzu) berasal dari kata kerja yang berarti mencari perlindungan dari sesuatu yang menakutkan atau membahayakan.

رب (rabb) mengandung makna sebagai Tuhan yang mencipta, memiliki, memelihara, dan memberikan kasih sayang. Dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur'an, Sayyid Qutb menyebut Rabb sebagai Zat yang membimbing, menjaga, dan melindungi ciptaan-Nya.

الفلق (al-falaq) berasal dari kata فلق yang artinya membelah. Kata ini bisa bermakna "pembelah" (subjek) atau "yang dibelah" (objek). Banyak ulama menafsirkan al-falaq sebagai waktu pagi karena pagi membelah kegelapan malam. Oleh karena itu, Rabb al-Falaq merujuk pada Allah sebagai Tuhan yang menciptakan cahaya setelah gelap.

Pendapat ini disampaikan oleh Jabir, Ibnu Abbas, Mujahid, Sa’id bin Jubair, Qatadah, dan lainnya. Dalam Shahih Bukhari, disebutkan bahwa Imam Bukhari memilih tafsir al-falaq sebagai subuh.

Sebagian ulama juga memahami al-falaq secara lebih luas, mencakup segala hal yang dibelah seperti tanah oleh tumbuhan, biji oleh kecambah, dan malam oleh fajar. Hal ini sejalan dengan ayat lain seperti Al-An'am:95 dan 96, di mana Allah menyebut diri-Nya sebagai "pembelah butir biji" (فالق الحب والنوى) dan "pembelah subuh" (فالق الإصباح).

Tafsir Surat Al-Falaq Ayat 2

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ


“Dari kejahatan makhluk-Nya”

Ayat ini menunjukkan permintaan perlindungan kepada Allah dari keburukan yang berasal dari semua makhluk ciptaan-Nya.

Kata شر (syar) secara umum berarti keburukan atau sesuatu yang merugikan, lawan dari خير (khair), yaitu kebaikan. Menurut Ibnu Qayyim dalam penjelasannya, kejahatan itu mencakup rasa sakit langsung seperti penyakit, atau hal-hal yang menjadi sebab munculnya penderitaan, seperti maksiat dan dosa.

Kata ما (maa) di sini bermakna "apa saja", dan خلق (khalaq) berarti "yang telah diciptakan". Maka, ayat ini mencakup semua makhluk ciptaan Allah, baik manusia, jin, binatang, maupun lainnya, yang berpotensi membawa keburukan.

Baca juga: Doa agar Dibangunkan Rumah di Surga, Mudah Dihafal!

Tafsir Surat Al-Falaq Ayat 3

وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ


“Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita”

Ayat ini menjelaskan permohonan perlindungan dari kejahatan yang terjadi saat malam hari mencapai puncak kegelapannya.

Kata غاسق (ghaasiq) berarti malam yang gelap, berasal dari kata غسق (ghasaq), yang artinya kegelapan yang memenuhi langit. Sementara وقب (waqaba) berarti masuk atau menembus ke dalam, seperti air yang masuk ke lubang batu.

Kegelapan malam sering menjadi waktu terjadinya kejahatan, seperti pencurian, pembunuhan, atau gangguan dari binatang buas. Namun yang dimaksud dalam ayat ini bukanlah malam itu sendiri, melainkan kejahatan yang muncul dalam kegelapan malam.

Mujahid menafsirkan bahwa yang dimaksud adalah saat matahari tenggelam. Abu Hurairah menyebutnya sebagai bintang, sementara Aisyah meriwayatkan bahwa maksudnya adalah rembulan. Menurut Ibnu Katsir, semua makna ini bisa digabungkan karena bintang dan bulan adalah tanda datangnya malam.

Tafsir Surat Al-Falaq Ayat 4

وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Surat Al Ankabut Ayat...
Surat Al Ankabut Ayat 2-3, Mengingatkan Bahayanya Fitnah Akhir Zaman
Inilah Dalil Naqli Ibadah...
Inilah Dalil Naqli Ibadah Haji dalam Beberapa Surat Al Quran dan Hadis Nabi SAW
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Aniaya dan Zalim Terhadap Diri Sendiri
Ayat-Ayat Al-Quran Tentang...
Ayat-Ayat Al-Quran Tentang Azab Terhadap Suatu Kaum
Kisah Bani Israil dalam...
Kisah Bani Israil dalam Al Quran, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Rekomendasi
Laos Akan Sulap Gunung...
Laos Akan Sulap Gunung Berapi Tidak Aktif Jadi Wahana Bermain
3,5 Abad Diburu, Harta...
3,5 Abad Diburu, Harta Karun di Laut Bahama Masih Banyak Tersisa, Ini Penampakannya
Imam Masjidil Haram...
Imam Masjidil Haram dari Indonesia Cuma 3 Ulama Sepanjang Sejarah, Ini Penyebabnya
Artikel Terkini
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Infografis
7 Ilmuwan Islam Paling...
7 Ilmuwan Islam Paling Berpengaruh Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved