Doa dan Zikir setelah Salat Jenazah, Lengkap dengan Lafal Arab, Latin, dan Terjemah
Selasa, 07 Oktober 2025 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Wal aa tajalhu lahuu (lahaa) hufratan minan niiraani. Washollallahu alaa khoiri kholqihi sayyidinaa Muhammad wa aalihi wa sohbihi ajma in. Wal hamdulillahi rabbil alamin.
Artinya "Ya Allah curahkanlah rahmat atas junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah dengan berkahnya surat al Fatihah, bebaskanlah dosa kami dan dosa mayit ini dari siksaan api neraka (3 kali).
Ya Allah curahkanlah rahmat dan berilah ampunan kepada mayit ini. Dan jadikanlah tempat kuburnya taman nyaman dari surga dan janganlah Engkau menjadikan kuburnya itu lubang jurang neraka. Semoga Allah memberi rahmat kepada semulia-mulia makhluk-Nya yaitu junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.
Baca juga: Ayat-ayat Al Quran tentang Hujan, Bukti Kebesaran Allah SWT
Latin: “Subhaanal malikil qudduus, subhaanal ladzii laa yamuutu abadaa. Subhaanal baaqii ba’da fanaa-i kholqihii.”
Artinya: Maha Suci Dzat Yang Maha Merajai Alam. Maha Suci Dzat Yang Maha Hidup, Dzat yang tidak akan pernah mati selamanya. Maha Suci Yang Maha Kekal setelah rusaknya makhluk-Nya.
Setelah membaca zikir tersebut, dianjurkan pula untuk melanjutkan dengan doa, sebagaimana doa yang biasa dibaca dalam shalat jenazah. Doa tersebut berbunyi:
Artinya: Ya Allah, ampunilah dosanya, rahmatilah, selamatkan, maafkan, muliakan tempat persinggahannya, luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air, salju, dan embun, bersihkan dia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran, gantikan rumahnya dengan rumah yang lebih baik, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, istri/suaminya dengan istri/suami yang lebih baik, masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksaan kubur atau dari siksaan neraka.”(M/G Nabila Sahrani Isrofaatin)
Baca juga: Proses Terjadinya Hujan dalam Pandangan Al Quran dan Sains
Artinya "Ya Allah curahkanlah rahmat atas junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah dengan berkahnya surat al Fatihah, bebaskanlah dosa kami dan dosa mayit ini dari siksaan api neraka (3 kali).
Ya Allah curahkanlah rahmat dan berilah ampunan kepada mayit ini. Dan jadikanlah tempat kuburnya taman nyaman dari surga dan janganlah Engkau menjadikan kuburnya itu lubang jurang neraka. Semoga Allah memberi rahmat kepada semulia-mulia makhluk-Nya yaitu junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.
Baca juga: Ayat-ayat Al Quran tentang Hujan, Bukti Kebesaran Allah SWT
Zikir Setelah Salat Jenazah
Dalam kitab Al-Wasa-il Al-Syafi’ah, Sayid Muhammad bin Ali Al-Husaini menjelaskan bahwa setelah pelaksanaan shalat jenazah, disunnahkan untuk melantunkan zikir tertentu, yaitu:سُبْحَانَ الْمَلِكِ اْلقُدُّوْسِ سُبْحَانَ اْلحَيِّ الَّذِى لَا يَمُوْتُ اَبَدًا سُبْحَان البَاقِيْ بَعْدَ فَنَاءِ خَلْقِهِ
Latin: “Subhaanal malikil qudduus, subhaanal ladzii laa yamuutu abadaa. Subhaanal baaqii ba’da fanaa-i kholqihii.”
Artinya: Maha Suci Dzat Yang Maha Merajai Alam. Maha Suci Dzat Yang Maha Hidup, Dzat yang tidak akan pernah mati selamanya. Maha Suci Yang Maha Kekal setelah rusaknya makhluk-Nya.
Setelah membaca zikir tersebut, dianjurkan pula untuk melanjutkan dengan doa, sebagaimana doa yang biasa dibaca dalam shalat jenazah. Doa tersebut berbunyi:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ
Artinya: Ya Allah, ampunilah dosanya, rahmatilah, selamatkan, maafkan, muliakan tempat persinggahannya, luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air, salju, dan embun, bersihkan dia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran, gantikan rumahnya dengan rumah yang lebih baik, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, istri/suaminya dengan istri/suami yang lebih baik, masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksaan kubur atau dari siksaan neraka.”(M/G Nabila Sahrani Isrofaatin)
Baca juga: Proses Terjadinya Hujan dalam Pandangan Al Quran dan Sains
(wid)
Lihat Juga :