Inilah Hikmah dan Rahasia Hujan Menurut Islam, Simak Ulasannya di Sini!
Senin, 06 Oktober 2025 - 18:31 WIB
loading...
A
A
A
"Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya. Dan apa saja yang ditahan oleh Allah, maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Fathir: 2).
Sebagian ulama seperti penulis tafsir Al-Jalalain mengatakan bahwa rahmat yang dimaksud di sini adalah rezeki dan hujan.
"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat, dan Dialah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. Luqman: 34)
Inilah lima hal yang disebut dengan Mafatihul Ghaib (kunci ilmu ghaib). Dan di antara kunci ilmu ghaib adalah diturunkannya hujan. Meskipun diberitakan di televisi bisa saja keliru. Sebab Dia-lah (Allah) yang mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
"Aku (Rasulullaah shallallaahu 'laihi wa Sallam) bertanya, 'Tentang apakah Mikail itu ditugaskan? Ia (yaitu Jibril) menjawab, 'Ia ditugaskan mengurus tanaman dan hujan." Oleh karena itu ada Malaikat yang mengurus dan mengaturnya. Bukan semua Malaikat, tapi ada pelayannya, ada pembantunya. Maka inilah tugas Malaikat untuk menurunkan jujan.
"Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS Nuh: 10-12)
Baca juga: Proses Terjadinya Hujan dalam Pandangan Al Quran dan Sains
Sebagian ulama seperti penulis tafsir Al-Jalalain mengatakan bahwa rahmat yang dimaksud di sini adalah rezeki dan hujan.
2. Hujan Termasuk Kunci Ilmu Ghaib dan Hanya Allah yang Tahu Kapan Turunnya
Allah Ta'ala berfirman:إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat, dan Dialah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. Luqman: 34)
Inilah lima hal yang disebut dengan Mafatihul Ghaib (kunci ilmu ghaib). Dan di antara kunci ilmu ghaib adalah diturunkannya hujan. Meskipun diberitakan di televisi bisa saja keliru. Sebab Dia-lah (Allah) yang mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
3. Ada Malaikat yang Bertugas Menurunkan Hujan
Dalam Al Mu'jam Al-Kabir, Imam Ath-Thabrani meriwayatkan tentang percakapan Rasulullaah SAW dengan Malaikat Jibril, di antaranya:قُلْتُ: عَلَى أَيِّ شَيْءٍ مِيكَائِيلُ؟ قَالَ: عَلَى النَّبَاتِ وَالْقَطْرِ
"Aku (Rasulullaah shallallaahu 'laihi wa Sallam) bertanya, 'Tentang apakah Mikail itu ditugaskan? Ia (yaitu Jibril) menjawab, 'Ia ditugaskan mengurus tanaman dan hujan." Oleh karena itu ada Malaikat yang mengurus dan mengaturnya. Bukan semua Malaikat, tapi ada pelayannya, ada pembantunya. Maka inilah tugas Malaikat untuk menurunkan jujan.
4. Turunnya Hujan telah Ditulis di Lauhul Mahfudz
Kejadian apa saja yang terjadi di muka bumi ini telah tercatat dalam Lauhul Mahfudz sejak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Semuanya telah menjadi takdir dan kehendak Allah Ta'ala. Termasuk dalam hal diturunkannya hujan, kapan terjadinya, di mana diturunkan, berapa intensitasnya dan bagaimana dampak dari hujan tersebut. Dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash, Rasulullah SAW bersabda: "Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi." (HR. Muslim)5. Ucapan Istighfar dapat Menyebabkan Turunnya Hujan.
Allah Ta'ala Berfirman:فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)
"Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS Nuh: 10-12)
Baca juga: Proses Terjadinya Hujan dalam Pandangan Al Quran dan Sains
6. Suara Geledek adalah Malaikat yang Membawa Api
Ada tiga istilah untuk kilatan petir dan geledek yaitu Ar-Ra'du, Ash-Shawa'iq dan Al-Barq. Ar-Ra'du adalah istilah untuk suara petir atau geledek. Sedangkan Ash-Shawa'iq dan Al-Barq adalah istilah untuk kilatan petir, yaitu cahaya yang muncul beberapa saat sebelum adanya suara petir. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan dalam Hadits Marfu' (sampai kepada Nabi Muhammad SAW) pada Riwayat At-Tirmidzi dan selainnya, Nabi Muhammad SAW ditanya tentang Ar-Ra'du, lalu Nabi Beliau SAW menjawab:Lihat Juga :