Pentingnya Berbaik-sangka dalam Kehidupan, Begini Penjelasannya
Rabu, 22 Oktober 2025 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
“Allah Ta'ala berfirman, ‘Aku tergantung persangkaan hamba kepada-Ku. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingat-ku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diri-Ku. Kalua dia mengingat-Ku di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR. Muslim dan Bukhari)
Sebenarnya banyak sekali keutamaan dari sikap husnudzan ini. Salah satunya, sikap husnudzan akan melahirkan keyakinan bahwa segala kenikmatan dan kebaikan yang diterima manusia berasal dari Allah, sedangkan keburukan yang menimpa manusia disebabkan dosa dan kemaksiatannya.
Husnudzan atau berbaik sangka terhadap sesama manusia, merupakan sikap mental terpuji, yang harus diwujudkan melalui sikap lahir, ucapan dan perbuatan yang baik, diridhai Allah Ta'ala, dan bermanfaat. Husnudzan juga melahirkan sikap saling menghormati antar tetangga.
Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda, “Antara tetangga yang satu dengan yang lainnya hendaknya saling menghormati dan menghargai tetangganya.” (HR. Muslim)
Membangun hubungan baik antara manusia satu dengan manusia lainnya dan lebih khususnya muslim satu dengan muslim lainnya, adalah sesuatu yang harus diperjuangkan dengan sebaik-baiknya. Karena di dalam Alquran Allah SWT, telah menggariskan bahwahi setiap mukmin itu bersaudara, seperti dijelaskan dalam firman Allah :
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat." (QS. Al-Hujurat Ayat 10).
Baca juga: Rayakan HSN, Ini Contoh Ceramah Hari Santri 2025 yang Penuh Makna
Wallahu A'lam
Sebenarnya banyak sekali keutamaan dari sikap husnudzan ini. Salah satunya, sikap husnudzan akan melahirkan keyakinan bahwa segala kenikmatan dan kebaikan yang diterima manusia berasal dari Allah, sedangkan keburukan yang menimpa manusia disebabkan dosa dan kemaksiatannya.
Husnudzan atau berbaik sangka terhadap sesama manusia, merupakan sikap mental terpuji, yang harus diwujudkan melalui sikap lahir, ucapan dan perbuatan yang baik, diridhai Allah Ta'ala, dan bermanfaat. Husnudzan juga melahirkan sikap saling menghormati antar tetangga.
Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda, “Antara tetangga yang satu dengan yang lainnya hendaknya saling menghormati dan menghargai tetangganya.” (HR. Muslim)
Membangun hubungan baik antara manusia satu dengan manusia lainnya dan lebih khususnya muslim satu dengan muslim lainnya, adalah sesuatu yang harus diperjuangkan dengan sebaik-baiknya. Karena di dalam Alquran Allah SWT, telah menggariskan bahwahi setiap mukmin itu bersaudara, seperti dijelaskan dalam firman Allah :
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat." (QS. Al-Hujurat Ayat 10).
Baca juga: Rayakan HSN, Ini Contoh Ceramah Hari Santri 2025 yang Penuh Makna
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :